Khawatir Kasus Pertama COVID-19, Korea Utara Menyatakan Keadaan Darurat Kim mengadakan pertemuan darurat sebagai respon. (Foto: Unsplash/Steve Barker)

DI tengah kekhawatiran Korea Utara memiliki kasus pertama virus corona, negara komunis itu telah menyatakan keadaan darurat.Kim Jong-un mengadakan pertemuan darurat sebagai respon dari penemuan seseorang yang tak dikenal yang diduga memiliki COVID-19.

Media pemerintah menyebutkan jika ada seseorang yang secara ilegal melintas perbatasan negara bulan ini. Laman Mirror, menuliskan itu akan menjadi kasus pertama yang secara resmi diakui oleh otoritas Korea Utara. Selama ini Korea Utara mengatakan jika negara itu tidak memiliki sama sekali kasus virus corona baru yang terkonfirmasi.

Baca juga:

Gelombang Baru Kasus COVID-19, Melbourne kembali Lockdown

1
Kasus pertama dibawa oleh seseorang yang menerobos dari Korsel. (Foto: Unsplash/Random Institute)

Kantor berita KCNA memberitakan, Jong-un memberlakukan lockdown di kota perbatasan Kaesong. Dia mengatakan bahwa kejadian ini sebagai situasi kritis di mana virus ganas telah memasuki negara itu.

Menurut KCNA, seseorang yang membelot ke Korea Selatan tiga tahun lalu, kembali melintasi perbatasan yang membagi kedua Korea dengan gejala seperti COVID-19.

Kantor berita itu menuliskan bahwa orang itu diduga masuk ke Korea Utara secara ilegal pada tanggal 19 Juli.

Baca juga:

Kasus Positif COVID-19 di Tiongkok Naik

2
Menjadi kasus pertama yang diakui secara resmi oleh pihak otoritas. (Foto: Unsplash/Random Institute)

KCNA tidak secara khusus menyebutkan apakah orang tersebut telah melewati tes atau tidak. Namun mengatakan hasil yang belum pasti dibuat dari beberapa pemeriksaan kesehatan dari sekresi organ pernapasan atas dan darah orang itu. Hal ini mendorong para pejabat untuk mengkarantina orang tersebut dan menyelidiki dengan siapa saja dia mungkin telah melakukan kontak.

Korea Utara menerima ribuan alat uji virus corona dari Rusia dan negara-negara lain, dan memberlakukan penutupan perbatasan yang ketat. Ribuan orang di Korea Utara telah dikarantina, namun pemberlakuan pembatasan belum lama ini mereda.

Dalam beberapa pekan terakhir, Korea Utara juga meningkatkan kampanye yang mengkritik pembelot ke Korea Selatan sebagai "manusia sampah". Korea Utara juga menyerukan Korea Selatan untuk menindak kelompok yang mengirim pesan propaganda dan bantuan makanan ke Korea Utara.

Jong-un memerintahkan penyelidikan terhadap unit-unit militer di sepanjang perbatasan di tempat orang itu melintas untuk melaksanakan hukuman berat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. (lgi)

Baca juga:

Aerobik, Salah Satu Penyebab Penularan COVID-19 di Korea Selatan

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH