Khawatir Rem Darurat PSBB Jadi Pepesan Kosong, PSI Tagih Janji Anies Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyampaikan PSBB transisi, Rabu (1/7/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Merahputih.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menagih janji Gubernur Anies Baswedan yang akan melakukan rem darurat PSBB Transisi ke PSBB pengawasan ketat bila kasus COVID-19 terus mengalami kenaikan tajam.

Hingga saat ini Anies juga belum melakukannya. Padahal selama PSBB masa transisi kasus COVID-19 meningkat tajam dengan rata-rata kasus 422 orang perhari.

Baca Juga:

Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi sampai 13 Agustus

"Jangan sampai kebijakan rem mendadak hanya menjadi pepesan kosong. Anies tidak boleh lengah dan ragu untuk menarik rem darurat," ucap Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad di Jakarta, Selasa (4/8).

Klaster-klaster penyebaran COVID-19 makin meluas. Antara lain klaster pasar tradisional lalu merambah ke pemukiman dan klaster perkantoran. Masyarakat juga cenderung salah mengartikan perpanjangan status PSBB masa transisi sebagai kondisi yang sudah kembali seperti semula.

“Tidak ada perbedaan dari tiga kali perpanjangan ini, kita tidak bisa berharap ada perubahan hasil kalau Pemprov DKI hanya berpangku tangan dan sekedar memperpanjang status tanpa ada upaya pencegahan,” terang dia.

Tangkapan layar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan informasi terbaru perkembangan COVID-19. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Menurut Idris, peningkatan jumlah tes PCR yang selalu digadang-gadang Gubernur Anies harus diimbangi dengan pencegahan dan penertiban ketat protokol kesehatan sehingga tidak membebani tenaga kesehatan yang mulai kewalahan menangani lonjakan pasien positif COVID-19.

Anies beberapa kali berjanji akan menarik rem mendadak apabila angka penularan terus melonjak tinggi. Namun hingga saat ini belum pernah jelaskan seperti apa kebijakan rem mendadak yang dimaksud.

Baca Juga:

Fraksi Golkar Sarankan Anies Perpanjang PSBB Transisi dengan Pengawasan Ketat

“Yang terjadi adalah informasi simpang siur di masyarakat, kebijakan rem mendadak hanya menjadi ancaman semu karena hanya Gubernur Anies yang tahu apa maksudnya,” papar Idris. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Begini Cara Buronan Kelas Kakap FBI Tembus Penjagaan Indonesia
Indonesia
Begini Cara Buronan Kelas Kakap FBI Tembus Penjagaan Indonesia

Hasil pemeriksaan diketahui Russ Medlin keluar masuk AS-Indonesia sejak 2012

KPK: Bansos COVID-19 Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Pilkada
Indonesia
KPK: Bansos COVID-19 Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Pilkada

KPK juga telah mengeluarkan tiga surat edaran tentang penggunaan DTKS dan data non-DTKS dalam pemberian bansos ke masyarakat.

 Kabar Gembira, Taman Safari Bogor Siap Kembali Dibuka
Indonesia
Kabar Gembira, Taman Safari Bogor Siap Kembali Dibuka

"Kita sudah bikin program, begitu (pengunjung) masuk kita cuci kendaraannya, pakai masker, lalu mereka kan satu mobil satu mobil, bisa berkeliling tanpa ada gangguan," jelasnya.

LBH Jakarta: Omnibus Law Bentuk Kejahatan Konstitusi
Indonesia
LBH Jakarta: Omnibus Law Bentuk Kejahatan Konstitusi

LBH menyesalkan langkah pemerintah dan DPR yang secara kilat melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja.

Habisi Bos Perkapalan, Pelaku Gelapkan Uang Perusahaan Lebih dari Sekali
Indonesia
Habisi Bos Perkapalan, Pelaku Gelapkan Uang Perusahaan Lebih dari Sekali

"Kerugianya ditaksir sebanyak Rp148.220.160" ungkap Yusri

OTT Wali Kota Cimahi, KPK Sita Uang Rp420 Juta
Indonesia
OTT Wali Kota Cimahi, KPK Sita Uang Rp420 Juta

Dari OTT ini, Tim Satgas KPK disebut turut menyita uang tunai sebesar Rp420 juta.

Menhub Bakal Longgarkan Transportasi Massal, KRL Ikut PSBB
Indonesia
Menhub Bakal Longgarkan Transportasi Massal, KRL Ikut PSBB

PT KCI melaksanakan cek suhu tubuh bagi seluruh pengguna maupun petugas di stasiun.

Tangerang Raya Terapkan PSBB, KRL Tetap Beroperasi
Foto
Tangerang Raya Terapkan PSBB, KRL Tetap Beroperasi

Kementerian Perhubungan memutuskan tidak memberhentikan sementara kegiatan operasional KRL Commuter Line Jabodetabek saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Banjir Bandang Terjang Gunung Mas Bogor, 474 Warga Dievakuasi
Indonesia
Banjir Bandang Terjang Gunung Mas Bogor, 474 Warga Dievakuasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyatakan 474 warga berhasil dievakuasi.

Polisi Perpanjang Masa Penahanan Pendiri Pasar Muamalah Depok
Indonesia
Polisi Perpanjang Masa Penahanan Pendiri Pasar Muamalah Depok

Pengungkapan kasus berawal dari video yang viral di media sosial