Ketua PBNU Serukan UU Cipta Kerja Dilakukan Judicial Review Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj (Foto: MP/Achmad Cinde)

MerahPutih.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memandang UU Cipta Kerja yang baru diputuskan pada Senin (5/10) lalu itu sangat tidak seimbang karena hanya menguntungkan satu kelompok.

“Hanya menguntungkan konglomerat, kapitalis, investor. Tapi menindas dan menginjak kepentingan atau nasib para buruh, petani, dan rakyat kecil,” kata Kiai Said saat memberikan sambutan dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta secara virtual, pada Rabu (7/10).

Ia mengungkapkan, warga NU harus punya sikap tegas dalam menilai UU Cipta Kerja yang kontroversi itu.

Baca Juga:

UU Cipta Kerja Ancam Kesejahteraan Jurnalis

“Mari kita cari jalan keluar yang elegan, yang seimbang dan tawasuth (moderat). Kepentingan buruh dan rakyat kecil harus kita jamin. Terutama yang menyangkut pertanahan, kedaulatan pangan, dan pendidikan,” tegas Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini.

Said menilai, UU Cipta Kerja menganggap lembaga pendidikan layaknya perusahaan. Hal tersebut, tegasnya, tidak bisa dibenarkan.

“Kita harus melakukan judicial review. Harus meminta ditinjau ulang tapi dengan cara elegan bukan dengan anarkis. Kita harus bersuara demi warga NU, demi NU, dan demi moderasi dalam membangun masyarakat. Tidak boleh mengorbankan rakyat kecil,” jelas Said dengan intonasi suara yang meninggi.

Ilustrasi - Aksi menolak UU Cipta kerja di depan pabrik Panarub Industry, Kota Tangerang. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Ilustrasi - Aksi menolak UU Cipta kerja di depan pabrik Panarub Industry, Kota Tangerang. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Said mengungkapkan bahwa UUD 1945 pasal 33 masih sangat jauh dari implementasi.

Menurutnya, konstitusi negara itu hanya sebatas tulisan di atas kertas putih yang dicetak berulang-ulang dengan jumlah jutaan lembar.

“Tapi tidak pernah diimplementasikan bahwa kekayaan Indonesia ini untuk seluruh rakyat Indonesia. Apakah itu sudah diimplementasikan? Sama sekali tidak. Bahkan yang kaya semakin kaya dan yang miskin kian miskin,” tuturnya miris.

Baca Juga:

Yasonna: Pembahasan RUU Cipta Kerja Terbuka meski Relatif Cepat

Terlebih, lanjutnya, di era keterbukaan seperti sekarang ini yang sangat bebas dan liberal, ditambah dengan sistem kapitalisme membuat nasib rakyat kecil semakin tertindas.

Said menilai, para politisi hanya memanfaatkan rakyat untuk kepentingan suara.

“Kalau sedang pilkada, pileg, dan pilpres suara rakyat dibutuhkan. Tapi kalau sudah selesai, rakyat ditinggal. UUD 1945 pasal 33 itu hanya tulisan di atas kertas tapi tidak pernah diimplementasikan,” tegasnya, sekali lagi.

“Saya berharap NU nanti bersikap. Untuk menyikapi UU yang baru saja diketok ini. Dengan sikap kritis tapi elegan. Tidak boleh anarkis karena tidak ada gunanya itu,” katanya. (Knu)

Baca Juga:

Mendagri Klaim UU Cipta Kerja Pangkas Prosedur Izin Usaha

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Dalami Aliran Uang dari Tersangka Kasus Bansos ke Sejumlah Pihak
Indonesia
KPK Dalami Aliran Uang dari Tersangka Kasus Bansos ke Sejumlah Pihak

Temuan ini didalami tim penyidik lewat PNS Kemensos bernama Fahri Isnanta yang diperiksa dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Rabu (31/3).

Kasus COVID-19 Turun, Pemerintah Tetap Siapkan Langkah Hadapi Libur Nataru
Indonesia
Kasus COVID-19 Turun, Pemerintah Tetap Siapkan Langkah Hadapi Libur Nataru

Pelaksanaan vaksinasi untuk lansia juga tetap difokuskan. Sedangkan untuk vaksinasi anak-anak akan dilaksanakan setelah ada izin dan diterapkan pada tahap awal di daerah yang sudah tinggi vaksinasi terhadap lansia.

Hari Pertama Ganjil Genap di Jakarta, Polisi: Masih Banyak Pelanggaran
Indonesia
Hari Pertama Ganjil Genap di Jakarta, Polisi: Masih Banyak Pelanggaran

"Masih banyak kendaraan berpelat ganjil yang mencoba melintas, padahal hari ini kan tanggal 26 adalah genap," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo, di Jakarta, Kamis (26/8).

Alasan Pemprov DKI BST Tahap Dua Tertunda hingga Maret
Indonesia
Alasan Pemprov DKI BST Tahap Dua Tertunda hingga Maret

Pemprov DKI Jakarta menjelaskan, penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap dua ke warga ditunda.

Grab Klarifikasi Dugaan Mitranya Terlibat Teror Rumah Orangtua Veronica Koman
Indonesia
Grab Klarifikasi Dugaan Mitranya Terlibat Teror Rumah Orangtua Veronica Koman

Perusahaan transportasi daring, Grab Indonesia memberikan klarifikasi terkait dugaan mitranya terlibat dalam aksi teror di rumah orang tua aktivis HAM Papua, Veronica Koman.

Potensi Objek Terbawa Arus, Area Pencarian Sriwijaya Air Diperluas
Indonesia
Potensi Objek Terbawa Arus, Area Pencarian Sriwijaya Air Diperluas

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

355 Orang Terima Bintang Jasa 2021, Termasuk Artidjo Raih Bintang Mahaputera Adipradana
Indonesia
355 Orang Terima Bintang Jasa 2021, Termasuk Artidjo Raih Bintang Mahaputera Adipradana

Pemberian tanda kehormatan itu dilakukan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan berdasarkan Pasal 28 UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Penyelundup 420 Kilogram Sabu Lolos Hukum Mati, Ketua DPRD Jakarta Surati Jokowi
Indonesia
Penyelundup 420 Kilogram Sabu Lolos Hukum Mati, Ketua DPRD Jakarta Surati Jokowi

Prasetyo yang juga Ketua Presedium Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM) meminta agar penegak hukum tak tinggal diam dengan putusan Pengadilan Tinggi tersebut

Hadiri HPN 2021, Anies Minta Media Mainkan Peran dalam Perangi COVID-19
Indonesia
Hadiri HPN 2021, Anies Minta Media Mainkan Peran dalam Perangi COVID-19

Anies meminta kepada awak media untuk bisa memainkan peran dalam memerangi COVID-19 dan memutus mata rantai penyebarannya.

Polisi Berikan Bimbingan Psikologis untuk Keluarga Korban Sriwijaya Air
Indonesia
Polisi Berikan Bimbingan Psikologis untuk Keluarga Korban Sriwijaya Air

Pemberian bimbingan psikologi ini dirasa perlu untuk membuat para keluarga yang kehilangan anggota keluarganya bisa tabah dan menerima musibah ini