Ketum Peradi Pergerakan Minta Organisasi Advokat Peka Pada Penderitaan Rakyat Foto ilustrasi pengacara/Pixabay

MerahPutih.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Pergerakan, Sugeng Teguh Santoso meminta organisasi advokat peka pada penderitaan rakyat, khususnya yang tidak mampu. Hal ini sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

"Komunitas advokat direndahkan dianggap hanya pelengkap penderita karena juga perilaku kita advokat yang merendahkan martabat profesi semata-mata pertimbangan ekonomi," kata Sugeng dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (30/10)

Dia mengingatkan Pasal 22 UU Advokat bukan pajangan semata. Pasal itu berbunyi, "Advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu."

Baca Juga

Mike Pompeo ke Indonesia, Tiongkok Nilai AS Picu 'Perang Dingin' dan Virus Politik

Menurut dia, Peradi Pergerakan hadir untuk membantu pemerintah menegakkan prinsip negara hukum. Pihaknya mendorong pewujudan demokrasi, menjaga peradilan yang bebas, dan melindungi hak asasi warga.

Peradi Pergerakan sebagai organisasi advokat, kata dia, harus memiliki ciri khas. Salah satunya, pihaknya perlu menjadikan keberadaan advokat di tengah masyarakat bukan hanya dikenal mencari uang semata, tetapi memiliki kepekaan tinggi terhadap keadilan sosial.

Sugeng mencontohkan advokat harus berada di garda terdepan memberi pencerahan soal Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Advokat harus melihat UU itu sudah sesuai dan memenuhi konstitusionalitas sebagai UU atau tidak.

Baca Juga

Suharso Pakai Jet Pribadi saat Konsolidasi Partai, Elite PPP: Dari Mana Uangnya?

"Dalam perspektif tugas advokat menegakkan keadilan, kebenaran, dan hukum, advokat dan organisasi advokat harus memahami politik hukum dalam penyususunan UU," pungkasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Periksa Sekda Bekasi Terkait Kasus Rahmat Effendi
Indonesia
KPK Periksa Sekda Bekasi Terkait Kasus Rahmat Effendi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Reny Hendrawati, Kamis (17/2).

Minim Regenerasi, Indonesia Bakal Kekurangan Dokter Gigi Spesialis
Indonesia
Minim Regenerasi, Indonesia Bakal Kekurangan Dokter Gigi Spesialis

Saat ini, sebagian besar dokter gigi terutama spesialis masih menumpuk di kota-kota besar.

Polisi Susun Strategi Redam Polarisasi di Pemilu 2024
Indonesia
Polisi Susun Strategi Redam Polarisasi di Pemilu 2024

Polri akan terus mengaktifkan patroli siber bersama untuk memberikan peringatan kepada orang-orang yang menyebarkan konten-konten provokatif.

[HOAKS atau FAKTA]: Gerakan Disiplin Siswa Sasar Siswa Tidak Pakai Masker Buat Dikarantina
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Gerakan Disiplin Siswa Sasar Siswa Tidak Pakai Masker Buat Dikarantina

Pesan serupa pernah beredar sebelumnya dengan lokasi yang berbeda, salah satunya beredar di Klaten, Jawa Tengah pada 2020 lalu.

Jerman Gelontorkan Rp 2.940 Triliun Stabilkan Ekonomi dan Inflasi
Indonesia
Jerman Gelontorkan Rp 2.940 Triliun Stabilkan Ekonomi dan Inflasi

Harga listrik dan gas harus dibatasi, untuk meringankan beban konsumen dan perekonomian. Sebelum krisis energi, pemerintah sudah memberikan paket bantuan inflasi senilai 95 miliar euro.

Gibran Serahkan Kasus Kematian Suporter PSS Sleman ke Manajemen Persis
Indonesia
Gibran Serahkan Kasus Kematian Suporter PSS Sleman ke Manajemen Persis

"Yo mengko tak hubungi manajemen sik ya. Nanti (santunan) biar diurus manajemen Persis Solo," katanya.

Nostalgia Prabowo Jadi Tukang Pijit Gus Dur
Indonesia
Nostalgia Prabowo Jadi Tukang Pijit Gus Dur

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali melanjutkan safari Lebaran di Jawa Timur. Kali ini Menteri Pertahanan tersebut mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng di Jombang (4/5).

Utang Negara Bertambah, AHY: Pemindahan IKN Jangan Sampai Gagal
Indonesia
Utang Negara Bertambah, AHY: Pemindahan IKN Jangan Sampai Gagal

Pemerintah harus hati-hati dalam melakukan proses pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Panajam Paser, Kalimantan. Sebab, proyek tersebut bisa saja gagal, bila prosesnya tidak dilaksanakan secara matang dan tidak memiliki sumber daya yang mempuni. Terlebih pembangunan kota baru harus mempunyai dana yang cukup besar.

Jelang Penetapan Tersangka Baru, Rumah Ferdy Sambo Dijaga Ketat Brimob
Indonesia
Jelang Penetapan Tersangka Baru, Rumah Ferdy Sambo Dijaga Ketat Brimob

Rumah pribadi Sambo itu hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah dinas kawasan Duren Tiga yang diduga jadi lokasi pembunuhan Brigadir J.

Persiapan KTT G20 Sudah 100 Persen, Luhut: Kita Bukan Bangsa Ecek-Ecek
Indonesia
Persiapan KTT G20 Sudah 100 Persen, Luhut: Kita Bukan Bangsa Ecek-Ecek

Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November mendatang.