Ketua Komite III DPD Sayangkan Kenaikan Harga BBM Tidak Dilakukan Bertahap Ilustrasi - Kenaikan harga BBM. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Pemerintah telah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan non-subsidi pada Sabtu (3/9) kemarin.

Ketua Komite III DPD RI Hasan Basri mengatakan, kebijakan penyesuaian harga BBM seharusnya dapat dilakukan secara bertahap.

"Saya sudah usulkan, kenaikannya jangan sekaligus agar tidak terasa. Kalau naiknya langsung banyak, nanti masyarakat yang terkejut. Karena, kita baru saja beranjak dari pandemi," kata Hasan Basri kepada wartawan, Senin (5/9).

Baca Juga:

Harga BBM Naik, Wagub DKI Sebut Bakal ada Kenaikan Harga di Sejumlah Sektor

Hasan Basri mengamini, jika melihat tren jangka panjang, harga bahan bakar bersubsidi pasti naik. Namun, kata dia, perlu waktu untuk penyesuaian.

"Misal 10 persen, lalu 20 persen, supaya tidak mengejutkan dan menimbulkan gejolak di masyarakat. Atau bisa juga dilakukan penaikan seribu/dua ribu rupiah,” ujarnya.

Menaikkan harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 ribu per liter. Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter. Pertamax non-subsidi dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter.

Hasan Basri menilai, jika mempertimbangkan harga minyak internasional saat ini, sudah pasti masih disubsidi. Namun, menurutnya melihat daya beli masyarakat, harga itu masih memberatkan masyarakat.

Hasan Basri menyampaikan penyesuain harga BBM yang ditempuh oleh pemerintah memang tidak dapat dihindari. Hal itu untuk menghindari dampak negatif lebih besar, yaitu krisis dan bangkrutnya APBN.

"Seperti dalam kasus pemerintah Amerika Serikat yang terganggunya likuiditas keuangan," imbuhnya.

Baca Juga:

Tarif Bus AKAP di Kampung Rambutan Naik Seiring Penaikan Harga BBM

Lebih jauh, Hasan Basri mengingatkan kepada pemerintah, sangat penting menjaga inflasi untuk kehidupan masyarakat. Jangan sampai Indonesia mengalami lonjakan inflasi seperti negara lain.

Meski demikian, alumni Fakultas Hukum Universitas Borneo ini menyadari jika penyesuaian subsidi BBM ini memang tidak mudah bagi pemerintah.

“Apabila pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, banyak anggaran belanja negara yang harus dikurangi. APBN bebannya berat sekali sehingga harus realokasi,” kata Hasan Basri.

“Kalau dipaksakan bisa, tapi semua hal dikurangi. Pembangunan dan berbagai kegiatan. Tahun ini pemerintah masih bisa defisit tiga persen. Kalau defisit naik tajam, harus utang. Ini jadi beban di masa mendatang,” sambung dia.

Senator muda asal Kalimantan Utara mengatakan APBN berfungsi bukan hanya untuk subsidi BBM, melainkan untuk memitigasi dampak pandemi COVID-19 dan untuk memulihkan perekonomian nasional.

"Keinginan pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM tentu berdasarkan banyak pertimbangan. Bukan sekadar menjaga stabilitas APBN, melainkan juga memacu kesejahteraan masyarakat dan kesiapan dukungan anggaran bagi penyelesaian masalah lainnya," ujarnya.

Besaran anggaran subsidi Rp 500 triliun, menurut dia, adalah jumlah yang sangat besar. Dengan uang sebanyak itu, pemerintah dapat membangun banyak infrastruktur.

Selain skema bertahap, hal lain yang bisa dilakukan adalah mengurangi permintaan BBM terutama di kota besar. Masyarakat diminta menggunakan transportasi umum untuk mobilitas dalam dan antarkota.

“solusinya adalah, perbanyak titik pemberhentian dan subsidi untuk sektor transportasi,” tutup Hasan Basri. (Pon)

Baca Juga:

66 Pelaku Penimbunan BBM Bersubsidi Disikat Polisi, Negara Nyaris Rugi Rp 11 Miliar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Perebutan Hak Cipta CFW Bentuk Pergeseran Aktivitas Budaya
Indonesia
Perebutan Hak Cipta CFW Bentuk Pergeseran Aktivitas Budaya

"Logika ekonomi yang lebih kapitalistik sedang berjalan di CFW. Artinya ada semacam proses kapitalisasi," ujarnya.

Ketua DPRD Laporkan Bupati Solok ke KPK
Indonesia
Ketua DPRD Laporkan Bupati Solok ke KPK

Bupati Kabupaten Solok Epyardi Asda dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi

Perwira Polisi Terlibat Penembakan di Exit Tol Bintaro Terancam Tujuh Tahun Penjara
Berita
Perwira Polisi Terlibat Penembakan di Exit Tol Bintaro Terancam Tujuh Tahun Penjara

Polisi menetapkan Ipda OS sebagai tersangka kasus penembakan maut di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan.

Pj DKI 1 Sebut Cianjur Punya Andil Besar Pasok Beras Berkualitas Bagi Jakarta
Indonesia
Pj DKI 1 Sebut Cianjur Punya Andil Besar Pasok Beras Berkualitas Bagi Jakarta

"Saya tentu berduka dan belasungkawa atas musibah gempa di Cianjur. Dan ini menjadi perhatian kami juga karena Cianjur termasuk KSN yang punya andil bagi Jakarta dan Indonesia," kata Heru

Penyebab Gempa Maluku Barat Daya Magnitudo 6,2
Indonesia
Penyebab Gempa Maluku Barat Daya Magnitudo 6,2

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,2 mengguncang Maluku Barat Daya pada Rabu (2/2), sekitar pukul 02:25 WIB dini hari.

Jokowi Lapor SPT Lewat e-filing
Indonesia
Jokowi Lapor SPT Lewat e-filing

Pajak yang dibayarkan masyarakat sangat diperlukan bagi program-program pembangunan.

Ukraina Tutup Wilayah Udara bagi Penerbangan Sipil
Dunia
Ukraina Tutup Wilayah Udara bagi Penerbangan Sipil

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (24/2) telah mengizinkan operasi militer di Ukraina timur yang dipandang sebagai awal perang di Eropa

Pemkot Tangerang Perintahkan Pegawai Siaga dan Bantu Warga Terdampak Cuaca Ekstrem
Indonesia
Pemkot Tangerang Perintahkan Pegawai Siaga dan Bantu Warga Terdampak Cuaca Ekstrem

Jajaran Pemkot Tangerang dapat bersiaga dalam mengantisipasi potensi dampak yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

BI Perkirakan Tarif Angkutan Udara Alami Deflasi 0,03 Persen
Indonesia
BI Perkirakan Tarif Angkutan Udara Alami Deflasi 0,03 Persen

Perkiraan tersebut berdasarkan perkembangan harga sampai dengan minggu ketiga Agustus 2022.

Pemda DIY Gelontorkan 250 Ton Minyak Goreng Subsidi ke Pasar Tradisional
Indonesia
Pemda DIY Gelontorkan 250 Ton Minyak Goreng Subsidi ke Pasar Tradisional

Harga minyak goreng masih belum bisa terkendali salah satunya di Yogyakarta.