Ketua Tim Teknis Klaim Tak Menerima Aliran Dana Korupsi E-KTP Sidang putusan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa politisi Golkar Markus Nari (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP, Husni Fahmi mengklaim tak tahu menahu mengenai anggaran maupun aliran dana kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Pernyataan ini disampaikan Army Mulyanto, kuasa hukum Husni Fahmi usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/2).

"Sebenarnya kalau bicara fakta pada intinya beliau sebagai Ketua Tim Teknis sama sekali tidak tahu anggaran itu berapa, berapa yang kemudian digunakan untuk proyek ini berapa dan bancakan-bancakan lainnya sama sekali beliau tidak tahu," kata Army.

Baca Juga:

Hakim Tolak Permohonan Justice Collaborator Imam Nahrawi

Dikatakan Army, tanggung jawab kliennya sebagai Ketua Tim Teknis hanya sebatas mengawal pekerjaan proyek e-KTP. Untuk itu, Army mengaku heran kliennya ditetapkan sebagai tersangka.

"Sama sekali tidak ada aliran dana, atau beliau ini menikmati dari hasil e-KTP itu sendiri di luar dari semestinya. Jadi pure tidak ada sama sekali itu. Sehingga yang bersangkutan menjadi tersangka juga agak membingungkan buat kami," katanya.

Dalam kesempatan ini, Fahmi menegaskan tidak pernah menerima aliran dana atau janji dari pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) maupun pihak lainnya terkait proyek e-KTP.

Markus Nari di ruangan pengadilan tipikor Jakarta
Ilustrasi: Sidang korupsi e-KTP. ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia

Husni menjelaskan, keterlibatannya dalam proyek e-KTP dan menjadi Ketua Tim Teknis merupakan penugasan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Saat itu, kata Husni, terdapat permintaan kerja sama dari Kemdagri kepada BPPT untuk mendapat dukungan teknologi.

"Jadi dibuatlah MoU antara Kemdagri dan BPPT. Kemudian saya bertugas di BPPT, jadi SK penugasan dan seterusnya dari pimpinan BPPT. Saya mendapatkan tugas untuk mendampingi atas tugas MoU tersebut kepada Kemdagri," katanya.

Baca Juga:

KPK Yakin Hakim Tak Kabulkan JC Eks Menpora Imam Nahrawi

Dalam proses penyusunan spesifikasi e-KTP, Husni mengatakan, BPPT melakukan berbagai kajian melalui literatur maupun berdiskusi dengan pelaku industri yang terkait. Tak terkecuali dengan perusahaan-perusahaan yang mengikuti lelang proyek, seperti Dirut Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya yang konsorsiumnya memenangkan lelang.

"PNRI itu melalui Pak Isnu Edhi Wijaya datang ke BPPT. Dan itu kamu membuka diri kepada seluruh industri baik dalam dan luar negeri untuk berkonsultasi. Dan kami pun perlu peran serta dari industri dalam dan luar untuk merancang teknologi e-KTP ini. Kami terbuka saja kepada siapapun dan itu hal bisa saja dalam kajian teknologi. Mereka berkunjung ke BPPT dan mengundang kami dan kemudian anggota tim kami yang hadir," katanya. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pelawat Syekh Ali Jaber Diminta Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
Pelawat Syekh Ali Jaber Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Istri dan anak-anak dari Syekh Ali Jaber masih berada di dalam RS Yarsi

Dipecat Karena Demo Keringanan UKT, Mahasiswa UNAS Diintimidasi Pihak Kampus
Indonesia
Dipecat Karena Demo Keringanan UKT, Mahasiswa UNAS Diintimidasi Pihak Kampus

Akibat aksi ini pihak UNAS melaporkan 20 mahasiswa ke polisi

Malam Minggu, Polisi Bubarkan Kerumunan Hingga Tawuran di Jakarta Pusat
Indonesia
Malam Minggu, Polisi Bubarkan Kerumunan Hingga Tawuran di Jakarta Pusat

Ada juga kelompok pemuda yang diamankan karena mau melakukan tawuran

DPR Peringatkan Soal Potensi Konflik AS dengan Tiongkok
Indonesia
DPR Peringatkan Soal Potensi Konflik AS dengan Tiongkok

Indonesia mesti mewspadai potensi "perang dunia ketiga" antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Sudah Periksa 10 Orang
Indonesia
Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Sudah Periksa 10 Orang

Pemeriksaan saksi menyasar para mantan dirut, direksi serta pegawai perusahaan pengelola dana pensiun para prajurit.

Varian Baru COVID-19 'B117' Masuk ke Indonesia, Jokowi: Jangan Khawatir
Indonesia
Varian Baru COVID-19 'B117' Masuk ke Indonesia, Jokowi: Jangan Khawatir

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang terjangkit mutasi baru B117 ini sudah dinyatakan negatif

Meski Tak Disukai Masyarakat, Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Cabut PSBB
Indonesia
Meski Tak Disukai Masyarakat, Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Cabut PSBB

Mereka sudah mengaku kelelahan, bosan, dan membuang biaya besar selama tinggal dirumah.

Kampung Tangguh Jaya Diyakini Mampu Perlambat Laju Penambahan Pasien COVID-19
Indonesia
Kampung Tangguh Jaya Diyakini Mampu Perlambat Laju Penambahan Pasien COVID-19

"Sementara satu kecamatan lainnya angka positif virus Corona berhasil ditekan seminimal mungkin kasusnya,” kata Fadil

Anak Buah Anies Positif COVID-19, Kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Ditutup
Indonesia
Anak Buah Anies Positif COVID-19, Kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Ditutup

Petugas keamanan itu mengatakan gedung dengan empat lantai untuk kegiatan perkantoran itu telah disemprot menggunakan disinfektan

Swedia Bisa Jadi Pasar Potensial Buat Sepeda Asal Indonesia
Indonesia
Swedia Bisa Jadi Pasar Potensial Buat Sepeda Asal Indonesia

Inovasi dan teknologi yang dimiliki Swedia digabung dengan kapasitas teknis Indonesia berpotensi untuk produksi peralatan olah raga dan sepeda.