Ketua MPR Harap Kecemasan Masyarakat Terhadap Corona Tak Lumpuhkan Ekonomi Bambang Soesatyo. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Merahputih.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah terus mengkreasi langkah-langkah atau kebijakan stimulus ekonomi guna merespons kerusakan akibat kecemasan pada wabah Virus Corona Novel (nCoV-19). Stimulus ekonomi sangat diperlukan agar kerusakan yang terjadi saat ini tidak semakin parah.

“Takut dan cemas karena meluasnya penyebaran wabah nCoV-19 jangan sampai menyebabkan lumpuhnya perekonomian nasional. Rasa cemas dan kehati-hatian jangan sampai menghentikan atau mengurangi keseluruhan aktivitas masyarakat dalam skala ekstrim,” ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3).

Baca Juga:

Pemerintah Umumkan Dua Pasien Lagi yang Positif Virus Corona

Menurut Bambang yang juga mantan wartawan ini, kehidupan harus tetap berjalan sebagaimana mestinya agar kerusakan akibat penyebaran wabah nCov-19 tidak semakin parah. Setiap orang harus berani tetap bekerja, kegiatan produksi dan perdagangan tidak boleh berhenti, aktivitas belajar anak dan remaja harus tetap berjalan.

"Pemerintah pun hendaknya tetap mengupayakan kebijakan dan langkah-langkah stimulus guna mereduksi kerusakan di sektor ekonomi dan bisnis," jelas dia.

Hal terpenting untuk diwaspadai dan disikapi oleh semua pihak adalah fakta bahwa wabah nCoV-19 sudah menimbulkan kerusakan cukup serius bagi perekonomian, termasuk ekonomi nasional.

Gambaran tentang kerusakan itu sudah menjadi pemberitaan dalam beberapa pekan terakhir. Lalu lintas ekspor-impor menurun karena melemahnya permintaan. “Itu berarti kegiatan produksi di sejumlah negara, termasuk Indonesia, juga menurun. Asumsinya, banyak perusahaan tidak akan mampu mewujudkan perkiraan laba. Dampaknya tentu saja ke pasar modal," sebut dia.

WNI di Singapura positif corona atau Covid-19
WNI di Singapura diminta melapor ke KBRI jika mengalami gejala-gejala terinfeksi corona (Foto: antaranews)

Ia melanjutkan, banyak investor sudah menarik dananya dari pasar modal untuk ditempatkan pada instrumen investasi yang aman. "Sektor penerbangan dan pariwisata bahkan sudah menghitung rugi,” kata pria penghobby motor besar ini.

Kalau proses kerusakan ini tidak direduksi, perekonomian global bisa terseret ke dalam resesi. Apalagi, durasi cemas dan kehatian-hatian akibat wabah nCoV-19 belum bisa dihitung. Menunggu sambil membiarkan terjadinya eskalasi kerusakan adalah salah.

"Semua orang tentu tidak mengharapkan terjadi resesi ekonomi akibat wabah nCoV-19," jelasnya.

Baca Juga:

Menko PMK Tegaskan Pemerintah Tengah Bentuk Satgas Penanganan Covid-19

Dalam posisinya sebagai regulator kata Bambang, pemerintahan di semua negara diharapkan berbuat maksimal untuk mencegah potensi resesi. Harus ada keberanian menawarkan dan menerapkan kebijakan serta langkah-langkah stimulus untuk memperkecil skala kerusakan di sektor ekonomi dan bisnis.

“Inisiatif pemerintah Indonesia menerapkan sejumlah kebijakan stimulus ekonomi sudah tepat, sebagai Countercyclical atas kerusakan akibat nCoV-19. Stimulus fiskal dan kemudahan prosedural ekspor impor, termasuk dukungan kepada UMKM, sangat relevan,” tutup dia. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH