Kini Mencekam, Begini Sejarah Terbentuknya Pasar Tanah Abang Seiring dengan perkembangannya, Pemda Jakarta membangun Pasar Tanah Abang menjadi pusat grosir yang modern. (MP/Rizki Fitrianto)

Daerah Pasar Tanah Abang kini menjadi perbincangan, baik dari media dalam negeri ataupun luar negeri. Hal itu karena tempat ini menjadi salah satu titik bentrok antara massa dengan pihak kepolisian. Belum ada data pasti mengenai jumlah korban bentrokan ini.

Di balik peristwa yang memilukan ini, Pasar Tanah Abang punya sejarah panjang. Bahkan dengan nama lain Pasar Sabtu itu sudah ada ratusan tahun sebelum Indonesia merdeka. berdasarkan catatan sejarah, Pasar Tanah Abang dibangun oleh Yustinus Vinck pada 30 Agustus 1735.

Saat itu, atas izin Gubernur Jenderal Abraham Patramini, Pasar Tanah Abang berdiri sebagai pusat penjualan tekstil dan barang kelontong yang hanya buka di hari Sabtu. Sebelumnya sudah ada Pasar Senen yang lebih dulu ada. Hal itu membuat dua pasar ini menjadi pasar tertua di Jakarta.

Pasar Tanah Abang. (MP/Dery Ridwansah)
Kondisi Pasar Tanah Abang kini (MP/Dery Ridwansah)

Peristiwa kelam juga sempat terjadi di Tanah Abang untuk pertama kalinya di tahun 1740. Bernama Peristiwa Chinezenmoord atau Geger Pacinan, terdapat pembantaian orang-orang Tionghoa.

Harta benda mereka dirusak, termasuk Pasar Tanah Abang menjadi sasaran. Hal itu dipicu oleh fitnah dari pemerintah VOC terhadap masyarakat Tionghoa, yang saat itu rata-rata menjadi buruh di pabrik gula. Kekerasan ini bukan hanya terjadi di Pasar Tanah Abang saja melainkan meneybar ke seluruh Batavia.

Aktivitas Pasar Tanah Abang pun mati total, hingga di tahun 1881, pasar ini dibangun kembali dan yang tadinya buka hanya hari Sabtu ditambah satu hari lagi di hari Rabu. Sejak saat itu Pasar Tanah Abang semakin berkembang pesat, terlebih ketuka hadirnya Stasiun Tanah Abang di tahun 1899.

Pasar Tanah Abang tempo dulu (Sumber: Ist)
Pasar Tanah Abang. (MP/Dery Ridwansah)

Pasar ini sempat beberapa kali mengalami berbaikan. Di tahun 1926 pemerintah Batavia merombak Pasar Tanah Abang menjadi bentuk permanen. Sebelumnya Pasar Tanah Abang hanya berupa bangunan-bangunan non permanen dari bambu.

Seiring berjalannya waktu Pasar Tanah Abang tetap menjadi pasar yang menjual tekstil. Hebatnya lagi pasar ini telah menjadi pusat grosir terbesar bukan hanya di Indonesia melainkan juga di Asia.


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH