Ketua Setara Institute Bela Pernyataan Ahmad Basarah Perihal Soeharto Guru Korupsi Ketua SETARA Institute Hendardi. (MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Polemik pernyataan politisi PDI Perjuangan Ahmad Basarah yang menyebut 'Soeharto Guru Korupsi' mendapat pembelaan dari Ketua Setara Institute, Hendardi.

Bagi Hendardi, pernyataan tersebut menjadi momentum politik untuk mengusut kembali kasus-kasus korupsi Soeharto yang belum selesai.

"Kita justru harus berterima kasih kepada Pak Basarah karena telah mengingatkan publik atas hal-hal yang belum selesai pada bangsa ini," ujar Hendardi dalam "Focus Group Discussion" (FGD) "Pencemaran Nama Baik vs Menolak Lupa" di Kampus UKI, Jakarta, Jumat (14/12).

Hendardi mengatakan, pengusutan kasus-kasus korupsi Soeharto, keluarga, dan kroninya tidak boleh terhenti karena mantan penguasa Orba itu sudah meninggal dunia. Sebab, Tap MPR Nomor XI/MPR/1998 yang menjadi dasar pengusutan juga berlaku untuk keluarga dan kroninya.

"Jadi, kroni-kroni Soeharto agar diusut untuk tetap diadili," kata Hendardi.

Ahmad Basarah
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ahmad Basarah (Foto: Antara Foto)

Sementara itu, aktivis antikorupsi Saor Siagian berpendapat pernyataan Basarah bukan pencemaran nama baik.

"Memang menjadi kewajiban Ahmad Basarah sebagai pimpinan MPR RI untuk menyampaikan hal tersebut," kata Saor.

Dosen FH UKI Petrus Irwan Panjaitan mengatakan hasil FGD akan dijadikan semacam pendapat hukum resmi dari Ikatan Alumni UKI sebagai penyelenggara.

"Dan akan diberikan ke pemangku kepentingan untuk dikaji lebih lanjut," ujar Petrus.

Ketua Setara Hendardi
Direktur Eksekutif SETARA Institute Hendardi. (ANTARA FOTO)

Sebelumnya, pada 5 Desember lalu, Tim Advokat Peduli Soeharto (TAPS) melaporkan Juru Bicara Tin Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Ahmad Basarah ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pernyataannya mantan Presiden Soeharto guru korupsi pada akhir November 2018.

Aktivis TAPS Captain Indonesia Oktoberiandi seperti dilansir Antara, mengatakan pernyataan Ahmad Basarah terkait Soeharto sebagai guru korupsi tidak berdasar dan tidak memiliki fakta hukum.

Menurut dia, pernyataan Ahmad Basarah yang menyatakan hal itu sesuai dengan Tap MPR No XI/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN juga tidak benar karena dalam ketetapan MPR tersebut tidak ada satu pun pernyataan terkait Soeharto apalagi guru korupsi.

"Selama 20 tahun reformasi Pak Harto tidak pernah dihukum secara inkrah terkait korupsi, ini melukai hati kami," tandas Oktoberiandi.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Kodam Jaya akan Tindak Tegas Anggota TNI yang Terlibat Perusakan Mapolsek Ciracas



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH