Ketum PBNU Khawatir Serangan Israel-AS terhadap Iran Bisa Bangkitkan Radikalisme

Frengky AruanFrengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
Ketum PBNU Khawatir Serangan Israel-AS terhadap Iran Bisa Bangkitkan Radikalisme

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf. (Dok PBNU)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf mengecam serangan militer Amerika Serikat dan Israel atas Iran yang terjadi sejak Sabtu, 28 Februari 2026.

Gus Yahya menilai tindakan tersebut sebagai langkah yang sangat berbahaya bagi stabilitas global.

Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali.

“Ini bisa menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme," ujar Gus Yahya dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/3).

Menurutnya, agresi tersebut bukan hanya berdampak pada kawasan yang terdampak langsung, tetapi juga berisiko memperluas ketegangan geopolitik secara global.

Selain mengecam serangan tersebut, Gus Yahya juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya pemimpin Agung Iran, Ali Khamenei akibat serangan tersebut.

Baca juga:

Tangker di Selat Hormuz Jadi Target Serangan Balasan Iran, Kapal AS dan Inggris Terbakar

Ia mengajak umat Islam di seluruh dunia serta komunitas internasional untuk turut mendoakan bangsa Iran agar diberi keteguhan dan kekuatan dalam menghadapi situasi sulit ini. Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan di tengah konflik yang kian memanas.

Namun demikian, Gus Yahya juga menyoroti tindakan balasan Iran terhadap sejumlah negara yang dinilai tidak memiliki alasan yang dapat diterima secara internasional.

Ia menyayangkan langkah tersebut karena berpotensi memperluas eskalasi konflik dan memperumit proses penyelesaian damai.

"Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar titik-titik yang diduga menjadi tempat tentara Amerika, namun apa pun, serangan itu justru akan memperburuk situasi," terangnya.

Tak hanya itu, Gus Yahya juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya meredakan ketegangan dan mendorong penyelesaian damai.

"Kami juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat. Ini amanat konstitusi kita," sambungnya. (Knu)

#Militer #Serangan Israel #Amerika Serikat #Iran #PBNU #Gus Yahya #Konflik Timur Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - 58 menit lalu
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Rudal Balistik Houthi Hantam Istana Yaman, 5 Tewas 16 Luka-Luka
Lima rudal balistik Houthi hantam Istana Presiden Al-Maashiq di Aden, Yaman. 5 orang tewas dan PM Shaya al-Zindani selamat. Simak berita selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Rudal Balistik Houthi Hantam Istana Yaman, 5 Tewas 16 Luka-Luka
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
Ketidakstabilan Timur Tengah Meningkat Usai Houthi Serang Bandara Riyadh
Von der Leyen memperingatkan bahwa serangkaian serangan tersebut berkontribusi pada meningkatnya ketidakstabilan di kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Ketidakstabilan Timur Tengah Meningkat Usai Houthi Serang Bandara Riyadh
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Bagikan