Ketua Ikadi Imbau Umat Islam Jauhi Tindakan Kekerasan di Bulan Ramadan Ilustrasi ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/15.

Ancaman radikalisme dan terorisme di bulan Ramadan masih terasa cukup tinggi. Padahal, bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan ketaqwaan dan menebar kepedulian kepada sesama, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Prof. Dr. KH. Ahmad Satori Ismail mengatakan Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan kedamaian. Bulan Ramadan ini sudah seharusnya umat Islam makin meningkatkan ketaqwaan dan rasa cinta tanah air demi untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Islam agama yang menebarkan kasih sayang ke seluruh umat, bahkan sampai seluruh alam termasuk binatang dan tumbuhan. Apalagi sekarang kita tengah berada di bulan suci Ramadan. Marilah kita tingkatkan ketaqwaan dan menebar kepedulian kepada sesama," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/6).

Seperti diketahui, beberapa hari menjelang Ramadan, terjadi teror bom di Kampung Melayu, Jakarta, yang memakan tiga korban tewas anggota kepolisian. Bahkan di luar negeri, teror terjadi saat bulan Ramadan ini seperti aksi teror di London, Paris, bom di Afganistan dan Iran.

Karena itu, kata Satori, alangkah baiknya bila bulan Ramadan ini diisi untuk mengukuhkan ibadah, berbuat baik kepada sesama dan memperkuat hubungan dengan pencipta dan sesama. Karena orang yang bertaqwa itu adalah orang yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Ia menilai, salah satu yang mendasari orang-orang melakukan kekerasan atas nama agama itu karena mereka salah memaknai jihad

"Kalau Allah melarang membunuh, berbuat jahat, merusak, maka kita harus taat menjauhi hal-hal seperti itu sehingga ketaqwaan ini semakin kokoh. Apalagi taqwa itu salah satu tujuan bangsa Indonesia. Mudah-mudahan dengan ketaqwaan ini bangsa Indonesia merasa aman, karena kalau ribut dan terjadi teror terus, semua menjadi rugi. Ekonom rugi, pedagang rugi, politisi rugi, Indonesia rugi," ungkap Kiai Satori.



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH