Kini Saksi Kunci Penganiayaan Jurnalis Tempo Buka Suara Jurnalis Tempo Nurhadi (tengah) di sela pemeriksaan di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (30/3/2021). ANTARA Jatim/Willy Irawan

MerahPutih.com - Saksi kunci kasus penganiayaan terhadap jurnalis Tempo Nurhadi mulai membeberkan infirmasinya di Mapolda Jatim, Jumat (2/4) lalu.

Saat proses pemeriksaan, saksi menyebut dua nama anggota Polri lain diduga terlibat, yakni mantan Karo Perencanaan Polda Jatim Kombes Achmad Yani dan seorang personel polisi lain bernama Heru.

Koordinator Advokasi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis Fatkhul Khoir sekaligus penasihat hukum Nurhadi mengatakan, saksi mengetahui kemunculan Achmad Yani saat Nurhadi tengah diinterogasi sembari dipukul dalam gudang belakang Gedung Samudra Bumimoro, Krembangan, Surabaya, Sabtu (27/3). Bahkan, Achmad Yani juga sempat melihat penganiayaan Nurhadi selama lima menit.

Baca Juga:

LPSK Turun Tangan Lindungi Jurnalis Tempo yang Dianiaya Oknum Aparat

"Pada proses pemeriksaan ada beberapa fakta baru yang muncul. Satu terduga atas nama Heru yang disebut anggota kepolisian. Yang kedua munculnya nama Achmad Yani. Ini berdasar keterangan Nurhadi dan diperkuat keterangan saksi kunci tersebut," tutur Fatkhul saat dikonfirmasi, Minggu (04/04/2021).

Ia menambahkan, saksi meyakini sosok itu adalah Achmad Yani, sebab saat itu ia masih mengenakan pakaian pesta. Di lokasi pesta Gedung Samudra Bumimoro, berlangsung acara pernikahan antara anak Achmad Yani dengan anak Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji yang kini tengah terjerat dugaan kasus suap pajak yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saat terjadi penyekapan Nurhadi di gudang belakang Gedung Samudra Bumimoro, Si Yani itu muncul, melihat dari balik gang, sekitar lima menit. Saksi kunci sangat yakin dia itu Yani," tandas Fatkhul.

Jurnalis dari berbagai media di Kota Tangerang menggelar aksi solidaritas atas kekerasan aparat terhadap jurnalis Tempo Nurhadi yang terjadi di Surabaya, Sabtu (27/3) (Ist/Dede Kurniawan)
Jurnalis dari berbagai media di Kota Tangerang menggelar aksi solidaritas atas kekerasan aparat terhadap jurnalis Tempo Nurhadi yang terjadi di Surabaya, Sabtu (27/3) (Ist/Dede Kurniawan)

Dua terduga pelaku aniaya anak asuh Akhmad Yani

Selama lima menit tersebut, lanjutnya, Achmad Yani hanya melihat peristiwa penganiayaan Nurhadi. Padahal, menurut Fatkhul, sebagai anggota polisi, Achmad Yani mestinya bisa mencegah. Hal itu kini memunculkan dugaan bahwa Achmad Yani memang melakukan pembiaran kekerasan yang berlangsung.

"Achmad Yani juga disebut sebagai bapak asuh oleh dua terduga pelaku penganiayaan lain, yakni Firman dan Purwanto," beber Fatkhul.

Dua terduga tersebut, menurut Fatkhul, dari keterangan korban, intens berkomunikasi dan mengirimkan foto-foto ke Achmad Yani, saat Nurhadi disekap hingga dipulangkan.

"Purwanto dan Firman selalu menyebut nama 'bapak', bahkan saat Nurhadi dipulangkan, difoto, katanya untuk laporan ke bapak. Dan ini harus dicari. Kami meminta polisi untuk mencari unsur sejauh mana keterlibatan Achmad Yani," tegasnya.

Sementara nama kedua, Heru, kata saksi, ia diduga terlibat melakukan kekerasan dan pukulan kepada Nurhadi. Heru juga sempat mengancam hendak memukul kepala Nurhadi dengan pipa besi, dan kekerasan verbal lainnya. Kendati begitu, belum diketahui dari satuan kepolisian mana Heru bertugas.

"Heru, seperti yang terungkap saat pemeriksaan, juga melakukan pemukulan dan penganiayaan. Dia juga menakut-nakuti Nurhadi dengan membawa besi ditaruh di atas kepala Nurhadi, walaupun tidak sampai memukul tapi itu bentuk tindakan intimidatif," ungkap Fatkhul.

