KH Ma'ruf Amin Bocorkan Isi Pembicaraan dengan Megawati Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin, di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (9/5). Foto: MP/Kanugrahan

MerahPutih.com - Cawapres KH Ma'ruf Amin menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediamannya. Keduanya membahas mengenai banyak hal, terutama soal kondisi negara. Menurut Megawati, dirinya sudah mengenal lama Ma'ruf Amin.

"Pak Ma'ruf ini kan sebelum menjadi calon wapres, kan sudah dilantik sama-sama saya di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Ya ini kangen kangenan saja. Karena kan sudah lama tidak bertemu, dan kebetulan kan tadi juga BPIP ketemu dengan presiden. Jadi, ya saya masih merasa beliau juga harus mengetahui apa saja tadi pertemuan dengan presiden-BPIP. Itu saja," kata Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/6).

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: MP/Win)
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: MP/Win)

Megawati melanjutkan, terkait wacana rekonsiliasi, dirinya meminta agar semua pihak menunggu penetapan pemenang Pemilu yang bakal diumumkan pada 22 Mei mendatang.

"Karena kan kita ini negara hukum ya. Jadi ya seharusnya seluruh warga negara menurut saya dan beliau sama sama sepakat dari sejak di BPIP, seluruh warga negara ya harus mengetahui hal itu. Karena bayangkan kalau kita sebagai nations sebagai negara tidak ada tatacaranya, sehingga ya saya lalu mengatakan dari semua pihak sebenarnya harus menunggu hasil pemilu yang nanti tanggal 22 diumumkan, setelah itu secara proses hukum tidak sebenarnya semuanya sudah ada tata caranya. Jadi ya tunggu saja ya," jelas Megawati.

Sementara itu, Ma'ruf Amin mengaku bersama Megawati bertekad terus melakukan penguatan terhadap pancasila.

"Jangan sampai ada yang tidak punya komitmen, untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara," jelas Ma'ruf yang mengenakan sarung inj.

Ma'ruf beranggapan, dalam semua masalah, termasuk juga dalam masalah pileg dan pilpres semua pihak harus berada di bingkai Pancasila.

"Jangan sampai keluar. Kalau sampai keluar ini sangat berbahaya. Makanya itu saya mendorong bersama sama supaya kembali bekerja di jalur konstitusi. Ini berbahaya kalau ini dibiarkan, anarkis. Ha itu kira kira pembicaraan kita itu," terang Ma'ruf.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawa(i Soekarnoputri, menerima kunjungan Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin, di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (9/5/2019). (Antaranews/Riza Harahap)
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin, di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (9/5/2019). (Antaranews/Riza Harahap)

Ma'ruf pun mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

"Saya ingin mengulangi, pemilu ini bukan barang baru, kita sudah melakukannya dari tahun 19t5, dan sama sekali bayangkan, kalau berapa tahun peralihan pemerintahan kan sudah berapa kali dan sama sekali ya, menurut saya selalu dinikmati oleh rakyat. Jadi ya memang pada saat sekarang ini semuanya menginginkan dari baik dari yang namanya 01 maupun 02 yasudah tidak perlu ribut2, karena semuanya sudah diatur, dari hukum formal Indonesia," pungkas Ma'ruf. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH