Keuangan Sosial Syariah dan Filantropi untuk Pulihkan Indonesia dari COVID-19 Penting adanya kolaborasi untuk pulihkan Indonesia dari COVID-19 (Foto: Pexels/cottonbro)

INDONESIA harus pulih dari COVID-19. Untuk mewujudkan hal ini, penting adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Kolaborasi akan memudahkan masyarakat Indonesia untuk bangkit dari situasi pandemi.

Oleh karena itu, United Nations Development Programme (UNDP), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), PT Principal Asset Management (Principal), dan PT Ammana Fintek Syariah (Ammana) meluncurkan kemitraan baru.

Baca juga:

Pentingnya Kolaborasi untuk Pertahankan Bisnis Daring di Tengah Pandemi

Rilis pers yang diterima merahputih.com mengatakan kemitraan ini merupakan bagian dari respons sosial-ekonomi UNDP terhadap COVID-19 di Indonesia. Di balik kemitraan ini ada pula peran kerjasama pemerintah, sektor swasta, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kemitraan ini bertolak dari keberhasilan proyek UNDP-BAZNAS yang membangun lima pembangkit listrik mikrohidro di daerah terpencil Jambi. Di sana ada 4.000 penduduk miskin yang sangat membutuhkan listrik.

UNDP, Baznas, Principal, dan Ammana meluncurkan kemitraan baru untuk pulihkan Indonesia dari COVID-19 (Foto: Istimewa)

Ditandatangani di Principal Institute, kemitraan ini memungkinkan replikasi sinergi tersebut. Kemudian akan menyediakan program pemulihan bencana kepada sekitar 10.000 orang di desa Sambil Elen, Lombok dan desa Tuva di Sulawesi Tengah.

Fokus lainnya pada kemitraan ini ialah berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya yang terkait dengan kemiskinan, ketimpangan, dan energi.

Memorandum of Understanding (MOU) yang baru ditandatangani akan membantu pemanfaatan dana filantropi Islam dan fintech syariah. Dengan akses ke energi, penduduk di desa-desa tersebut akan dapat mengolah komoditas lokal seperti kopi, jambu mete, madu, dan karet untuk dijual.

Proyek ini juga memungkinkan warga desa memperoleh keterampilan baru, yaitu meningkatkan produksi tanaman dan memelihara perkebunan untuk bisnis tangguh dan berkelanjutan, yang berfokus pada komoditas lokal.

Baca juga:

Panta Capital x Kopi Mantan, Kolaborasi untuk Kemajuan Bisnis

"Tambahan kolaborasi ini tentunya akan semakin memperkuat program kita dan akan lebih banyak lagi masyarakat terdampak pandemi dapat terbantu nantinya," ujar Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo.

Christophe Bahuet, Kepala Perwakilan UNDP, mengatakan Pandemi COVID-19 memiliki dampak social-ekonomi yang destruktif.

kemitraan ini merupakan bagian dari respons sosial-ekonomi UNDP terhadap COVID-19 di Indonesia (Foto: Pexels/Anna Shvets)

Situasi sekarang ini akan menambah tantangan pemulihan dan pembangunan pada masyarakat yang rentan atau menderita dari bencana alam baru-baru ini. "Inilah yang akan kita lakukan melalui kerangka kemitraan baru ini," Kata Christophe Bahuet.

Principal, sebagai perusahaan aset manajemen percaya kerja sama ini akan berkontribusi dalam mencapai SDGs dan memberikan dampak signifikan kepada masyarakat.

Principal dan UNDP memiliki misi yang sama, yaitu untuk menciptakan berbagai dampak positif dalam aspek ekonomi dan lingkungan. "Kami juga ingin menginspirasi masyarakat, investor, pelaku bisnis, dan pihak lainnya di Indonesia untuk mendukung pencapaian SDGs," ujar Agung Budiono, CEO Principal.

Kemitraan ini dilaksanakan melalui Innovative Finacing Lab UNDP dengan tujuan meningkatkan dan memanfaatkan keuangan sosial. Contohnya seperti zakat dan hibah mikro yang ditargetkan melalui perusahan fintech untuk tujuan pembangunan berkelanjutan. (ikh)

Baca juga:

Kolaborasi Hotel dan Platform Donasi Membantu Memerangi COVID-19

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH