Ketua DPRD Kota Bekasi Akui Dapat Uang Rp 200 Juta dari Anak Buah Rahmat Effendi Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (25/1). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MerahPutih.com - Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J. Putro, rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (25/1). Ia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemkot Bekasi.

Usai diperiksa KPK, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku diserahkan uang senilai Rp 200 juta oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi.

Baca Juga

KPK Kecolongan, Walkot Bekasi Zoom Meeting dengan Kader Golkar

"Jadi tepatnya bukan nerima tapi diserahkan," kata Chairoman di Gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Semula, Chairoman mengaku tak mengetahui secara persis jumlah uang yang diserahkan oleh anak buah Wali Kota Bekasi nonaktif, Rahmat Effendi tersebut.

Ia berinisiatif untuk melaporkan penyerahan tersebut ke KPK sesuai regulasi yang ada. Sesudah dihitung oleh petugas KPK, kata dia, uang tersebut baru diketahui berjumlah Rp200 juta.

"Itu awalnya kita enggak tahu berapa jumlahnya sehingga dihitung langsung oleh petugas KPK dan mereka menghitungnya sebesar Rp200 juta," ungkapnya.

Chairoman juga mengaku tidak mengetahui tujuan penyerahan uang tersebut. Ia menyatakan, Lutfi tidak memberikan penjelasan saat penyerahan dilakukan.

"Tidak memberikan penjelasan apapun," ujarnya.

Baca Juga

KPK Buka Peluang Jerat Legislator Bekasi dalam Kasus Suap Rahmat Effendi

Dalam pemeriksaan tersebut, KPK mencecar Chairoman J. Putro terkait pengajuan anggaran sejumlah proyek di Pemkot Bekasi. Selain itu, ia turut dikonfirmasi terkait aliran uang terkait pelaksanaan proyek yang diduga mengalir ke Rahmat Effendi.

Dalam perkara ini, Rahmat Effendi dan delapan orang lain telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi.

Kedelapan orang itu antara lain Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Buyamin; Lurah Kati Sari Mulyadi; Camat Jatisampurna Wahyudin; dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi.

Kemudian Direktur PT MAM Energindo Ali Amril; pihak swasta Lai Bui Min; Direktur Kota Bintang Rayatri Suryadi; dan Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin.

KPK menduga Rahmat Effendi menerima suap senilai total Rp 7,13 miliar terkait pembebasan lahan untuk proyek dan pengisian tenaga kerja kontrak di lingkungan Pemkot Bekasi melalui perantaraan anak buahnya.

Selain itu, KPK turut menduga Rahmat Effendi menerima sejumlah uang terkait lelang jabatan di Pemkot Bekasi. Uang tersebut diduga digunakan untuk operasional Rahmat hingga tersisa Rp 600 juta. (Pon)

Baca Juga

Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Sekda Kota Bekasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Naikkan UMP DKI Rp 225.667, KSPI: Pengusaha Jangan Gelisah
Indonesia
Anies Naikkan UMP DKI Rp 225.667, KSPI: Pengusaha Jangan Gelisah

Naiknya UMP dinilai berpengaruh pada daya beli masyarakat dengan bertambahnya gaji tiap bulan pegawai.

Pemprov DKI Buka Opsi Kembali Berlakukan Ganji Genap
Indonesia
Pemprov DKI Buka Opsi Kembali Berlakukan Ganji Genap

Pemprov tidak akan menerapkan aturan ganjil-genap di 25 ruas jalan Jakarta pada saat sebelum masa pandemi COVID-19.

Sudah Ada 252 BLU, Pemerintah Dirikan BLU Borobudur
Indonesia
Sudah Ada 252 BLU, Pemerintah Dirikan BLU Borobudur

252 BLU berada di 21 K/L (kementerian/lembaga) dengan aset kelolaan sebesar Rp 888 triliun dan total pendapatan Rp 96 triliun.

Pasien COVID-19 Rawat Inap di Surabaya Terus Menurun
Indonesia
Pasien COVID-19 Rawat Inap di Surabaya Terus Menurun

Turunnya angka BOR ini secara bertahap. BOR Juni 68,6 persen, BOR Juli 72,2 persen, BOR Agustus 62,2 persen dan saat ini mencapai 21,9 persen

Pemasok Gas Medis di Bandung Naikkan Produksi 1.100 Tabung per Hari
Indonesia
Pemasok Gas Medis di Bandung Naikkan Produksi 1.100 Tabung per Hari

Kini, dalam satu hari PT. Aneka Gas Industri sudah bisa memproduksi 1.100 tabung berkapasitas 6 meter kubik.

Babak Baru Seleksi KPU-Bawaslu, Calon Bakal Jalani Tes Wawancara dan Kesehatan
Indonesia
Babak Baru Seleksi KPU-Bawaslu, Calon Bakal Jalani Tes Wawancara dan Kesehatan

Setelah menggelar sejumlah rangkaian tes, tim seleksi (timsel) calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 akan melanjutkan ke tahap selanjutnya.

[Hoaks atau Fakta]: Anies Dapat Rumah Mewah di Kebayoran Baru Dari Pengembang Reklamasi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Anies Dapat Rumah Mewah di Kebayoran Baru Dari Pengembang Reklamasi

Salah satu politisi yang ikut mengunggah foto rumah mewah Anies Baswedan hadiah dari pengembang reklamasi adalah Ferdinand Hutahaean.

Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi
Indonesia
Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Terdakwa Rizieq Shihab dinyatakan bersalah atas berita bohong swab test di Rumah Sakit (RS) Ummi, Bogor Jawa Barat. Rizieq divonis empat tahun kurungan penjara.

Pemprov Jakarta Siapkan 5 Truk Bok Angkut Tabung Oksigen ke RS
Indonesia
Pemprov Jakarta Siapkan 5 Truk Bok Angkut Tabung Oksigen ke RS

Kami selalu berkomunikasi kalau ada kendala dari arah suplier karena ada keterbatasan armada atau SDM kami siap membantu untuk bisa sampai ke rumah sakit," jelas Widyastuti.

Korban Meninggal Dunia Gempa Bumi Magnitudo 6,1 Sumbar Menjadi 10 Orang
Indonesia
Korban Meninggal Dunia Gempa Bumi Magnitudo 6,1 Sumbar Menjadi 10 Orang

Upaya tim gabungan dalam pencarian dan pertolongan gempabumi magnitudo 6.1 Sumatera Barat (Sumbar) kembali membuahkan hasil.