Ketua DPRD DKI Minta PSBB Ketat Dilanjutkan jika Kasus COVID-19 Tinggi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Kantor BNPB, Senin (2/3/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Pemprov harus menambah kembali waktu pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat jika kasus COVID-19 tak mengalami tren menurun dan bahkan terus melonjak.

Menurut Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Pemerintah Provinsi masih punya waktu satu pekan untuk bisa bekerja menekan kasus COVID-19. Tapi bila sampai 25 Januari wabah ini makin parah, DKI wajib perketat lagi.

"Kalau enggak (menurun) kita akan perpanjang lagi karena besar selalu ini (kenaikan kasus corona)," papar Prasetyo di Jakarta.

Baca Juga:

PSI Desak Anies Segera Lunasi Tunjangan PNS Bulan Desember 2020

Prasetyo meminta Pemprov DKI untuk bekerja sungguh-sungguh dengan melakukan pengawasan secara ketat pada aturan yang sudah dibuat dalam penanganan pandemi COVID-19. Selama ini ia menilai, pengawasan yang dilakukan DKI lemah.

"Ya lebih ketat juga lah, diketatkan juga," papar politikus PDI Perjuangan ini.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)

Ia pun mengimbau masyarakat untuk sadar diri menahan untuk tidak keluar rumah dan tidak meremehkan protokol kesehatan. Pasalnya bila warga tak patuh dengan aturan, penyakit mematikan dari Wuhan, Tiongkok ini semakin betah berada di Jakarta.

"Istilahnya sekarang ikuti aturan dulu, karena masalahnya kasus makin bertambah dan hari ini paling tertinggi," ucapnya.

Baca Juga:

Kenapa Anies Tak Undang Influencer Saat Peluncuran Vaksinasi di Jakarta?

Adapun jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai Senin (18/1) kemarin sebanyak 229.726 kasus. Kemudian total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 204.711 orang. Sedangkan meninggal dunia 3.815 orang.

Positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 17,9 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 9,6 persen

"Iya apa yang dikatakan oleh Presiden dengan PSBB ketat, itu ya diperpanjang lagi di Jakarta karena Jakarta sangat sentral ya," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Alasan Warga yang Pernah Positif COVID-19 Tak Divaksin

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Jaya Rencanakan Alihkan Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara
Indonesia
Polda Metro Jaya Rencanakan Alihkan Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi kembali adanya rencana aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law.

RS Darurat COVID-19 TNI AD Mulai Dibangun di Benteng Vastenburg Solo
Indonesia
RS Darurat COVID-19 TNI AD Mulai Dibangun di Benteng Vastenburg Solo

Dengan keberadaan rumah sakit lapangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menekan angka kasus COVID-19 di Solo

FBI Deteksi Rencana Demo Bersenjata Saat Pelantikan Biden
Dunia
FBI Deteksi Rencana Demo Bersenjata Saat Pelantikan Biden

Garda Nasional diberi wewenang mengirim hingga 15.000 tentara ke Washington

Akun Twitter Din Syamsuddin Diretas, Pengamat: KAMI Tengah Digembosi
Indonesia
Akun Twitter Din Syamsuddin Diretas, Pengamat: KAMI Tengah Digembosi

Dia mengkritik kasus pembajakan maupun penyusupan yang menimpa KAMI.

Lumpur Lapindo Kandung Unsur Bahan untuk Baterai
Indonesia
Lumpur Lapindo Kandung Unsur Bahan untuk Baterai

Tanah lumpur Lapindo Sidoarjo nyatanya didominasi kandungan lithium yang cocok untuk material baterai.

PHK dan Ramadan Bikin Pengemis di Bandung Meningkat
Indonesia
PHK dan Ramadan Bikin Pengemis di Bandung Meningkat

PMKS yang turun kejalan karena PHK sebagai tren baru di Bandung.

Pembebasan Pajak Beli Rumah Geliatkan Sektor Properti
KPR
Pembebasan Pajak Beli Rumah Geliatkan Sektor Properti

Dalam jangka menengah juga dapat menggeliatkan kembali sektor properti dan memulihkan perekonomian secara keseluruhan.

Kerusuhan di Jakarta akibat Hasutan Sejumlah Aktivis
Indonesia
Kerusuhan di Jakarta akibat Hasutan Sejumlah Aktivis

Polisi menangkap sejumlah aktivis atas dugaan penghasutan serta menyebarkan ujaran kebencian berdasarkan SARA terkait demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

Wagub DKI Prihatin Indonesia Urutan Ke-26 Kasus COVID-19 Dunia
Indonesia
Wagub DKI Prihatin Indonesia Urutan Ke-26 Kasus COVID-19 Dunia

hmad Riza Patria menyampaikan bahwa Indonesia menempati urutan ke-26 kasus virus corona di dunia.

Puluhan Karyawan Positif COVID-19, Menkominfo Kerja di Rumah
Indonesia
Puluhan Karyawan Positif COVID-19, Menkominfo Kerja di Rumah

Terdapat 49 karyawan yang positif COVID-19, 18 dinyatakan sembuh dan tidak ada yang meninggal.