Ketua DPRD Sebut Anies Berbohong Soal Pembangunan Kampung Susun Bayam Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di JIS. (Foto: MP/Instagram @aniesbaswedan)

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta menyoroti realisasi pembangunan Kampung Susun atau Rumah Susun Bayam di Jakarta Utara.

Pasalnya, Rusun itu dibuat bukan untuk warga terdampak pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, awalnya konsep Kampung Susun yang dijanjikan Gubernur Anies Baswedan itu untuk warga yang terdampak proyek pembangunan JIS. Namun realisasinya, ditempati orang luar yang tidak pernah tinggal di wilayah itu.

Baca Juga:

Undang Nidji ke JIS, Anies Sebut Suara Vokalis Baru Tak Ada Sumbang-sumbangnya

Pemprov DKI disebut memiliki program community action plan (CAP) dalam membuat Kampung Susun Bayam.

“Kalau ujung-ujungnya Kampung Susun Bayam untuk para pekerja pendukung JIS buat apa dilakukan CAP. Itu namanya menipu. Membohongi publik. Bilang saja dari awal warga Kampung Bayam digusur. Ganti juga istilah Kampung Susun Bayam,” ujar Prasetyo di Jakarta, Senin (17/1).

Baca Juga:

Anies Tonton Band Nidji ‘Tanpa’ Giring di JIS

Politisi PDI Perjuangan ini mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga Kampung Bayam yang tergusur. Mereka tidak boleh dibiarkan hidup susah dengan rumah kumuh di pinggir rel.

“Seringkali program Pemprov sekarang cuma bagus di kata-kata. Tapi kenyataannya buruk,” sindirnya. (Asp)

Baca Juga:

Stadion JIS Seluruhnya Dikerjakan Tenaga Lokal

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Pasutri Nabung 30 Tahun untuk Haji Gagal karena Ulah Rezim
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasutri Nabung 30 Tahun untuk Haji Gagal karena Ulah Rezim

Akun Facebook Aisyah (fb.com/100068037347057) pada 4 Juni 2021 mengunggah foto yang memperlihatkan pasangan suami-istri lanjut usia (lansia) disebut gagal naik haji.

Riza Berharap Libur Panjang Tidak Berdampak Naiknya Pasien COVID-19 di Jakarta
Indonesia
Riza Berharap Libur Panjang Tidak Berdampak Naiknya Pasien COVID-19 di Jakarta

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini berharap tidak ada tren kenaikan kasus virus corona menyusul tingginya mobilitas warga untuk menikmati akhir pekan.

Wagub DKI: PTM Dimulai, Mulai Lagi Peningkatan Covid-nya
Indonesia
Wagub DKI: PTM Dimulai, Mulai Lagi Peningkatan Covid-nya

Sejauh ini PTM di DKI Jakarta berjalan dengan baik dan tidak ada kendala

Punya Cash Rp 4 Triliun, Antam Setor Rp 1,63 Triliun ke Negara
Indonesia
Punya Cash Rp 4 Triliun, Antam Setor Rp 1,63 Triliun ke Negara

Nilai laba yang diperoleh Antam selama sembilan bulan ini sudah di luar dari kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan.

Pemerintah Salurkan Bansos ke Warga saat PPKM Darurat
Indonesia
Pemerintah Salurkan Bansos ke Warga saat PPKM Darurat

"Bansos akan digulirkan lagi," kata Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

Pemerintah Pusat Perkuat Dua Pendekatan di Papua
Indonesia
Pemerintah Pusat Perkuat Dua Pendekatan di Papua

Wapres, kata Masduki, mengutamakan pendekatan kultural tersebut karena dialog merupakan upaya yang penting untuk dilakukan bagi masyarakat Papua dan Papua Barat.

Presidensi G20 Momentum Indonesia Cegah Spillover Effect Perang Rusia
Indonesia
Presidensi G20 Momentum Indonesia Cegah Spillover Effect Perang Rusia

Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno menilai dengan status tersebut dapat menjadi momentum untuk mencegah spillover effect yang terjadi dalam Perang Rusia versus Ukraina.

Transmisi Lokal Omicron Meningkat, Wagub DKI Minta Kerja Sama Warga
Indonesia
Transmisi Lokal Omicron Meningkat, Wagub DKI Minta Kerja Sama Warga

Evaluasi penanganan COVID-19 yang dibahas dalam rapat terbatas setiap pekan bersifat dinamis, menyesuaikan dengan ancamannya.

Sikap PBNU Terkait Wacana Penundaan Pemilu 2024
Indonesia
Sikap PBNU Terkait Wacana Penundaan Pemilu 2024

Gus Yahya mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan DPR terkait wacana penundaan Pemilu 2024.

[HOAKS atau FAKTA]: Internet Mati Sampai 30 September akibat Perbaikan Bawah Laut
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Internet Mati Sampai 30 September akibat Perbaikan Bawah Laut

Beredar informasi di media sosial Facebook, tanggal 24 hingga 30 September 2021 jaringan internet di Indonesia akan mati total karena adanya perbaikan kabel internet di bawah laut.