Ketua DPRD Panggil Wali Kota Jakarta Pusat, Ada Apa? Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menampung keluhan sejumlah pemilik usaha di sepanjang Jalan KH Agus Salim atau Jalan Sabang yang mengaku keberatan dengan rencana penataan kawasan tersebut oleh Pemprov DKI.

Prasetyo mengaku pihaknya akan menindaklanjuti keberatan pengusahan Jalan Sabang itu. Tak hanya Prasetyo, Zita Anjani Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi PAN, juga ikut menyerap keluhan pemilih usaha di kawasan tersebut.

Baca Juga

Ketua DPRD DKI Persilakan Pengusaha Mal Gugat Ganti Rugi Banjir ke Pemprov

Prasetyo menerangkan, keluhan yang dialami para pelaku usaha bermula saat muncul edaran sosialisasi mengenai konsep penataan kawasan Jalan Sabang yang pada intinya akan mengakomodir lebih banyak lagi pedagang kaki lima (PKL) di atas trotoar jalan tersebut.

Para pemilik usaha resah, lanjut Prasetyo, karena dengan penataan tersebut maka ruang parkir bagi konsumen akan semakin sempit lantaran keberadaan PKL tersebut. Padahal, kata Prasetyo, sejauh ini para pemilik usaha sudah lama mengalah dengan memberikan ruang untuk PKL saat malam hari.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Foto: MP/Asropih

"Kalau ada PKL, parkir untuk konsumennya mereka dimana. Inikan plataran parkirnya mereka. Bahkan mereka disuruh bayar parkir Rp600 ribu per bulan," kata Prasetyo di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Senin (13/1).

Baca Juga

DPRD Bakal Laporkan Hasil Sidak Pompa Air ke Anies

Sebagai tindak lanjut, ia menyatakan akan memanggil jajaran lurah Kebon Sirih sampai Wali Kota Jakarta Pusat dalam mediasi yang akan digelar di gedung DPRD DKI Jakarta dalam waktu dekat.

Pasalnya, sambung dia, berdasarkan keterangan pemilik usaha, tidak semua pihak dilibatkan bermusyawarah dalam sosialisasi penataan kawasan tersebut.

"Saya minta pada Pemda khususnya Wali Kota Jakarta Pusat dan Camat Menteng untuk supaya telah ulang. Karena ini sudah direvitalisasi di jaman sebelumnya. Sekarang saya minta jangan membuat sesuatu tapi tidak dipikirkan dampak ekonominya,” ungkap Prasetyo.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Pengusaha Jalan Sabang, Ganepo Dewi Sutan menuturkan, penolakan terhadap rencana penataan kawasan Jalan Sabang. Sebab, ia bersama pengusaha lainnya memprediksi adanya penurunan omset sekitar 30 persen dengan adanya rencana tersebut.

Baca Juga

Akibat Banjir, Ketua DPRD DKI Perkirakan Pemilihan Wagub Tertunda

Ganepo pun meminta agar Pemprov DKI kembali mengkaji dan membatalkan rencana penataan kawasan Jalan Sabang dengan konsep tersebut.

"Kondisi saat ini membuat kita sudah merugi, apalagi ada PKL di sepanjang toko kami," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH