Ketua MPR Duga Praktik Jual Beli Surat Keterangan Bebas Corona untuk Lolos Mudik Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti beredarnya surat keterangan sehat bebas virus Covid-19 palsu di media sosial dan diperjualbelikan di saat pandemi virus Covid-19.

Bamsoet meminta pemerintah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengusut praktik jual-beli surat sehat bebas Covid-19 palsu tersebut.

Baca Juga:

BST 44.127 KK Tahap Pertama Cair, Rudy: Berani Potong Bantuan Ditangkap Saber Pungli

"Termasuk mengungkap jaringannya serta memproses kasus tersebut secara hukum," jelas Bamsoet dalam keteranganya, Jumat (15/5).

Politikus Golkar ini juga meminta pemerintah memberikan imbauan sekaligus peringatan kepada masyarakat untuk tidak membeli dan memanfaatkan jasa pembuatan surat keterangan sehat bebas Covid-19 palsu dalam melakukan aktivitas maupun perjalanan mudik.

Bamsoet duga sindikat pemalsu surat keterangan bebas corona ingin lolos mudik
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) (Foto: antaranews)

"Mengingat cara tersebut ilegal dan adanya sanksi bagi pihak yang menyalahgunakan surat keterangan sehat palsu tersebut," jelas dia.

Bamsoet melanjutkan, pemerintah (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) perlu meningkatkan pengawasan terhadap akun-akun yang dicurigai menawarkan jasa pembuatan surat sehat bebas Covid-19 palsu di jejaring media sosial.

"Ini untuk meminimalisir beredarnya kembali surat kesehatan palsu yang dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan pribadi," terang Bamsoet.

Ia juga mendesak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menginformasikan kepada masyarakat, institusi mana saja yang berwenang mengeluarkan surat bebas Covid-19, dengan kriteria tertentu hingga sulit dipalsukan.

"Dan mengharapkan bagi petugas diberikan alat yang dapat mendeteksi keaslian surat tersebut. hal ini untuk menjaga agar penyebaran virus Covid-19 dapat dikendalikan," tutup Bamsoet.

Baca Juga:

Terbitkan Pergub, Anies Larang Warga Keluar Masuk Jabodetabek

Sebelumnya, sebuah surat dari Rumah didugadiperjualbelikan di toko online tersebar di aplikasi percakapan WhatsApp. Surat tersebut dituliskan surat sehat bebas Covid-19.

Dalam postingan tersebut, surat bebas Covid-19 dijual dengan harga Rp70.000 dan sudah dilihat oleh 14 akun toko online tersebut. Dalam fotonya juga terdapat sebuag web yakni www.suratdokterindonesiaaa.blogspot.com.

Terkait hal itu, Mabes Polri akan menyelidiki kebenaran beredarnya surat tersebut. Saat ini, tim Siber Polri tengah mencari akun yang memposting untuk menjual surat tersebut di toko online.(Knu)

Baca Juga:

Solo Zoo Butuh Dana Membeli Pakan Ratusan Hewan, Pengelola Galang Donasi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH