Ketum FPI Mangkir dari Panggilan Polisi Ketua Umum FPI KH. Ahmad Sobri Lubis (Foto:Ummatpos))

MerahPutih.com - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis, diagendakan untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan upaya makar pada hari ini

Rencananya pemeriksaan dilakukan di Markas Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.00 WIB. Terkait hal ini, polisi belum bisa memastikan apakah Sobri hadir atau tidak. Sejauh ini berdasar pengakuan pengacara Sobri, nampaknya dia tak bisa hadir karena masih ada safari dakwah di Aceh.

Baca Juga

Hari Ini Polisi Bakal Periksa Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis

"Kita tunggu saja (datang atau tidak)," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/9).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono benarkan adanya pemeriksaan terhadap Ahmad Sobri Lubis
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono. (Foto: Antaranews)

Polisi mengaku belum tahu kalau Sobri ada agenda safari dakwah di Aceh. Jika nantinya Sobri tak hadir, lanjut Argo, maka penyidik akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadapnya. Tapi, kapan pemanggilan ulang itu dilakukan semua tergantung keputusan penyidik.

"Kalau tidak datang, diagendakan ulang," ucapnya.

Argo sempat menjawab soal pernyataan pengacara yang heran Sobri dipanggil untuk kasus yang mana. Kata Argo, pemanggilan ini bisa dijadikan waktu bagi Sobri untuk bertanya jika merasa ada yang janggal dalam pemanggilan ini.

"Silahkan saja disampaikan di pemeriksaan ya," kata Argo.

Menanggapi pemanggilan tersebut, kuasa hukum FPI Sugito Atmo Pawiro mengatakan, pihak terkejut atas pemanggilan sebagai aksi tersebut. Ini karena kliennya tidak ada ditempat yang disebut sebagai lokasi makar yang disebut pihak polisi terjadi pada 17 April 2019.

"Lalu perkara yang mana ya kalau soal makar. Kalau sebagai saksi soal peristiwa 17 April 2019 di Jl Kartanegara dia tak ada di sana. Meski begitu dia terlihat santai menanggapi pemanggilan tersebut. Namun, untuk pemeriksaan sebagai saksi makar di Polda yang direncanakan pada hari ini beliau tidak datang. Ustaz Sobri tengah berada di Aceh untuk acara safari dakwah," kata Sugito kepada wartawan.

Baca Juga:

Polda Metro Ultimatum Ketua FPI

Menurut Sugito, sekitar sepekan sebelum pemanggilan FPI dan ormas Islam mengajukan pemberitahuan akan mengadakan unjuk rasa. Aksi damai ini bertujuan menyerukan agar polisi jangan masuk ranah politik.

"Nah, tiba-tiba Senin kemarin ada panggilan untuk ustaz Shobri oleh Polda Metro Jaya. Dia diminta menjadi saksi untuk saksi kasus makar di 17 April 2019 yang terjadi di Jl Kartenegara atau di dekat kediaman Prabowo Subianto itu. Pada saat itu memang terjadi laim kemenangan dan adanya stetmen dari Eggy Sudjana. Namun, Ustaz Sobri tidak ada di tempat itu pada saat itu. Tetapi kalau makarnya kasus yang lain saya tak tahu. Kalau yang tanggal 17 April gak ada di sana dia,’’ ujar Sugito.

Salah satu kuasa Ahmad Shobri Lubis, Munarman menyatakan bahwa panggilan tersebut sepertinya error in persona (salah orang). Sebab dibaca dari surat panggilan, pasal yang dituduhkan adalah pasal makar yang didalam surat panggilan disebut terjadi di jalan Kertanegara pada tanggal 17 April 2019.

“KH Shobri Lubis tidak tahu menahu peristiwa makar apa yang terjadi di jalan Kertanegara pada tanggal 17 April 2019 tersebut, sebab beliau tidak berada di situ pada tanggal 17 April 2019. Jadi sampai saat ini, KH Shobri Lubis bingung dengan panggilan tersebut," kata Munarman.

Ketua Umum FPI KH. Ahmad Sobri Lubis (Foto:KH.Sobri Lubis online)
Ketua Umum FPI KH. Ahmad Sobri Lubis (Foto:KH.Sobri Lubis online)

Menurut dia, saat ini Shobri Lubis memang tidak tengah tidak berada di Jakarta. Dia berada di luar kota.

“Beliau sedang safari dakwah keliling Indonesia, sampai hari jumat nanti. Meski begitu di lain waktu beliau akan datang. Jadi, Insya Allah kami akan tetap datang. Kami kan mempunya itikad baik dengan permasalahan ini. Kami minta reschedule (penjadwalan ulang)," ujarnya.

Baca Juga:

Ketum FPI: Dari Dulu Kita di Atas Jalur Hukum

Untuk diketahui, Sobri dipanggil atas kasus dugaan upaya makar yang dilaporkan pria bernama Suriyanto. Laporan ini merupakan pelimpahan dari Bareskrim Mabes Polri.

Laporan bernomor LP/B/0391/IV/2019/Bareskrim tanggal 19 April 2019. Dalam surat laporan yang beredar di kalangan media disebut, perkara itu merupakan peristiwa yang terjadi di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu, 17 April 2019. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH