Kiai Ma'ruf Amin, Cawapres Keturunan Sunan Gunung Jati? Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin. (MP/Rizki Fitrianto)

ASMA KH Ma'ruf Amin kian melejit usai Joko Widodo resmi mendapuk Rais 'Aam Nahdlatul Ulama tersebut menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019 mendatang.

Selain dikenal sebagai ulama, lelaki kelahiran 11 Maret 1943 di Tangerang, Banten, itu juga dikenal aktif sebagai seorang politisi. Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2007-2010).

Selain itu, Kiai Ma'ruf juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Golongan Islam DPRD DKI Jakarta, anggota MPR-RI dari PKB, Ketua Komisi VI DPR-RI.

Meski demikian, Kiai Ma'ruf tetap termasuk salah satu ulama sepuh nan disegani. Bahkan, sayup-sayup terdengar kabar kalap beliau merupakan keturunan salah satu dari sembilan wali alias Wali Songo. Benarkah?

Darah Wali Songo

Banyak kalangan menyebut Kiai Ma'ruf merupakan keturunan salah seorang ulama besar asal Banten, bernama Syeikh An Nawawi al Bantani. "Berdasarkan nasab (garis keturunan), tidak. Tapi kalau keturunan salah satu Wali Songo, ya," kata KH Ahmad Kuncoro, salah seorang ulama Depok.

Menurut Kiai Ahmad, berdasarkan data yang diperoleh pada saat haul Buya Amin ke-9 tahun 2003, silsilah Kiai Ma'ruf lebih jelas kepada Sunan Gunung Jati. "Kalau diteruskan bisa sampai ke Rasulullah saw," katanya.

Jadi, kata Kiai Ahmad, Kiai Ma'ruf Amin merupakan anak dari Syeikh Muhammad Amin. Syeikh Muhammad Amin merupakan anak dari Syeikh Abdullah. "Abdullah bin Nyi Kati binti Nyi Kanisah binti Syeikh Alim bin Syeikh Abdullah bin Syeikh Ibrahim bin Syeikh Hasan Bashri bin Syeikh Mahmud bin," katanya

"Raden Saleh bin Sultan Abul Mufakhir bin Sultan Maulana Muhammad Nashruddin bin Sultan Maulana Yusuf bin Sultan Maulana Hasanuddin bin Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati," tandasnya.

Tak berhenti di Sunan Gunung Jati, masih berdasarkan Kiai Ahmad, jika diteluri lebih dalam Kiai Ma'ruf juga merupakan keturunan dari Nabi Muhammad saw. "Sangat jelas kalau dirunut dari Sunan Gunung Jati. Dari Syeikh Malik Amatuddin Abdullah, sampai kepada Sayyid Ali Qosam. Kemudian Imam Ja'far As-Shadiq. Lanjut Sayidina Husen, Siti Fatimah, dan berujung kepada baginda Rasullah saw." (*)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH