Ketua Serikat Media Siber: Media Sosial Tidak Bisa Dijadikan Sumber Berita Ilustrasi media sosial (Foto: Pixabay)

MerahPutih.Com - Dalam zaman dimana media sosial begitu massif menggelontorkan informasi, definisi sumber berita sepertinya perlu dievaluasi kembali. Bicara berita tidak terlepas dari kebenaran fakta atau verifikasi faktual.

Nah, bagaimana jika media massa mengambil atau menggunakan sumber dari media sosial seperti yang sering terjadi belakangan ini?

Bagi Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Auri Jaya menyebutkan media sosial tidak dapat menjadi sumber berita karena tidak dapat dipastikan kebenarannya.

"Media sosial tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, jadi tidak bisa dijadikan narasumber atau sumber berita," ujar Auri Jaya di Jakarta, Senin (26/3) kemarin.

Auri mengatakan berita bohong atau "hoax" tidak hanya dalam tulisan, tetapi juga dalam bentuk gambar yang tidak sesuai dengan peristiwa aslinya.

Menurut dia, orang yang paling gampang terpengaruh berita bohong kebanyakan orang yang kurang membaca sehingga tidak mempunyai pembanding benar atau salahnya suatu informasi.

"Mengantisipasi 'hoax' itu banyak membaca. Literasi sekarang bisa diakses dimana saja," kata Auri seperti dilansir Antara.

Meski berita bohong bukan barang baru, ia menilai Pilkada DKI Jakarta yang menjadi ajang perseteruan dua kubu kuat memunculkan kembali hal tersebut di media sosial.

Peristiwa itu, kata Auri, membuat orang menjadi lebih melek media sosial.

Ia mengakui SMSI masih memiliki banyak pekerjaan rumah, seperti melakukan pelatihan, khususnya di daerah agar kinerja wartawan menjadi lebih baik.

Media daring arus utama diharapkan menjalankan perannya dalam menangkal konten negatif dan penyebaran hoax di dunia maya, menjaga independensinya serta memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Apalagi kini media daring merupakan media massa yang paling banyak menyentuh lapisan masyarakat.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH