Ketua Pembangunan Masjid di Kawasan Jakbar Dilaporkan Polisi Hartono, kuasa hukum warga Taman Vila Meruya (Ist)

Merahputih.com - Ketua Pembangunan Masjid At Tabayyun di komplek perumahan Taman Villa Meruya, Jakarta Barat berinisial MSS, AMM dan B dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana membuat laporan palsu.

"Atas dugaan pidana 311 KUH Pidana," ujar advokat DR B Hartono, kepada awak media, Minggu (22/8).

Baca Juga

Biar Tak Berpotensi 'Tabrak' Ajaran Agama, Pemerintah Diminta Konsultasi Sebelum Bikin Kebijakan

Respons Hartono dilakukan setelah sehari sebelumnya, Jumat (20/8), ketiganya mendatangi Polda Metro Jaya. Ketiganya melaporkan advokat B Hartono dengan tuduhan telah melakukan pemalsuan data dan memanipulasi data terkait Pembangunan Masjid At Tabayyun.

Hartono menilai tuduhan terhadap dirinya tidak benar dan salah alamat. "Jelas hal tersebut tidak benar," tegas Hartono.

Menurutnya, perkara Gugatan Pembatalan SK Gubernur yang saat ini berproses di PTUN Jakarta, dilakukan oleh 9 Ketua RT dan 1 Sekertaris RT yang bertindak untuk dan atas nama 292 Warga Perumahan TVM. Adapun Hartono adalah sebagai kuasa hukumnya. "Ketua RT memberikan kuasa secara khusus kepada kami untuk mengajukan gugatan," jelas dia.

Dia mengungkapkan Gugatan Pembatalan SK Gubernur di PTUN akan diputuskan pada tanggal 30 Agustus 2021. Selama persidangan banyak fakta terungkap, diantaranya dugaan manipulasi data yang dilakukan oleh oknum Panitia Pembangunan Masjid At-Tabayun.

Baca Juga

Solo Segera Punya Masjid Megah Hadiah dari Pangeran UEA

Adapun fakta tersebut diungkapkan oleh saksi fakta Penggugat yang menyatakan bahwa saksi tersebut pernah dimintai tanda tangan diatas surat bermeterai untuk mendukung pembangunan masjid At-tabayun.

"Padahal saksi fakta tersebut bukan warga Taman Villa Meruya, dan bukan merupakan calon pengguna masjid At-Tabayun, letak rumahnya pun lebih dari radius 500 meter dari lokasi Pembangunan Masjid At Tabayyun," beber Hartono. (*)

Kanal
Tag