Naik Level
Kiat Penting Menjaga Produk Agar Selalu Layak (Foto: Pexels/Andre Piacquadio)

PANDEMI virus corona membuat kehidupan menjadi berbeda. Beragam protokol untuk melawan virus diterapkan. Mulai dari jaga jarak, karantina, sampai lockdown. Hal itu memengaruhi kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Pengaruh besar salah satunya dirasakan para pelaku bisnis, mulai dari UMKM sampai usaha kelas raksasa. Mereka dituntut menyesuaikan diri dengan pandemi agar bisa terus memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelanggan.

Baca juga:

Wahai Pembeli Belanja Daring, Budayakan Membaca Dong

Penyesuaian dan antisipasi tidak melulu harus dilakukan di saat dalam keadaan sedang buruk saja. Dalam keadaan lagi bagus-bagusnya dan sedang untung-untungnya pun, kegiatan bisnis juga butuh strategi agar bisa tetap lancar jaya.

Buat kebanyakan pelaku bisnis yang sudah kenyang pengalaman, tetap menjaga kepercayaan para pelanggan sudah pasti menjadi salah satu syarat penting dalam berbisnis. Bentuk pelayanan pelaku bisnis kepada pelanggan harus memperhatikan banyak faktor. Salah satunya yang paling penting adalah faktor produk itu sendiri.

Kelayakan dari suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen menjadi sangat krusial. Itu jadi hal yang mungkin akan menentukan hidup dan matinya sebuah bisnis. Tidak sedikit pelaku bisnis dengan jam terbang tinggi malah melupakan faktor yang satu ini.

Nah, buat kamu pelaku bisnis dan merasa bukan newbie lagi, faktor kelayakan produk harus selalu menjadi perhatian berkala. Tujuannya supaya tidak ditinggal pelanggan dan bisnis pun bisa terus berkembang.

Berikut beberapa kiat-kiat penting dari beberapa pelaku bidang usaha berpengalaman agar produk kamu selalu layak untuk dibeli dan membuat pelanggan puas.

1. Komitmen

1
Komitmen seputar produk harus selalu sesuai. (Foto: Pixabay/fancycrave1)

Pelaku bisnis harus rajin melihat dan mengingat-ingat lagi ke belakang semua komitmen yang telah dibuat dan ditujukan bagi para pelanggan. Komitmen khususnya seputar produk harus selalu sesuai dengan apa yang dijanjikan.

Banyak kasus terjadi dimana pihak penjual menjajakan produk jauh dari spesifikasi yang ditawarkan. Contohnya, barang yang diterima oleh pelanggan berbeda jauh dengan foto-foto yang ditampilkam kepada pelanggan.

2. Kualitas produk

Baca juga:

Cara Mengkritik Bisnis Teman Tanpa Membuatnya Baper

2
Menjaga kualitas produk sering kesampingkan. (Foto: Pixabay/geralt)

Selalu memperhatikan kualitas produk-produk yang akan dijual kepada pelanggan. Banyak kasus yang dialami pelanggan saat menerima produk menjadi kecewa karena produknya memiliki kualitas yang buruk. Mulai dari produk kadaluarasa sampai produk yang cacat sering diterima oleh konsumen.

Kejadian ini sering terjadi karena pihak penjual yang terlalu sibuk dan fokus saat menjual produk saja. Permintaan pelanggan yang tinggi dan fokus hanya mencari untung menjadi penyebab penjual lalai memperhatikan faktor kualitas.

3. Survei market

3
Komentar pelanggan tidak bisa dianggap remeh. (Foto: Pexels/bongkarn thanyakij)

Butuh keinginan dan rasa peduli yang besar dari pihak penjual untuk selalu rutin melihat respon dan keinginan pelanggan terkait produk. Selalu meminta masukan pihak pelanggan bisa dijadikan indikator dan patokan untuk mengambil langkah antisipasi maupun perbaikan.

Perlu sekali untuk menciptakan hubungan serasi antara penjual dan pembeli. Pelaku usaha harus bisa menerima kritik dan saran pelanggan. Komentar-komentar pelanggan yang membangun seputar produk tidak bisa dianggap remeh.

4. Inovasi

4
Inovasi pelaku usaha untuk menghindari rasa bosan pelanggan. (Foto: 4.Pixabay/jarmoluk)

Tidak cukup hanya urusan menjaga kelayakan produk. Untuk bisa berekspansi dan mengembangkan usaha juga perlu dilakukan inovasi. Tujuannya agar pelanggan tidak merasa monoton dan menjadi bosan dengan produk yang itu-itu saja.

Inovasi sangat bisa banyak didapat justru dari peran serta pelanggan. Pelanggan setia akan ikut berperan memberikan ide dan masukan buat penjual. Penjual dituntut selalu jeli melihat arah dan keinginan market. (lgi)

Baca juga:

Coastal Basement Menjual Produk Ramah Lingkungan Dengan Misi yang Mulia

Penulis : Leonard Leonard
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hidup Mewah Ala Putri Jasmine si Anak Sultan dengan Modal Gaji UMR
Fun
Hidup Mewah Ala Putri Jasmine si Anak Sultan dengan Modal Gaji UMR

Hidup mewah bagai anak sultan meski cuma seorang pegawai biasa-biasa bergaji UMR? Bisa banget kok

Periksa Kondisi Mobil Usai Dipakai Liburan Natal dan Tahun Baru
Hiburan & Gaya Hidup
Periksa Kondisi Mobil Usai Dipakai Liburan Natal dan Tahun Baru

Pentingnya memeriksa kondisi mobil usai digunakan untuk perjalanan jauh dengan beban yang berat.

Cocok untuk Foto, Store Vans di Shanghai Hadirkan Nuansa Instagrammable
Fun
Cocok untuk Foto, Store Vans di Shanghai Hadirkan Nuansa Instagrammable

Selain belanja sepatu kamu juga bisa foto-foto di store ini.

'Shopaholic', Ayo Merapat di Harbolnas 2020
Fun
'Shopaholic', Ayo Merapat di Harbolnas 2020

Harbolnas 2020 telah tiba.

Rekomendasi Film Dokumenter Netflix Jelang Pilpres 2020 di AS
ShowBiz
Rekomendasi Film Dokumenter Netflix Jelang Pilpres 2020 di AS

Rekomendasi film dokumenter bertema politik.

Bulan Ramadan Sebentar Lagi, Siapkan Sarung untuk Amunisi
Fun
Bulan Ramadan Sebentar Lagi, Siapkan Sarung untuk Amunisi

Perang sarung tentunya menggunakan sarung sebagai senjatanya.

4 Game Ponsel Ini Bisa Membantumu Tenangkan Pikiran
Fun
4 Game Ponsel Ini Bisa Membantumu Tenangkan Pikiran

Ada yang terinspirasi dari komik Webtoon lo!

 WWDC 2020 Digelar Hari Ini, Intip Bocoran iOS 14
Fun
WWDC 2020 Digelar Hari Ini, Intip Bocoran iOS 14

WWDC 2020 akan digelar secara virtual.

Perusahaan Inggris Kembangkan Ponsel Pintar Antimikroba Pertama di Dunia
Fun
Perusahaan Inggris Kembangkan Ponsel Pintar Antimikroba Pertama di Dunia

Ponsel pintar ini menjadi yang terbersih di dunia.