Baca Juga:

Jurnalis Tangerang Minta Jenderal Listyo Sigit Tangkap Penganiaya Jurnalis Tempo

Kini sudah ada lima orang diduga kuat terlibat kasus penganiayaan Nurhadi. Mereka antara lain Firman, Purwanto, Heru, Achmad Yani dan menantu dari Angin Prayitno Aji yang kesemuanya anggota polisi.

Aliansi Anti Kekerasan Jurnalis pun mendesak Polda Jawa Timur memeriksa seluruh terduga tersebut. Tak hanya lima orang yang telah teridentifikasi, namun juga semua pelaku kekerasan terhadap Nurhadi, yang jumlahnya diketahui lebih dari sepuluh orang.

"Kami meminta polisi untuk memeriksa dan menjerat seluruh pelaku yang terlibat melakukan tindak penganiayaan terhadap Nurhadi," pungkas Fatkhul. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca Juga:

Wartawan Surabaya Tuntut Kapolda Jatim Usut Tuntas Penganiayaan Jurnalis Tempo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BPBD Surabaya Gandeng Komunitas Transgender Cegah Penyebaran COVID-19
Indonesia
BPBD Surabaya Gandeng Komunitas Transgender Cegah Penyebaran COVID-19

Sosialisasi tersebut juga dilakukan untuk masyarakat umum, mulai dari pengguna jalan, ibu-ibu kampung hingga Ketua RT dan Ketua RW

Gibran Dilantik Akhir Pekan Depan Secara Virtual
Indonesia
Gibran Dilantik Akhir Pekan Depan Secara Virtual

Pelantikan akan dilakukan secara virtual di Balai Tawangarum Kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/2) mendatang.

Kasus Meningkat, Luhut Perintahkan Percepat Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Kasus Meningkat, Luhut Perintahkan Percepat Vaksinasi COVID-19

Vaksinasi saat ini sudah dekat 600 ribu vaksinasi per hari. Dan diharapkan, terus meningkat 750 ribu per hari suntikan sampai 1 juta (per hari) pada bulan depan.

Kemenkes Tegaskan tak Ada Kebocoran Data di Aplikasi PeduliLindungi
Indonesia
Kemenkes Tegaskan tak Ada Kebocoran Data di Aplikasi PeduliLindungi

"Diduga kebocoran ini bukan terkait dengan aplikasi eHAC yang ada di PeduliLindungi," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI Anas Ma'ruf saat diskusi virtual, Selasa (31/8).

Kasus Positif COVID 19 Hari Ini Naik Dua Kali Lipat dari Kemarin
Indonesia
Kasus Positif COVID 19 Hari Ini Naik Dua Kali Lipat dari Kemarin

Dengan positivity rate 9,2 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 1.266 jiwa.

Petronas Merugi hingga Rp73,9 Triliun
Dunia
Petronas Merugi hingga Rp73,9 Triliun

Perusahaan minyak Malaysia, Petronas, mengalami rugi bersih RM21 miliar atau hampir Rp74 triliun untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

Kinerja PPKM Mikro Jabar Tertinggi di Indonesia
Indonesia
Kinerja PPKM Mikro Jabar Tertinggi di Indonesia

Jabar menjadi provinsi paling produktif dalam menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Indonesia.

Tarik PPh 35 Persen, Pemerintah Bisa Bikin Unit Profil dan Jaringan bisnis Orang Kaya
Indonesia
Tarik PPh 35 Persen, Pemerintah Bisa Bikin Unit Profil dan Jaringan bisnis Orang Kaya

Dari sisi administrasi, pemajakan orang kaya juga relatif menantang karena kompleksitas bisnis serta risiko penghindaran pajak yang lebih besar.

KNKT Butuh Waktu Seminggu Ungkap Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Indonesia
KNKT Butuh Waktu Seminggu Ungkap Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

"Kita akan proses untuk pembacaan yang akan memerlukan waktu kurang lebih antara 3 hari sampai 1 minggu," kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono

Pemprov DKI Siapkan 3 Tempat Isolasi Mandiri Jika Wisma Atlet Penuh
Indonesia
Pemprov DKI Siapkan 3 Tempat Isolasi Mandiri Jika Wisma Atlet Penuh

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 3 tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19, bila Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet melebihi kapasitas yang ada.