"King Arthur: Legend of the Sword" Film Gagal? Charlie Hunnam kabarnya dianggap tidak cocok memerankan tokoh King Arthur (Foto: Heroichollywood)

Pernah dibuat pada 2004, tahun ini Hollywood kembali merilis film King Arthur dengan judul baru, yaitu "King Arthur: Legend of the Sword". Alih-alih meraup keuntungan banyak, film besutan sutradara Guy Ritchie ini kabarnya gagal. Dikatakan demikian lantaran pendapatan film ini lebih kecil dibandingkan biaya pembuatannya.

Perbedaannya pun teramat jauh. Dengan biaya produksi mencapai 175 juta dolar AS, pendapatan film ini hanya sekitar 14,7 juta dolar AS. Fenomena ini membuat orang bertanya-tanya akan alasan Hollywood mereproduksi film ini—mengingat sudah banyak versi yang menceritakan tentang kehidupan Raja Arthur.

Film ini memang dibuat berdasarkan cerita rakyat Inggris. Namun, berbagai sudut pandang menjadikan kisah penguasa legendaris ini memiliki banyak versi. Misalnya, film "King Arthur" (2004), yang menceritakan tentang peperangan Arthur dengan bangsa Saxon. Penyihir Merlin ditampilkan dalam versi tersebut, sedangkan tahun ini sama sekali tidak. Peran Merlin digantikan oleh muridnya, the Mage.

Versi film King Arthur sebelumnya, seperti "The Knight" (1995) bercerita tentang cinta segitiga Lancelot, Arthur, dan Guinevere. Sementara, "Excalibur" (1981) berkisah tentang para kesatria meja bundarnya. "Terlalu" banyaknya versi kisah Arthur tanpa konsep jelas inilah yang diperkirakan membuat film King Arthur gagal dan didepak oleh "Guardian of the Galaxy Vol.2". Bahkan film lainnya yang bergenre komedi, "Snatched", juga menenggelamkan film ini, seolah mengatakan para penonton sudah malas menonton kisah King Arthur "lagi".

Pendapat lain mengabarkan bahwa film "King Arthur: Legend of the Sword" gagal lantaran pemeran utama dalam film tersebut. Ya, Charlie Hunnam tampaknya tidak sukses menarik hati para penonton dengan perannya sebagai King Arthur. Pria berambut pirang ini lebih dikenal sebagai "Jax Teller" pada film seri "Sons of Anarchy". Mungkin image pria gagah ketua geng motor ini telah melekat dan lebih cocok ia perankan dibanding seorang kesatria pemberani.

Walaupun demikian, sepertinya "kegagalan" ini tidak berpengaruh di Indonesia. Sejumlah penonton film "King Arthur: Legend of the Sword" ini tampaknya puas dan terhibur dengan alur, efek, dan latar kisahnya. Bagaimana pun, kisah legendaris dengan latar belakang kuno tampaknya cukup menarik minat para penonton Indonesia. Bahkan sebenarnya film ini masih mendapat rating yang cukup bagus di IMDb, yaitu 7,3/10—nilai yang jauh lebih baik dari versi-versi sebelumnya. Jika Anda penasaran, silakan tonton sendiri filmnya dan berikan komentar di bawah ini.

Baca juga artikel lainnya tentang 5 Film Bioskop Indonesia yang Paling Ditunggu Tahun 2017.



Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH