Ketua Fraksi PKS Mangkir dari Panggilan KPK Terkait Kasus e-KTP Jazuli Juwaini. (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jazuli semestinya diperiksa penyidik sebagai saksi untuk tersangka Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus proyek pengadaan e-KTP.

"Untuk kasus tindak pidana korupsi e-KTP yang tidak hadir adalah saksi Jazuli Juwaini," kata Kepala Bagian Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik (Kabag PIKP) KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (10/8).

Menurut Yuyuk, penyidik KPK sudah menerima surat pemberitahuan ketidakhadiran politisi PKS tersebut. Dalam surat dakwaan dan tuntutan untuk tersangka Irman dan Sugiharto, Jazuli disebut menerima USD 37 ribu.

"Yang bersangkutan tidak hadir dan memberitahukan tengah berada di luar negeri kunjungan kerja sebagai anggota DPR," jelas Yuyuk.

Selain Jazuli, saksi lain yang tak memenuhi panggilan penyidik KPK adalah PNS Ditjen Dukcapik Kemendagri FX Garmaya Sabarling dan staf pengajar Institut Teknologi Bandung (ITB) Saiful Akbar.

"Penyidik belum menerima konfirmasi dari dua orang tersebut," imbuhnya.

Diketahui, KPK terus melengkapi berkas perkara Setnov, yang juga Ketua Umum Partai Golkar. Puluhan saksi telah diminta keterangannya untuk Setnov, tersangka ketiga dalam kasus korupsi proyek e-KTP ini.

Mereka di antaranya pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap hingga mantan Ketua DPR Ade Komarudin.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP ini.

Mereka di antaranya mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman, Direktur Data dan Informasi Kemendagri, Sugiharto.

Kemudian pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Ketua DPR Setya Novanto, dan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari. Untuk Irman dan Sugiharto telah divonis, masing-masing tujuh tahun dan lima tahun penjara. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Usai Diperiksa KPK, Akom Klaim Tak Terlibat Kasus Korupsi E-KTP


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE