Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Film

Kineforum, Bioskop Mini di Negeri Aing Hadirkan Film Alternatif

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 14 November 2021
Kineforum, Bioskop Mini di Negeri Aing Hadirkan Film Alternatif

Film-film alternatif memiliki tempat penayangan. (Foto: Unsplash/Jeremy Yap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUDAH tahu belum ada bioskop mini menayangkan film-film yang tidak mendapatkan tempat spesial di hati para pengelola bioskop besar? Jadi sebenarnya banyak film-film buatan anak bangsa yang sudah dibuat, namun tidak dapat ditayangkan di bioskop besar.

Namun, berkat adanya bioskop mini ini, banyak film-film Indonesia ditayangkan dan menjadi salah satu pilihan untuk dinikmati para penggemar film. Mengutip dari Cinema Poetica, bioskop mini ini sudah ada sejak 1968 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta. Kineforum, begitu namanya, adalah bioskop mini yang memutar film-film alternatif.

Baca Juga:

Cerita Horor sampai Modus 'Buaya Darat' Ketika Nonton 'Midnight' di Bioskop Negeri Aing

"Film-film yang diputar adalah film-film yang bisa menjadi alternatif tontonan bagi Anda sebagai anggota publik. Mulai dari film klasik maupun kontemporer, film panjang maupun pendek, film luar maupun dalam negeri, film non arus utama maupun arus utama," demikian keterangan pada laman resmi Kineforum.

Taman Ismail Marzuki (TIM) yang sudah diperbaharui. (Foto: Instagram/@ismail_javis _ml)

Sebagai bagian dari program Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada waktu itu, ruang putar alternatif Kineforum merupakan perkembangan lanjut dari Kine Klub DKJ. Klub tersebut berdiri sekitar setahun setelah Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin Meresmikan kompleks Taman Ismail Marzuki pada 10 November 1968.

Selain itu, untuk mengembangkan perfilman di Indonesia, sebulan sekali Kine Klub DKJ rutin mengadakan acara pekan pemutaran film di Teater TIM. Klub film di Cikini itu menjalin kerja sama dengan pusat kebudayaan serta sineas- sineas lokal. Salah satunya pada 1985 diadakan acara Pekan Sinema Alternatif di TMII yang pada saat itu masih banyak berkarya dengan medium 8mm dan video.

Baca Juga:

Legenda Hantu Indonesia Muncul di Film Horor Negeri Aing

Berangkat dari acara-acara tersebut, diharapkan perkembangan film Indonesia semakin banyak diminati, karena sebelumnya dunia perfilman Indonesia sempat kurang kehadirannya. Seriring berjalannya waktu perkembangan dunia perfilman Indonesia terus belajar dan berkembang. Salah satunya, pada tahun 1998 perkembangan film Indonesia semakin maju. Terbukti dari film Petualangan Sherina pada 2000 dan Ada Apa Dengan Cinta pada 2002, yang memikat banyak penonton.

Mulai dari situ bertumbuhlah banyak film Indonesia yang berkualitas dan mempunyai banyak penghargaan, namun jarang sekali untuk ditayangkan di layar mainstream. Maka dari situlah hadir bioskop mini sebagai alternatif untuk menampilkan film-film tersebut.

Selain Kineforum, ada juga Cinespace. Berangkat dari keprihatinan Nia Dinata selaku ahli perfilman atau sineas akan minimnya apresiasi terhadap film-film Indonesia berkualitas, Cinespace dibuat untuk menjadi ruang pemutaran alternatif yang nyaman buat para penikmat film.

Tidak hanya menawarkan ruang buat nonton film non komersial saja, Cinespace juga sering mengadakan diskusi dan workshop dan menyediakan Co Working space. Selain Cinespace, juga ada bioskop alternatif seperti Kinosaurus, Subtitle, dan Paviliun28. (jhn)

Baca Juga:

Di Belakang Layar Film Dokumenter Eksperimental Kantata Takwa

#November Jagoan Film Negeri Aing #Film
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Film 'Ketok Mejik' Satukan Dodit Mulyanto dan Ananta Rispo dalam Misi Menyelamatkan Bengkel
Dodit Mulyanto dan Ananta Rispo tampil dalam film horor komedi Ketok Mejik. Mengusung kisah pemilik bengkel yang mengandalkan palu sakti peninggalan leluhur.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Film 'Ketok Mejik' Satukan Dodit Mulyanto dan Ananta Rispo dalam Misi Menyelamatkan Bengkel
ShowBiz
Efek Rumah Kaca Hadirkan 'Matilah Kau Mati' untuk Soundtrack Film 'Laut Bercerita'
Efek Rumah Kaca menghadirkan 'Matilah Kau Mati' sebagai soundtrack film 'Laut Bercerita'. Lagu ini berangkat dari puisi dalam novel Leila S. Chudori.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Efek Rumah Kaca Hadirkan 'Matilah Kau Mati' untuk Soundtrack Film 'Laut Bercerita'
ShowBiz
Rapi Films Siapkan Film Horor Komedi 'Warga Rusun 609', Dibintangi Morgan Oey hingga Tanta Ginting
'Warga Rusun 609', film horor komedi terbaru dengan deretan pemain populer. Morgan Oey hingga Tanta Ginting siap membawa cerita misteri penuh humor.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Rapi Films Siapkan Film Horor Komedi 'Warga Rusun 609', Dibintangi Morgan Oey hingga Tanta Ginting
ShowBiz
Trailer 'Jumanji: Open World' Rilis, Ketika Avatar Game Keluar ke Dunia Nyata
Jumanji kembali dengan konsep yang benar-benar berbeda. Dalam Open World, bukan lagi manusia yang masuk ke dalam gim, melainkan sebaliknya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Trailer 'Jumanji: Open World' Rilis, Ketika Avatar Game Keluar ke Dunia Nyata
ShowBiz
Musik di FIlm 'The Odyssey' Jadi Sorotan, Ludwig Göransson Ungkap Eksperimen Instrumen Yunani Kuno
Ludwig Göransson mengungkap proses kreatif di balik musik The Odyssey karya Christopher Nolan. Ia mengeksplorasi instrumen Yunani kuno seperti lira dan Aulos.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Musik di FIlm 'The Odyssey' Jadi Sorotan, Ludwig Göransson Ungkap Eksperimen Instrumen Yunani Kuno
ShowBiz
Trailer Perdana Film 'Children of Blood and Bone' Dirilis, Thuso Mbedu hingga Viola Davis Bintangi Adaptasi Novel Fantasi Tomi Adeyemi
Trailer perdana Children of Blood and Bone resmi dirilis. Film adaptasi novel Tomi Adeyemi ini menghadirkan Thuso Mbedu, Viola Davis, Idris Elba, Cynthia Erivo, dan dunia fantasi Orïsha.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Trailer Perdana Film 'Children of Blood and Bone' Dirilis, Thuso Mbedu hingga Viola Davis Bintangi Adaptasi Novel Fantasi Tomi Adeyemi
ShowBiz
Christopher Nolan Ogah Garap Film Komedi Romantis, Disebut Genre Paling Susah
Bagi Nolan, membuat orang tertawa bukanlah hal mudah.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Christopher Nolan Ogah Garap Film Komedi Romantis, Disebut Genre Paling Susah
ShowBiz
'The Odyssey' Bocor di X, Universal Pictures Tegaskan Akan Tempuh Jalur Hukum
Pihak Universal menanggapi pelanggaran hak cipta dengan serius.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
'The Odyssey' Bocor di X, Universal Pictures Tegaskan Akan Tempuh Jalur Hukum
ShowBiz
Winston Duke Sebut Kehadiran David Jonsson di 'Black Panther 3' sebagai Angin Segar
Dengan kehadiran Black Panther baru ini, Duke mengaku optimistis aktor asal Inggris tersebut mampu mengemban peran penting itu.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Winston Duke Sebut Kehadiran David Jonsson di 'Black Panther 3' sebagai Angin Segar
ShowBiz
Nia Dinata Garap 'Berbagi Suami 2.0', Angkat Luka Perempuan dan Anak akibat Poligami
Nia Dinata kembali menghadirkan Berbagi Suami 2.0. Film ini mengangkat isu poligami, perselingkuhan, serta dampak emosional terhadap perempuan dan anak-anak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Nia Dinata Garap 'Berbagi Suami 2.0', Angkat Luka Perempuan dan Anak akibat Poligami
Bagikan