Ketua DPRD Akui Belum Terima Laporan Pembentukan Pansus Banjir Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi merespons wacana sejumlah fraksi DPRD DKI yang akan membentuk panitia khusus (pansus) banjir untuk mengatasi permasalahan banjir di Ibu Kota.

Hingga kini, Prasetyo mengaku belum menerima adanya laporan pembuatan pansus banjir oleh anggota DPRD DKI.

Baca Juga:

Wakil Ketua DPR Waspadai Pansus Jiwasraya Dibawa ke Ranah Politik

"Belum tahu, belum ada laporan dari saya (pembentukan pansus banjir), saya lihat dulu," kata Prasetyo di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Senin (13/1).

Ketua Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) periode 2019-2024 ini belum menyatakan akan mendukung adanya pansus banjir. Ia mengatakan akan melihat terlebih dahulu perkembangan yang ada saat ini.

Suasana Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan terima protes dari masyarakat di lokasi banjir Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). (ANTARA/ Livia Kristianti)
Suasana Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan terima protes dari masyarakat di lokasi banjir Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). (ANTARA/ Livia Kristianti)

"Langkah-langkah pemerintah daerah kan hari ini sudah lumayan (berkembangan). Sudah tidak turun hujan. Tapi kan harus kerja," tuturnya.

Sejauh ini, pembentukan pansus banjir masih sekadar wacana. Terdapat 7 fraksi DPRD DKI yang menyetujui pansus ini, yakni; Golkar, NasDem, PAN, PSI, PDIP, Demokrat, dan PKB-PPP.

Baca Juga:

Gerindra Sebut 7 Fraksi DPRD DKI Genit Bentuk Pansus Banjir

Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Jupiter menegaskan, pembentukan pansus banjir bertujuan bukan untuk menyerang Gubernur Anies Baswedan.

Sebaliknya, kata Jupiter, pansus ini dibentuk malah membantu Gubernur Anies untuk menemukan masalah penyebab banjir dan solusi banjir yang nanti bertujuan untuk mengatasi banjir.

"Rencana untuk pansus bukan untuk menyerang Pak Gubernur," kata Jupiter di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (10/1). (Asp)

Baca Juga:

DPR Perlu Bentuk Pansus Usut Keterlibatan Pihak Lain dalam Korupsi Komisioner KPU

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Masih Tunggu Arahan Menhub Pengoperasian Transportasi Umum
Indonesia
Sebelum Ditemukan Tewas, Editor Metro TV 'Ngakak' Lihat Sang Adik Kepedasan
Indonesia
 Lawan Aturan Luhut, Anies Larang Ojol Angkut Penumpang
Indonesia
Lawan Aturan Luhut, Anies Larang Ojol Angkut Penumpang

"Kita tetap merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan terkait PSBB dan rujukan Peraturan Gubernur adalah peraturan PSBB dari Menkes," kata Anies

Pasien Positif Corona Kabur, RSUP Persahabatan Akui Teledor
Indonesia
Pasien Positif Corona Kabur, RSUP Persahabatan Akui Teledor

Peristiwa ini disebut sudah berlangsung seminggu lalu. Pasien dijemput keluarganya.

Merapi Erupsi, BNPB Minta Masyarakat Beraktivitas Biasa
Indonesia
Merapi Erupsi, BNPB Minta Masyarakat Beraktivitas Biasa

PVMBG masih merekomendasikan jarak bahaya tiga kilometer dari puncak

KPK Duga Dirut PT PAL Ikut Menikmati Aliran Dana Korupsi PT Dirgantara Indonesia
Indonesia
KPK Duga Dirut PT PAL Ikut Menikmati Aliran Dana Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Uang tersebut diterima direksi PT DI dari enam perusahaan

Gereja Basilea Christ Cathedral Gading Serpong Terbakar
Foto
Gereja Basilea Christ Cathedral Gading Serpong Terbakar

Bangunan terbakar di Gereja Basilea Christ Cathedral Gading Serpong, Tangerang, Banten

Calon Penantang Gibran Tidak Terbukti Melakukan Pemalsuan Tanda Tangan Warga
Indonesia
Calon Penantang Gibran Tidak Terbukti Melakukan Pemalsuan Tanda Tangan Warga

"Kami simpulkan kasus dugaan pemasuan tandatangan dukungan independen pada pasanga Bajo tidak terbukti," pungkasnya.

Anies dan Kepala Daerah Se-Indonesia Dinilai Tak Wajib Patuhi Kemenaker Soal UMP
Indonesia
Anies dan Kepala Daerah Se-Indonesia Dinilai Tak Wajib Patuhi Kemenaker Soal UMP

Anies maupun kepala daerah lain berhak menetapkan UMP 2021 karena bertanggung jawab kepada rakyat yang memilihnya.

Update COVID-19 Senin (29/6): 55.092 Kasus Positif, 23.800 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Senin (29/6): 55.092 Kasus Positif, 23.800 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.082 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto