Ketua PWI: Tinggalkan Pola Lama Kenalkan Pancasila ke Masyarakat Ketua PWI Pusat, Margiono. (Twitter Kemenpar_RI)

Media perlu berinovasi dalam menghidupkan kembali pemahaman masyarakat terkait Pancasila. Cara-cara lama harus ditinggalkan agar masyarakat lebih terbuka menerima paham Pancasila.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono menyatakan selama ini Pancasila banyak dikenalkan media melalui jargon. Seharusnya cara-cara seperti itu ditinggalkan dan diperbaharui agar lebih menarik untuk masyarakat

"Saat ini masyarakat telah cerdas karena mudah mendapatkan informasi dengan bantuan teknologi, sehingga pengenalan Pancasila melalui jargon hanya akan memudaran pemahaman dasar negara yang sebenarnya," kata Margiono dalam seminar "Optimalisasi Peran Pers dalam Menangkal Propoganda Radikalisme, Separatisme, dan Komunisme" di Jakarta, Kamis (23/2).

Oleh karena itu, media, melalui berita-beritanya, juga memiliki tugas untuk mengembangkan materi literasi Pancasila bagi rakyat.

"Sebagai contoh, media dapat memberikan perbandingan antara Pancasila dan ideologi lainnya. Jadi masyarakat akan tahu yang mana yang lebih baik," ujar Margiono.

Selain itu, menurut dia, alasan isu-isu radikalisme, separatisme, dan komunisme muncul di Indonesia adalah karena paham-paham tersebut telah mengalami perkembangan.

"Misalnya di China, komunisme sudah berubah, bukan lagi ajaran keras seperti dahulu yang kita kenal. Ideologinya mereka boleh saja komunis tapi ekonominya liberal. Ini kemudian banyak yang melirik paham-paham itu," jelasnya.

"Yang pasti, media harus bermain nalar di sini, karena masyarakat sudah kritis dan mereka tidak akan nurut saja jika dibilang Pancasila adalah ideologi terbaik," katanya.

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH