Keyakinan Terhadap Kenaikan Suku Bunga Berkurang, Rupiah Menguat Signifikan Cadangan uang tunai rupiah. (Foto: Setkab)

MerahPutih.Com - Nilai kurs rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis (13/12) sore menguat signifikan. Pada Kamis rupiah menguat sebesar 102 poin Rp14.499 dibandingkan sebelumnnya Rp14.601 per dolar AS.

Penguatan rupiah tersebut, menurut Ariston Tjendra yang juga Kepala Riset Monex Investindo Futures dipengaruhi aksi The Fed (bank sentral AS) yang masih menunda kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut, menyebabkan pelaku pasar kurang yakin terhadap keputusan the Fed sehingga dolar AS tertekan dihadapan mayoritas mata uang dunia termasuk rupiah.

Berkurangnya keyakinan terhadap kenaikan suku bunga memberikan dampak positif pada rupiah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (Foto: screenshot NET.TV)

"Tingkat keyakinan kenaikan suku bunga the Fed pada Desember sekitar 70 persen, sebelumnya sekitar 90 persen, jadi masih tanda tanya, kondisi itu memicu tekanan dolar AS," kata Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (13/12).

Sedianya, the Fed akan mengadakan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 18-19 Desember 2018, salah satunya menentukan kebijakan suku bunga acuannya.

Untuk 2019, lanjut dia, kenaikan suku bunga acuan the Fed juga diperkirakan tidak seagresif seperti tahun ini sehingga peluang apresiasi rupiah dapat berlanjut.

Terkait sentimen dari dalam negeri, menurut Ariston Tjendra sebagaimana dilansir Antara, relatif cukup kondusif, tercermin dari data cadangan devisa yang meningkat dan inflasi yang terjaga.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (13/12), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp14.536 dibanding sebelumnya (12/12) di posisi Rp14.577 per dolar AS.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pariwisata Sulawesi Utara Tahun 2019 Alami Peningkatan Signifikan



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH