Ketua IDI Bali dan Sejumlah Ahli Diperiksa Buntut 'Kacung WHO' JRX I Gede Ari Astana atau Jrinx (foto: instagram @jrxsid)

Merahputih.com - Penyidik Polda Bali masih melakukan penyelidikan terkait laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Bali terhadap Drummer band Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astana alias Jerinx atas postingan yang diduga menghina IDI di media sosial.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi mengungkapkan sejauh ini pihaknya sudah memeriksa sebanyak enam saksi mulai dari pelapor hingga saksi ahli.

"Total sudah ada enam saksi diperiksa," kata Syamsi saat dihubungi wartawan, Rabu (5/8).

Baca juga:

Kontribusi Diskopantera Lewat Musik Di Tengah Pandemi Virus Corona

Saksi yang sudah diperiksa itu, kata Syamsi, merupakan pelapor yakni Ketua IDI Provinsi Bali, I Gede Putera Suteja hingga beberapa saksi ahli yang dimintai keteranganya terkait postingan Jerinx tersebut.

"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi termasuk pelapor, saksi ahli bahasa, pidana, dan IT," jelasnya.

Lebih jauh, kata Syamsi, pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap Jerinx pada Senin (3/8) lalu. Namun, saat itu Jerinx tidak menghadiri panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi.

Dia berharap Jerinx dapat datang dalam pemanggilan yang kedua pada Kamis (6/8) besok.

JRX (foto: twitter @JRX_SID)

Seperti diketahui, Drummer band Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astana alias Jerinx harus berurusan dengan pihak kepolisian atas unggahan di media sosial Instagram pribadinya @jrxsid.

Laporan itu, terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Bali pada 16 Juli 2020 lalu.

IDI merasa dihina oleh Jerinx karena IDI dan rumah sakit disebut menjadi kacung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Atas dasar itu, IDI provinsi Bali melaporkan postingan tersebut ke Polda Bali.

Baca juga:

Piercing dan Tato Dianggap Nakal? Ini Tanggapan Mike Marjinal

"Dia (Jerinx) ada postingan atau kata-kata kalimat 'gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19'," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi saat dihubungi, Selasa (4/8).

Dalam laporan ini, Jerinx diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) dan atau Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH