Khas, Bahan Masakan Nusantara ini Jadi Oleh-Oleh Beberapa daerah di Indonesia punya oleh-oleh khas berupa bahan makanan. (foto: anekatempatwisata)

SALAH satu hal yang tak boleh dilupakan ketika melancong ialah membeli oleh-oleh. Buah tangan yang dibawa biasanya merupakan sesuatu yang khas dari daerah tersebut. Lazimnya, oleh-oleh berupa kaus, pernak-pernik suvenir, atau makanan ringan khas daerah.

Namun, ada beberapa daerah di Tanah Air yang justru punya oleh-oleh khas berupa bahan masakan. Itu artinya, kalau membawa pulang oleh-oleh berupa bahan masakan, kamu bisa berkreasi membuat sajian lain dari bahan itu. Berikut Merahputih.com rangkum 10 oleh-oleh bahan masakan khas Nusantara.


1. Terasi

terasi cirebon
Terasi Cirebon hanya terbuat dari rebon asli. (foto: informasicirebon.blogspot)

Bumbu masak hasil fermentasi udang rebon ini punya aroma yang khas. Orang Indonesia akrab dengan terasi mengingat kegemaran menyantap sambal. Ya, terasi memang jadi salah satu bahan yang membuat sambal jadi terasa sedap.

Bukan rahasia lagi bahwa terasi yang sedap berasal dari Cirebon. Bahkan, nama Cirebon sendiri erat terkait dengan pengolahan udang hingga menjadi terasi. Konon, sejak dulu mata pecaharian sebagian besar masyarakat Cirebon ialah menjadi nelayan. Mereka menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai. Selain itu, mereka juga berkreasi membuat terasi, petis, dan garam. Nama Cirebon kemudian muncul dari istilah suguhan cai-rebon, yang dalam bahasa Sunda berarti air sisa pengolahan udang rebon. Lama kelamaan, nama itu berubah menjadi Cirebon.

Mengingat terasi sudah berkembang lama di Cirebon, kamu enggak boleh melewatkan membeli terasi sebagai oleh-oleh. Yang membedakan terasi Cirebon dengan lainnya ialah bahan pembuatnya yang murni hanya udang rebon dan garam. Dengan begitu, rasa pasta udang itu jadi lebih segar dan gurih ketimbang terasi yang dicampur ikan.

Biasanya terasi khas Cirebon berbentuk gelondong atau balok yang cukup besar dengan kemasan sederhana. Sebagai oleh-oleh, pastinya terasi sangat mudah ditemukan di Kota Udang tersebut. Harganya pun bervariasi, tergantung dari persediaan udang rebon di perajin.

2. Tempe Mendoan

tempe mendoan
Paket oleh-oleh tempe mendoan khas Purwokerto. (foto: tripadvisor)

Tempe jadi makanan yang Indonesia banget deh. Rasanya makan kurang lengkap tanpa sajian olahan kedelai yang satu itu. Enggak cuma buat teman makan, tempe juga enak disajikan sebagai camilan, apalagi tempe mendoan. Dengan balutan tepung gurih dan digoreng setengah matang, mendoan nikmat disantap bersama sambal kecap dan teh hangat atau bahkan kopi.

Purwokerto ialah daerah yang jadi penghasil tempe mendoan ternama di Tanah Air. Sebagai penghasil mendoan tempe, kedai tempe mendoan banyak bertebaran di Purwokerto. Mereka tidak hanya menjual tempe mendoan sudah yang matang, tapi juga tempe mendoan mentah untuk dijadikan oleh-oleh para wisatawan.

Kamu bisa membelinya secara satuan atau langsung 1 paket dengan tepung bumbu dan sambal kecap khas sekaligus. Jangan khawatir tempe mentah itu jadi rusak, karena daya tahannya sekitar 3-4 hari. Sebaiknya kamu pilih yang sudah satu paket. Jadi sampai rumah, tinggal goreng tempe mendoan deh. Bagusnya lagi, paketan tempe mendoan mentah itu dikemas dengan wadah anyaman rotan sehingga praktis untuk dibawa.

3. Tauco

tauco
Tak hanya batik, Pekalongan punya tauco sebagai oleh-oleh. (foto: taucoaslipekalongan)

Bukan cuma batik yang jadi andalan Pekalongan. Ada satu bahan masakan yang khas banget dari daerah tersebut, yakni tauco.

Di Pekalongan, tauco jadi bahan dasar dari soto tauto, sajian khas daerah itu. Tauco khas Pekalongan memiliki butiran kedelai utuh yang sangat empuk dan berwarna cokelat kemerahan. Rasanya tidak terlalu asin seperti tauco lainnya, sehingga lebih banyak disukai orang dan cocok sekali dibuat campuran sambal.

4. Bumbu Pecel

bumbu pecel
Bumbu pecel khas Madiun. (foto: youtube)

Nama kuliner pecel Madiun udah kesohor ke mana-mana. Jadi tidak mengherankan jika Madiun jadi asal bumbu pecel nikmat yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh. Meskipun bumbu pecel juga mudah ditemukan di kota lain, bumbu pecel khas Madiun punya rasa nikmat tersendiri. Bukan cuma berbahan dasar kacang tanah, cabai, dan gula merah, bumbu pecel Madiun juga memiliki tambahan jahe, kunyit, hingga gula aren. Tambahan itulah yang bikin rasanya lebih sedap daripada bumbu pecel lainnya.

Jangan lewatkan membawa bumbu pecel sebagai buah tangan dari Madiun jika melawat ke sana ya. Kamu bisa menikmati pecel Madiun nikmat di rumah tanpa ribet.

5. Bawang Goreng

bawang goreng
Bawang goreng khas Palu renyah dan bisa tahan hingga 1 tahun. (foto: wisatapalu)

Bawang goreng kan ada di mana-mana ya, apa spesialnya sampai jadi oleh-oleh ya? Bawang goreng yang jadi buah tangan dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, ini memang spesial. Pasalnya, bahan baku bawang goreng asli Palu itu ialah bawang yang dipercaya hanya bisa tumbuh di Lembah Palu. Cirinya, kandungan airnya amat minim, lapisannya tebal, dan rasanya gurih.

Dengan karakter bahan baku bawang yang khas itu, bawang goreng yang dihasilkan pun jadi wangi dan amat garing. Saking garingnya, sampai bisa anda jadikan camilan dan tahan hingga 1 tahun. Yang pastin, bawang goreng oleh-oleh dari Palu bisa jadi pelengkap nasi goreng dan sajian lainnya.

6. Cakalang Fufu dan Sambal Roa

cakalang fufu
Cakalang fufu dari Manado. (foto: masakandapurku)

Dilimpahi hasil laut yang beraneka rupa, masyarakat Manado punya berbagai cara untuk mengawetkan ikan. Dua cara pengolahan yang banyak dikenal ialah pengasapan dan dibuat jadi sambal. Ikan cakalang dan roa adalah 2 jenis ikan yang paling banyak diolah dengan cara tersebut. Ikan cakalang yang diasap dikenal dengan makanan cakalang fufu, sedangkan ikan roa diolah jadi sambal roa.

Dua makanan tersebut sangat populer untuk dijadikan oleh-oleh khas Manado. Cakalang fufu ini bisa kamu olah menjadi hidangan berkuah santan. Sementara itu, sambal roa bisa dijadikan campuran bumbu nasi goreng. Pasti enak.


7. Ikan Seluang

ikan seluang
Banjarmasin punya ikan seluang yang renyah. (foto:oleh-olehkhasbanjarmasin)

Satu lagi daerah dengan hasil ikan melimpah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bedanya, Banjarmasin yang merupakan daerah yang berupa delta banyak menghasilkan ikan air tawar. Salah satu hasil perikanan kota itu ialah ikan seluang.

Ikan tersebut berukuran kecil, kira-kira sebesar ibu jari orang dewasa. Biasanya ikan seluang untuk oleh-oleh telah diolah dengan digoreng garing berbalut tepung. Pastinya enak banget dimakan dengan nasi panas dan sambal pedas.

8. Teri

teri medan
Teri nasi atau teri Medan yang khas. (foto: omiyago)

Kota Medan di Sumatra Utara terkenal denngan produksi ikan teri. Ikan kecil itulah yang dijadikan oleh-oleh khas Medan. Teri Medan berwarna putih bersih dan berukuran amat kecil. Lazimnya, oleh-oleh teri Medan dijual dalam dua jenis, yakni teri mentah dan yang sudah diolah dengan sambal balado. Beli saja kedua jenis olahan teri Medan. Pasti sedap.


9. Kepiting Karaka

kepiting karaka
Kepiting karaka khas Timika. (foto: timikaunique)

Jika berkesempatan melancong ke tanah Papua, jangan ragu untuk membawa pulang hasil perikanan di sana, yakni kepiting karaka atau kepiting hitam bakau. Kepiting karaka berukuran sangat besar, apalagi capit-capitnya. Rasa daging karaka tidak terlalu manis, jadi cocok untuk diolah dengan berbagai bumbu dan saus, seperti saus padang, saus tiram, dan dicampur ke dalam sup.

Kepiting karaka banyak ditemukan di daerah teluk karena kaya akan tanaman bakau. Namun, yang paling terkenal ialah yang berasal dari daerah Mimika karena akses menuju ke sana terbilang mudah.

10. Kerupuk Rambak

kerupuk rambak
Kerupuk rambak bisa dicampur dalam lodeh. (foto: warunghalal)

Tak bisa makan tanpa kerupuk? Jika iya, jangan lewatkan membeli kerupuk rambak dari Lombok. Kerupuk rambak ialah kerupuk kulit yang terbuat dari kulit sapi dan kerbau.

Di Lombok, kerupuk rambak dijual juga dalam bentuk mentah. Rambak mentah bisa kamu olah dengan cara digoreng atau dicampur dalam lodeh atau disayur santan.

Wah, beragam kan bahan masakan khas dari seluruh Nusantara. Saat membeli, pastikan dalam jumlah yang tak berlebih. Apalagi untuk bahan masakan yang enggak tahan lama. Jangan sampai oleh-oleh yang kamu bawa malah rusak sebelum sempat kamu habiskan. (dwi)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH