Ketum PBNU Sebut Ulama Harus Serukan Persatuan Bukan Kebencian, Sindir Ijtima Ulama III? Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) PBNU KH Said Aqil Siradj. Foto: MP/Kanugrahan

MerahPutih.com - Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (3/5). Acara tersebut diselenggarakan untuk menyikapi situasi dan kondisi bangsa agar tetap terjaga stabilitas keamanan dan ukhuwah Islamiyah.

Multaqo ini diinisiasi dan dihadiri oleh ulama sepuh KH Maimun Zubair dan Habib Lutfi bin Yahya yang dihadiri 1500 orang peserta dari para ulama sepuh, berbagai ormas, para habaib, para cendekiawan muslim.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) PBNU KH Said Aqil Siradj
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) PBNU KH Said Aqil Siradj. Foto: MP/Kanugrahan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan, pertemuan ini betul-betul diikuti para ulama.

"Pertemuan ini adalah betul-betul yang bertemu para ulama, para habaib, ulama yang memiliiki pesantren dan umat. Yang betul-betul paham, mumpuni tentang agama. Dan ulama yang hidup bersama Umat. Termasuk ulama yang membimbing, mengasuh dan mengayomi," kata Said saat acara di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (3/5).

Menurut Said, pertemuan ini bertujuan untuk mengajak umat setelah massa pemilu untuk bersatu.

"Sayangilah bangsa Indonesia ini. Mari, prioritaskan persatuan. Islam mengajarkan persatuan, Islam mengajarkan ukhuwah persaudaraan, Islam mengajarkan budaya akhlakul karimah, Islam melarang kekerasan apalagi chaos dan konsitusional," jelas Said.

Said lantas menyorotu soal Ijtima Ulama Jilid III yang baru saja selesai dengan salah satu rekomendasinya ada dugaan kecurangan dalam pemilu dan mendesak Jokowi-Ma'ruf didiskualifikasi.

"Setahu saya ulama ya ini (acara Multaqo). KH Maimun Zubair, KH Anwar Iskandar. Yang punya santri, yang punya pesantren, paham tentang tafsir, hadist, fiqih, ilmu kalam, peradaban," ungkap Said.

Bukan hanya ulama yang dinilai Said hanya mengandalkan tampilan saja.

"Tapi yang paham ilmu agama. Saya nggak tahu (Ijtima ulama). Islam itu membangun ukhuwah, dan melarang permusuhan sesama bangsa," imbuh Said yang mengenakam peci hitam dan batik lengan panjang ini.

Ia mengajak, agar semua pihak membangun kembali persatuan.

"Jangan sampai kita gara-gara Pilpres sampai kayak negara-,negara di Timur Tengah. Nauzubillah, sampai perang saudara, sampai pecah. Jangan sampai. Tunjukkan bangsa Indonesia khususnya umat Islam berdewasa. Pemilu boleh berbeda pilihan, tapi kita tetap bersatu," imbuh Said.

Penggagas Ijtima Ulama III, Bachtiar Nasir. (MP/Kanugrahan)
Penggagas Ijtima Ulama III, Bachtiar Nasir. (MP/Kanugrahan)

Point dalam Multqo ini antara lain meminta seluruh umat Islam wajib taat kepada keputusan KPU, BAWASU dan MK jika menyangkut masalah hasil pemilu, karena mereka adalah lembaga negara yang diberi wewenang berdasarkan UU untuk menyelenggrakan pemilu dan mengumumkan hasilnya. Sebaiknya umat Islam menghindari tindakan yang mengarah kepada bughat.

Multaqo alim ulama menghimbau ummat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan, perdamaian, dan situasi yang kondusif, dengan mengedepankan persamaan sebagai ummat manusia yang saling bersaudara satu sama lain, daripada menonjolkan perbedaan yang bersifat kontra produktif.

Selain itu, multaqo juga mengajak seluruh ummat islam di Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH