Ketum KNPI Duga Bekingan Abu Janda Ingin Merusak NKRI Abu Janda. ANTARA/Livia Kristianti

MerahPutih.com - Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama menduga bekingan atau pelindung Permadi Arya alias Abu Janda adalah sosok yang ingin merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita semua tahulah, sepak terjang Abu Janda ini, sudah berkali-kali, tidak hanya kali ini saja (ujaran rasis terhadap Natalius Pigai) tapi sama sekali belum tersentuh hukum. Maka Patut diduga kuat bekingan Abu Janda ini ingin merusak NKRI," kata Haris dalam diskusi daring, Sabtu (30/1).

Baca Juga

Mabes Polri Pelajari Kasus Dugaan SARA yang Menjerat Abu Janda

Haris curiga, Abu Janda yang selama ini dikenal sebagai pendukung pemerintah justru ingin menghancurkan citra Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya, ketika DPP KNPI melaporkan Abu Janda, hampir semua partai politik yang berada di dalam kubu pemerintah mendukung upaya penegakan hukum terhadap Abu Janda.

Tak hanya itu, kata Haris, klaim Abu Janda yang mengaku sebagai warga Nahdlatul Ulama (NU) lantaran kerap menggunakan atribut Banser, justru dibantah oleh petinggi PBNU.

Permadi Arya alias Abu Janda (Foto: Twitter @permaditivist)
Permadi Arya alias Abu Janda (Foto: Twitter @permaditivist)

PBNU bahkan menganggap Abu Janda bukan nahdliyin dan sikapnya selama ini tidak mewakili ormas Islam tertua di Indonesia itu.

"Kalau kita lihat fakta-fakta tadi, dia (Abu Janda) di pemerintahan tidak diakui, buktinya parpol di pemerintahan minta aparat menindak tegas, oleh NU juga tidak diakui namun memakai atribut-atribut NU setiap sepak terjangnya selama ini," ujar Haris.

Sebelumnya, Katib Syuriah PBNU, KH Zulfa Mustofa MY menilai ada pihak yang sengaja memakai Abu Janda dengan segala pernyataan-pernyataannya di media sosial untuk memnhat Indonesia menjadi gaduh.

"Yang bersangkutan sepertinya dengan pernyataan-pernyataannya selama ini 'dipakai' pihak tertentu untuk sebuah kepentingan agar bangsa Indonesia gaduh, umat Islam tidak bersatu dan saling membenci satu sama lain," kata KH Zulfa Mustofa MY dalam keterangannya, Jumat (29/1).

Dengan begitu, kata dia, rakyat lupa untuk melakukan hal-hal yang produktif untuk umat dan bangsa, misalnya bersatu dalam menyelesaikan pandemi, mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak tepat dan menjadi lupa pada kasus-kasus besar yang mesti diproses secara hukum. (Pon)

Baca Juga

Abu Janda Dipolisikan atas Dugaan Penyebaran SARA

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vaksin Nusantara Tuai Polemik, Ulama sampai Artis Teater Nyatakan Dukungan ke BPOM
Indonesia
Vaksin Nusantara Tuai Polemik, Ulama sampai Artis Teater Nyatakan Dukungan ke BPOM

Integritas dan independesi BPOM tidak perlu diragukan lagi. BPOM selama ini telah mengabdi untuk menjaga kesehatan masyarakat di NKRI.

Kapolri Peringatkan Anak Buahnya Jaga Citra dan Kepuasaan Terhadap Polisi
Indonesia
Kapolri Peringatkan Anak Buahnya Jaga Citra dan Kepuasaan Terhadap Polisi

Capaian kinerja 100 hari Kapolri, secara umum mencapai 100 persen

Tak Divaksin Dosis Kedua Gegara Demam, Wakil Wali Kota Depok Positif COVID-19
Indonesia
Tak Divaksin Dosis Kedua Gegara Demam, Wakil Wali Kota Depok Positif COVID-19

Ia berharap agar Pradi cepat dinyatakan sembuh dan pulih

Alasan Perlunya Pemerintah Beri Kepastian Investasi di Bidang Pertahanan
Indonesia
Alasan Perlunya Pemerintah Beri Kepastian Investasi di Bidang Pertahanan

Investasi yang dilakukan secara langsung di tahun 2021-2024 akan meningkatkan posisi tawar Indonesia

Indikator Ekonomi Dalam Negeri Terus Membaik
Indonesia
Indikator Ekonomi Dalam Negeri Terus Membaik

Sejumlah kebijakan pemerintah seperti insentif relaksasi PPnBM untuk Kendaraan Bermotor (KB), serta PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk Rumah Tapak dan Rumah Susun di sektor properti mendorong gerak perekonomian.

Pimpinan DPR Minta Panglima TNI Kerahkan Pasukan Cari KRI Nanggala-402
Indonesia
Pimpinan DPR Minta Panglima TNI Kerahkan Pasukan Cari KRI Nanggala-402

"TNI AL dan Bakamla diharapkan segera berkoordinasi untuk menemukan titik koordinat kapal yang hilang kontak tersebut," kata Azis dalam keterangan tertulis, Kamis (22/4).

26 Orang Saksi Diperiksa dalam Kasus Dugaan Pidana Perbankan PT Bosowa
Indonesia
26 Orang Saksi Diperiksa dalam Kasus Dugaan Pidana Perbankan PT Bosowa

Penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa puluhan orang saksi dan tiga saksi ahli terkait kasus ketidakpatuhan mantan Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa atas perintah OJK.

Polisi Tangkap Penjual Senjata Pada Pelaku Penyerang Mabes Polri
Indonesia
Polisi Tangkap Penjual Senjata Pada Pelaku Penyerang Mabes Polri

Pelaku pelaku penyerangan Mabes Polri berinisial ZA, menggunakan senjata jenis Airgun berkaliber 4,5 MM.

Ketua The Jakmania Mangkir dari Panggilan Polisi
Indonesia
Ketua The Jakmania Mangkir dari Panggilan Polisi

Ketua The Jakmania, Dicky Soemarno mangkir dari panggilan polisi

KAI DAOP 7 Madiun Klaim Zero Kecelakaan di Tahun 2020
Indonesia
KAI DAOP 7 Madiun Klaim Zero Kecelakaan di Tahun 2020

PT KAI Daop 7 Madiun mencatat zero kecelakaan kereta api (KKA) dalam kinerja operasional keselamatan perjalanan selama kurun waktu 1 Januari hingga 31 Desember 2020.