Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto Penuhi Panggilan KPK Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI Utut Adianto. Foto: Kresno/rni/DPR RI

MerahPutih.com - Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI Utut Adianto, memenuhi panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Utut akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

Legislator partai berlogo banteng moncong putih ini bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka sekaligus Rektor Unila Karomani dan kawan-kawan. Utut sedianya diperiksa tim penyidik KPK pada, Kamis (24/11).

Baca Juga

KPK Gali Keterangan Utut Adianto Terkait Kasus Suap Rektor Unila

"Utut Adianto (anggota DPR RI), saat ini saksi telah hadir," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (25/11).

Selain Utut, tim penyidik KPK hari ini menjadwalkan memeriksa dua saksi lainnya dalam kasus ini. Mereka yakni Mustopa Endi Saputra Hasibuan (karyawan swasta) dan Uum Marlia (pedagang).

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka KRM (Karomani)," ujar Ali.

Baca Juga

Anggota DPR Muhammad Kadafi Mangkir Panggilan KPK Terkait Kasus Suap Rektor Unila

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru pada Unila tahun 2022.

Mereka adalah Rektor Unila periode 2020-2024 Karomani, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi, Ketua Senat Unila Muhammad Basri, dan pihak swasta bernama Andi Desfiandi.

Dari nama-nama ini, baru Andi yang tengah diadili di meja hijau. (Pon)

Baca Juga

KPK Periksa Anggota DPR Muhammad Kadafi Terkait Kasus Suap Rektor Unila

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Berkumur Gunakan Bensin Mampu Sembuhkan Sakit Gigi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Berkumur Gunakan Bensin Mampu Sembuhkan Sakit Gigi

Beredar di aplikasi SnackVideo sebuah video berisi seorang pria yang mengklaim bahwa dengan berkumur menggunakan bensin dapat sembuhkan sakit gigi.

Siap-Siap Hadapi Rekayasa Lalu Lintas saat Mudik Liburan Nataru
Indonesia
Siap-Siap Hadapi Rekayasa Lalu Lintas saat Mudik Liburan Nataru

Mabes Polri bakal menerapkan rekayasa lalu lintas saat arus mudik dan arus balik Natal dan tahun baru (Nataru) 2023.

Tiongkok Deportasi Puluhan Ribu Pekerja Asing
Dunia
Tiongkok Deportasi Puluhan Ribu Pekerja Asing

Sekitar 67.000 ekspatriat di Tiongkok tercatat sebagai pelaku pelanggaran izin kerja dan izin tinggal sepanjang tahun 2022.

Jokowi Minta Panglima TNI Yudo Margono Bertindak Tegas ke KKB Papua
Indonesia
Jokowi Minta Panglima TNI Yudo Margono Bertindak Tegas ke KKB Papua

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua masih terus melancarkan aksi kekerasan.

Ridwan Kamil Ingatkan Pengusaha Tidak Seenaknya Naikkan Tarif Angkutan Umum
Indonesia
Ridwan Kamil Ingatkan Pengusaha Tidak Seenaknya Naikkan Tarif Angkutan Umum

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat juga sedang menghitung kenaikan tarif angkutan umum menyusul kebijakan penyesuaian harga BBM oleh pemerintah pusa

Janji OPEC+ Tingkatkan Produksi Tidak Bisa Turunkan Harga Minyak
Dunia
Janji OPEC+ Tingkatkan Produksi Tidak Bisa Turunkan Harga Minyak

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau disebut OPEC+, telah berjanji meningkatkan produksi pada Juli dan Agustus sebesar 648.000 barel per hari.

Mudik Lebaran Bikin Perputaran Uang di Daerah Naik
Indonesia
Mudik Lebaran Bikin Perputaran Uang di Daerah Naik

Momentum Idul Fitri akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional

Bharada E Ditetapkan Tersangka Penembakan Brigadir J, Ferdy Sambo Segera Diperiksa
Indonesia
Bharada E Ditetapkan Tersangka Penembakan Brigadir J, Ferdy Sambo Segera Diperiksa

Penetepan tersangka Bharada E itu langsung disampaikan Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di Mabes Polri

 Rencana Kenaikan Pertalite dan Gas 3 Kilogram Bikin Resah Masyarakat
Indonesia
Rencana Kenaikan Pertalite dan Gas 3 Kilogram Bikin Resah Masyarakat

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pernah menyatakan tidak akan menaikan harga energi yang membuat market shock.

Monumen Garuda Pancasila Berkepala Hadap Depan di Mojokerto Diperkarakan
Indonesia
Monumen Garuda Pancasila Berkepala Hadap Depan di Mojokerto Diperkarakan

GMNI melaporkan Pondok Pesantren (Ponpes) Segoro Agung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto yang dinilai lalai.