Khawatir Muncul Kasus COVID-19, Libur Maulid Nabi Terpaksa Digeser Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin di Depok, Jawa Barat, Senin (2/12/2019). ANTARA/Anom Prihantoro/aa.

Merahputih.com - Pemerintah menggeser hari libur perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang awalnya pada tanggal 19 Oktober menjadi tanggal 20 Oktober 2021.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin menjelaskan pergeseran hari libur ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus COVID-19.

Baca Juga

Kakorlantas Sebut Ganjil Genap Mampu Redam Mobilitas di Puncak

"Sebagai antisipasi munculnya kasus baru COVID-19, maka hari libur Maulid Nabi digeser menjadi tanggal 20 Oktober," kata Kamaruddin dalam keterangannya, Sabtu (9/10).

Kamaruddin mengatakan, pergeseran ini hanya berlaku bagi hari liburnya saja.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin. ANTARA/Anom Prihantoro/aa.

Sementara perayaan atau peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap tidak berubah yakni 19 Oktober atau 12 Rabiul Awal.

"Maulid Nabi tetap pada tanggal 12 Rabiul Awal atau 19 Oktober. Hanya hari libur peringatannya saja yang digeser menjadi 20 Oktober," terangnya.

Baca Juga

595 Pengendara Ditilang karena Langgar Ganjil Genap

Pemerintah juga pernah mengubah hari libur pada peringatan tahun baru hijriah yang seharusnya tanggal 10 Agustus menjadi 11 Agustus 2021.

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
RUU KIA  Atur Cuti Melahirkan akan Disahkan jadi Inisiatif DPR Hari Ini
Indonesia
RUU KIA Atur Cuti Melahirkan akan Disahkan jadi Inisiatif DPR Hari Ini

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, salah satu agenda yang akan bahas adalah pengesahan Rancangan Undang-undang Ibu dan Anak (RUU KIA) sebagai RUU inisiatif DPR.

Kemenkeu Terus Maksimalkan PEN Sektor UMKM Biar Ekonomi Tetap Tumbuh
Indonesia
Kemenkeu Terus Maksimalkan PEN Sektor UMKM Biar Ekonomi Tetap Tumbuh

Pogram PEN sendiri terdiri dari lima klaster yaitu kesehatan; perlindungan sosial; program prioritas; dukungan umkm dan korporasi; dan insentif usaha.

DPR Sebut Kebijakan Lockdown Sementara Wisma Atlet Tepat
Indonesia
DPR Sebut Kebijakan Lockdown Sementara Wisma Atlet Tepat

Kebijakan lockdown sementara wisma atlet dinilai tepat untuk mengantisipasi meluasnya penularan varian omicron.

DKI Diskusi dengan Pempus Terkait Pemberian Kembali Bansos Bagi Warga
Indonesia
DKI Diskusi dengan Pempus Terkait Pemberian Kembali Bansos Bagi Warga

"Nanti kita diskusikan," ucap Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (7/2).

Kawasan Wisata Prioritas Wajib Punya Rumah Sakit Kelas Tipe A
Indonesia
Kawasan Wisata Prioritas Wajib Punya Rumah Sakit Kelas Tipe A

Pemerintah menargetkan 200 juta penduduk Indonesia harus divaksin hingga akhir tahun 2020, meskipun hal itu tidak mudah dan membutuhkan kerja sama semua pihak.

Presiden KSPI Sebut Pengemudi Ojol Berhak Upah Layak dan Jaminan Pensiun
Indonesia
Presiden KSPI Sebut Pengemudi Ojol Berhak Upah Layak dan Jaminan Pensiun

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan pengemudi ojek online (ojol) layak mendapatkan dana pensiun sama seperti pekerja pada umumnya.

Besaran dan Dampak Naiknya Tarif Listrik  Per 1 Juli 2022
Indonesia
Besaran dan Dampak Naiknya Tarif Listrik Per 1 Juli 2022

Angka pelanggan listrik rumah tangga nonsubsidi berdaya 3.500 VA tercatat sebanyak 1,7 juta pelanggan dan berdaya 6.600 VA sebanyak 316 ribu pelanggan.

[Hoaks atau Fakta]: Pakai Masker Bikin Infeksi
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Pakai Masker Bikin Infeksi

sSebagian orang adalah pembawa Staph pada saluran hidung sehingga orang tersebut berpotensi untuk lebih banyak infeksi staph dari pemakaian masker, secara potensial tetapi tidak secara keseluruhan.

Luhut Sebut Sawit Jatuh karena Ukraina, Anggota DPR: Jangan Buang Badan
Indonesia
Luhut Sebut Sawit Jatuh karena Ukraina, Anggota DPR: Jangan Buang Badan

Luhut Binsar Panjaitan diminta tidak "buang badan" soal anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit dan crude palm oil (CPO).