Ketua DPRD Akui Masih Banyak Perkantoran Tak Ikuti Aturan Pemerintah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku masih banyak perkantoran di ibu kota yang melanggar peraturan PSBB ketat dengan tidak menerapkan 25 persen kerja di kantor atau work from office (WFO).

Menurutnya, regulasi itu penting diberlakukan mengingat kasus COVID-19 di Jakarta terus mengalami lonjakan. Ia meyakini, peraturan 25 persen WFO itu dapat menekan tren kasus corona.

"Perkantoran juga masih nakal," ucap Prasetyo di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (18/1) kemarin.

Baca Juga:

Masuk Musim Hujan, Wagub DKI Minta Warga Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor

Untuk itu, politikus PDIP itu meminta kepada Pemprov DKI itu memberikan sanksi pada perusahaan yang tidak taat pada kebijakan pemerintah dalam penanganan COVID-19.

"Tindak, tindak tegas itu. 25 persen di kantor itu harus dijalankan," ungkap Prasetyo.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)

Prasetyo berpendapat, perusahaan di Jakarta harus mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah. Hal ini semata-mata untuk kepentingan bersama dalam melawan virus corona.

"Enggak bisa enggak (ikuti peraturan pemerintah), kalau enggak terus meningkat akhirnya masyarakat sendiri yang rugi," tuturnya.

Adapun jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai Senin (18/1) kemarin sebanyak 229.726 kasus. Kemudian total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 204.711 orang. Sedangkan meninggal dunia 3.815 orang.

Baca Juga:

PPKM di DKI, Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Turun 4 Persen

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria mengatakan, perkantoran sudah memberlakukan pembatasan pekerja sampai 25 persen. Meski begitu, pihaknya akan terus melaksanakan pemantauan pengetatan PSBB.

Satpol PP DKI telah mengawasi sebanyak 833 tempat. Dari hasil tersebut, Riza menyatakan, ada yang dihentikan sementara dan mendapat teguran tertulis.

"Selain itu, dari disnaker melaporkan ada perkantoran yang ditutup karena terdapat kasus COVID-19 dan melanggar protokol kesehatan," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga:

Demi Keselamatan, Satgas Minta Warga Taati Kebijakan PPKM

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kardinal Ungkap Alasan Enggan Terburu-buru Buka Kegiatan Peribadatan Gereja
Indonesia
Kardinal Ungkap Alasan Enggan Terburu-buru Buka Kegiatan Peribadatan Gereja

Keputusan dari masing-masing Keuskupan itu berbeda-beda

Doni Monardo Minta Masyarakat tak Takut Swab Tes
Indonesia
Doni Monardo Minta Masyarakat tak Takut Swab Tes

"Di Indonesia sekarang angka kesembuhan telah menembus 83,9% dari kasus aktif, jauh di atas kesembuhan dunia yang di level 69%," jelas dia.

Djoko Tjandra Diduga Punya "Kaki Tangan" yang Urus Segala Keperluan di Indonesia
Indonesia
Djoko Tjandra Diduga Punya "Kaki Tangan" yang Urus Segala Keperluan di Indonesia

Jaringan mafia hukum yang dimaksudnya itu ada di mana-mana.

 Selama Pandemi COVID-19, Pihak Imigrasi Tolak 239 Warga Asing
Indonesia
Selama Pandemi COVID-19, Pihak Imigrasi Tolak 239 Warga Asing

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang menyebutkan sebanyak 239 orang asing tersebut ditolak masuk di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) baik bandara, pelabuhan laut, dan pos lintas batas.

KRI Kakap-881 Disiagakan di Teluk Manado
Indonesia
KRI Kakap-881 Disiagakan di Teluk Manado

Salah satu unsur kapal perang di jajaran Pangkalan Utama TNI AL VIII/Manado, yakni KRI Kakap-811, disiagakan di perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara, Selasa (8/12).

Jadi Tersangka, Irjen Napoleon Bonaparte Dicekal ke Luar Negeri
Indonesia
Jadi Tersangka, Irjen Napoleon Bonaparte Dicekal ke Luar Negeri

Keduanya yakni Tommy Sumardi selaku diduga pemberi suap dan Napoleon Bonaparte selaku diduga penerima suap.

Disiplin Cuci Tangan di Pesantren Tinggi, Kemenag: Kelanjutan Budaya dan Ajaran Islam
Indonesia
Disiplin Cuci Tangan di Pesantren Tinggi, Kemenag: Kelanjutan Budaya dan Ajaran Islam

Jika biasanya, umat Islam hanya lima kali berwudhu maka jika ditambah shalat sunah bisa mencapai 10 hingga 15 kali

Demo Tolak UU Cipta Kerja Mereda, Polisi Tetap Berjaga di Istana dan Gedung DPR
Indonesia
Demo Tolak UU Cipta Kerja Mereda, Polisi Tetap Berjaga di Istana dan Gedung DPR

Yusri mengungkapkan pihaknya tetap akan melakukan penjagaan di sekitar gedung DPR/MPR RI dan Istana Negara, Jakarta Pusat.

 Selain Terlambat, Larangan Mudik Bikin Masyarakat Bingung
Indonesia
Selain Terlambat, Larangan Mudik Bikin Masyarakat Bingung

"Pemerintah selalu berubah-ubah kebijakannya. Menterinya bilang apa. Presidennya bilang apa," jelas Ujang