KH As’ad Said Ali: Pancasila Menyatukan Perbedaan Lambang negara (Foto: kemendagri.go.id)

MerahPutih.com - Indonesia memiliki 1.340 suku, tetapi meski berbeda-beda tetap satu. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika terbukti mampu menyatukan keragaman yang ada di Indonesia.

Mantan Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali mengatakan Pancasila merupakan hasil ijitihad ulama dan kelompok nasionalis. Kemudian, dikawinkan dengan sistem berbasis modern dengan Islam dan kondisi yang ada di Indonesia.

"Pancasila terbukti menjadi alat pemersatu dan penguat bangsa. Karena itu marilah kita pelihara, kita kembangkan sesuai perkembangan zaman agar kita terhindar dari perpecahan,” katanya di Jakarta, Jumat (6/10).

Pada zaman dahulu, Indonesia adalah negara kerajaan yang memberlalukan hukum adat dan juga hukum Islam.

"Hebatnya, dua hukum itu dapat berlaku secara bersamaan. Di zaman modern, dua hukum itu bertambah yaitu hukum modern. Tapi, Pancasila terbukti mampu mensinkronkan ketiga hukum itu dan disesuaikan dengan perkembangan zaman," sambungnya.

Berbeda dengan di Arab Saudi, lanjut As'ad, di sana hanya berlaku hukum Islam. Di Indonesia, tidak boleh memaksakan hukum Islam dengan adat dan budaya yang berlaku di indonesia.

Mantan Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) ini juga menegaskan Pancasila menjamin hak kolektif seluruh warga negara tanpa membedakan identitas. Pada peristiwa 1998, misalnya, warga Tionghoa diusir oleh rakyat pribumi dari Indonesia. Namun, dengan landasan nilai Pancasila pemerintah menjaga dan melindungi warga Tionghoa tersebut karena mereka juga memiliki hak kolektif sebagai warga negara Indonesia.

As'ad mengutarakan, saat ini ada tantangan besar untuk tetap menjaga Pancasila sebagai pandangan berbangsa dan bernegara. Pasalnya, ada beberapa kelompok yang bertentangan dan bahkan menolak dasar negara tersebut.

“Pancasila harus kembali seperti dulu, yang dapat menjadi pemersatu bangsa Indonesia.” kata Kiai As’ad. (*)


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH