Ketua Pansus Hak Angket KPK Jadi Saksi Sidang Kasus e-KTP Agun Gunandjar (net)

MerahPutih.com - Sidang lanjutan perkara korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto kembali di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (5/2).

Dalam persidangan kali ini, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Ketua Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK Agun Gunandjar sebagai saksi untuk Setnov.

Selain politisi Partai Golkar itu, mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Taufik Effendi, juga bakal bersaksi dalam sidang kasus korupsi yang ditaksir merugikan negara 2,3 triliun ini.

Diketahui sebelumnya, dalam kasus e-KTP, Agun disebut menerima fee dari proyek pengadaan e-KTP sebesar USD 1 juta. Saat itu, Agun juga merupakan anggota Badan Anggaran DPR.

Dalam dakwaan terhadap dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto, pemberian uang tersebut dimaksudkan agar Komisi II dan Banggar DPR RI saat itu menyetujui anggaran untuk proyek pengadaan dan penerapan e-KTP.

Uang itu diberikan pengusaha bernama Andi Agustinus alias Andi Narogong di ruang kerja anggota Komisi II DPR RI, Mustoko Weni, pada Oktober 2010. Agun kembali menerima uang dari proyek e-KTP itu sehingga total uang yang didapatkan Agung senilai USD 1,047 juta.

Sementara, Taufik Saat proyek milik Kementerian Dalam Negeri senilai Rp5,8 triliun itu bergulir, dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR.

Setnov didakwa telah memperkaya diri sendiri dan orang lain dalam kasus e-KTP. Atas perbuatannya tersebut, negara rugi sekurang-kurangnya 2,3 triliun dalam proyek pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012 itu.

Selain itu, jaksa menyebut mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung telah melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang serta jasa proyek e-KTP. (Pon)

Kredit : ponco


Angga Yudha Pratama