Ketua GNPF MUI Nilai Aparat Tidak Adil dalam Kasus Penyerangan Gereja dan Ulama Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir mengecam penyerangan Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta, baru-baru ini. Dia mengatakan penyerangan rumah ibadah merupakan kejahatan yang tidak bisa ditolerir.

"Bagi saya adalah sebuah kesalahan dan kejahatan menyerang gereja, menyerang rumah peribadatan," kata dia saat dijumpai di Kantor AQL Tebet Jakarta Selatan, Selasa (13/2).

Hanya saja, Bachtiar menilai ada sikap yang berbeda dari aparat kepolisian soal penanganan kasus penyerangan gereja dengan kasus penyerangan sejumlah ulama di Jabar.

"Tetapi kelihatannya kesigapan aparat, khususnya Densus 88 dalam menyikapi ini ada ketidakadilan," kata dia.

Padahal menurutnya, bisa jadi orang yang menyerang ulama dan Ustaz merupakan teroris sebenarnya. Dan, bukan tindak kriminal biasa yang dilakukan oleh orang yang tidak waras.

"Ini terorisme sebetulnya mengancam bukan cuma Ustaz atau ulama di satu tempat, tetapi bisa jadi di tempat lain. Ini sudah suatu teror sebetulnya yang harus disikapi secara cepat dan tegas oleh badan anti teror," imbaunya.

Dia pun mendesak agar aparat bersikap adil, cermat dan tidak menganggap penyerangan ulama sebagai kasus biasa.

"Jangan menganggap ini sebagai kriminal biasa, ini sesuatu yang sudah waktunya untuk disikapi secara luar biasa. Sekali lagi saya prihatin sekaligus mendesak kepada aparat penegak hukum kepolisian untuk berlaku adil dalam menangani kasus ini," tandasnya. (Fdi)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH