Ketua DPR Minta Kemenag Evaluasi Daftar 200 Mubalig Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (18/5). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

MerahPutih.com - Daftar 200 mubalig yang dikeluarkan Kementerian Agama menuai polemik. Sejumlah pihak menilai data tersebut bisa membuat memecah belah bangsa.

Agar tidak menjadi polemik berkepanjangan, Ketua DPR, Bambang Soesatyo, meminta Kemenag untuk mengevaluasi data 200 mubalig dan mubalighah yang telah direkomendasikan

"Daftar 200 mubalig dan mubalighah itu sampai saat ini masih menyisakan polemik," kata Bambang Soesatyo, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (24/5)

Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet itu, Kementerian Agama sebaiknya melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, perguruan tinggi Islam, dan pimpinan pondok-pondok pesantren, dan lembaga terkait lainnya, untuk mengevaluasi daftar mubalig/mubaligah tersebut.

Ketua DPD Oeman Sapta Odang (kiri), Ketua DPR Bambang Soesatyo (kedua kiri), Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin (kedua kanan), dan Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Peran negara, kata dia, lebih kepada memberikan fasilitas agar kehidupan keagamaan rukun dan damai serta mencegah timbulnya rasa ketidakadilan.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, Pemerintah saat ini sedang berupaya mengikis radikalisme dan penyebarannya, tapi upaya Pemerintah tersebut harus dilakukan secara tepat.

"Kementerian Agama sebaiknya membangun komunikasi dengan pihak terkait lainnya untuk menanggulangi radikalisme," katanya.

Bamsoet, juga mengingatkan Kementerian Agama agar membangun kekuatan melalui pembinaan agama dalam meminimalkan indoktrinasi terhadap paham radikalisme ataupun aksi terorisme di tengah masyarakat.

Ketua DPR Bambang Soesatyo memberikan sambutan dalam kegiatan peringatan 20 Tahun Reformasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/5). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Sebelumnya Kementerian Agama merilis 200 nama mubalig/mubaligah, dengan alasan sebagai rekomendasi atas usulan dan permintaan dari berbagai pihak seperti masjid, mushalla, ormas Islam, dan perguruan tinggi, perihal penceramah yang direkomendasikan. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH