Ketua PA212 Diperiksa Polisi Kasus Aksi Ilegal Dukung Pembebasan Rizieq Slamet Ma'arif saat mendatangi Mapolresta Solo, Kamis (7/2). (MP/Ismail)

Merahputih.com - Polda Metro Jaya memeriksa Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif. Pemeriksaan berkaitan dengan aksi 1812 beberapa hari lalu.

"Semua berstatus saksi. Ini panggilan kedua karena yang pertama tak hadir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Markas Brimob Polda Metro, Jakarta Pusat, Senin (4/1).

Pemeriksaan sejatinya akan berlangsung pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Baca Juga

Reaktif COVID-19, Puluhan Massa Pendukung Rizieq Digiring ke RS Wisma Atlet

Sementara, Slamet datang ke Polda Metro Jaya dengan didampingi oleh kuasa hukumnya sekitar pukul 10.30 WIB.

“Saya dipanggil sebagai saksi tapi saya belum tahu saksi untuk siapa karena disitu tidak disebutkan saksi untuk siapanya,” kata Slamet.

Slamet menyebut panggilan hari ini merupakan panggilan kedua untuk dirinya karena dirinya tidak dapat hadir saat panggilan yang pertama pada 29 Desember 2020 lalu karena masih berada di luar kota.

Dia juga tidak mengetahui substansi pemeriksaan terhadap dirinya. Dia mengaku hanya kooperatif untuk memenuhi panggilan polisi sebagai saksi soal aksi yang menuntut pembebasan Rizieq Shihab dan pengusutan kasus kematian enam laskar FPI saat bentrokan dengan polisi.

Ketua PA 212 Slamet Ma'arif bersama kuasa hukumnya saat mendatangi Mapolresta Solo (MP/Ismail)

“Ya biasa aja kan dimintai keterangan sebagai saksi ya kita kooperatif saja. kan kita belum tahu apa yang mau dimintai tanggapan,” terangnya.

Sebelumnya, Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI tetap akan mengelar aksi 1812 di depan Istana pada Jumat (18/12). Padahal, Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin terkait rencana aksi tersebut.

Aksi tersebut menuntut pengusutan 6 laskar FPI yang tewas ditembak serta meminta Rizieq dibebaskan. Dalam poster yang beredar, aksi tersebut bertajuk ‘Aksi 1812 bersama anak NKRI’. Aksi akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, setelah salat Jumat pukul 13.00 WIB.

Baca Juga

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Sabetan Samurai Massa Pendukung Rizieq

Polisi membubarkan paksa aksi tersebut. Namun, peserta aksi yang menolak untuk dibubarkan sempat melakukan perlawanan dengan mendorong polisi. Meski begitu, akhirnya massa aksi akhirnya membubarkan diri.

Dalam hal ini, Polisi berhasil menangkap 455 orang terkait aksi tersebut. Dari ratusan orang itu, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam hingga narkoba jenis ganja. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Rangking 11 Terbaik Dunia
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Rangking 11 Terbaik Dunia

Tercatat sudah ada 24,84 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat di tanah air.

Tak Sentuh Aspek Pencegahan Penularan, PPKM Tidak Efektif Kendalikan COVID-19
Indonesia
Tak Sentuh Aspek Pencegahan Penularan, PPKM Tidak Efektif Kendalikan COVID-19

PPKM Jawa dan Bali periode pertama 11 hingga 25 Januari

Varian Baru COVID-19 Masuk Indonesia, Screening Pelaku Perjalanan Diperketat
Indonesia
Varian Baru COVID-19 Masuk Indonesia, Screening Pelaku Perjalanan Diperketat

Sejumlah varian baru COVID-19 mulai dari B117 asal Inggris, B1351 dari Afrika Selatan dan B1617 asal India sudah masuk ke Indonesia.

Kebijakan Impor Beras Berdampak Buruk Pada Produktivitas Pangan Indonesia
Indonesia
Kebijakan Impor Beras Berdampak Buruk Pada Produktivitas Pangan Indonesia

Pemerintah harus terus fokus meningkatkan produksi beras

KPK Bakal Telisik Jika Ada Aliran Duit ke Ali Ngabalin
Indonesia
KPK Bakal Telisik Jika Ada Aliran Duit ke Ali Ngabalin

"Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti, apakah ada kesitu atau tidak," kata Karyoto.

Pemprov DKI Pastikan Sekolah Tatap Muka Batal Digelar Juli
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Sekolah Tatap Muka Batal Digelar Juli

Pemprov DKI Jakarta memastikan, pembelajaran tatap muka (PTM) urung dilaksanakan Juli 2021 seiring dengan peningkatan kasus COVID-19 yang drastis.

Eks Mensos Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara
Indonesia
Eks Mensos Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan terhadap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Kemenkeu Klaim Sudah Kucurkan Rp 2,9 Triliun Buat Nakes
Indonesia
Kemenkeu Klaim Sudah Kucurkan Rp 2,9 Triliun Buat Nakes

Selain itu, santunan kematian juga telah dibayarkan sebesar Rp 49,8 miliar kepada 166 nakes pusat.

Siang Ini Jakpus dan Jaktim Diperkirakan Diguyur Hujan Ringan
Indonesia
Siang Ini Jakpus dan Jaktim Diperkirakan Diguyur Hujan Ringan

BMKG mencatat suhu udara wilayah DKI Jakarta berkisar antara 25 derajat hingga 34 derajat

PKS Sebut Harga Vaksin Gotong Royong Beratkan UMKM dan Pekerja
Indonesia
PKS Sebut Harga Vaksin Gotong Royong Beratkan UMKM dan Pekerja

Pemerintah menetapkan harga tertingginya sebesar Rp439.570 per dosis untuk satu orang, sehingga untuk dua kali suntik sebesar Rp879.140.