Ketua DPR Minta Kebijakan PTM 100 Persen Dievaluasi Wali Kota Arief saat meninjau langsung pelaksanaan kegaiatan PTM 100 persen di SMPN 33 Kecamatan Karang Tengah dan SDN Pondok Bahar 6, Senin. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen mendapat sorotan dari Ketua DPR Puan Maharani.

Ia meminta penerapan PTM 100 persen dievaluasi hingga pelaksanaan vaksinasi anak telah merata. Apalagi, saat ini ada ancaman varian baru COVID-19 Omicron.

“Kami meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempertimbangkan masukan sejumlah ahli yang keberatan dengan pelaksanaan PTM 100 persen mengingat Omicron sedang merebak,” kata Puan dalam keterangannya, Senin (3/1).

Baca Juga:

Legislator Golkar Dukung Pelaksanaan PTM

Sejumlah daerah mulai menerapkan PTM 100 persen hari ini memasuki semester dua tahun ajaran 2021/2022. Hal itu merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang memperbolehkan daerah dengan status PPKM Level 1 dan Level 2 menerapkan PTM 100 persen.

Sejumlah ahli epidemiologi meminta agar PTM 100 persen tidak dilaksanakan untuk saat ini. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) ini berharap pemerintah mempertimbangkan saran dari para ahli.

“Tidak semua sekolah memiliki fasilitas serta sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang PTM 100 persen. Pemerintah harus mempertimbangkan aspek kesiapan sekolah masing-masing sehingga penerapan PTM 100 persen sebaiknya tidak digeneralisasi,” tuturnya.

Puan menilai, PTM 100 persen masih rentan terutama untuk anak usia 6-11 tahun. Menurutnya, lebih baik kebijakan pemberlakuan PTM 100 persen dievaluasi sampai capaian vaksinasi COVID-19 anak usia sekolah selesai dilakukan.

“Lengkapi vaksinasi terlebih dahulu sambil memantau kesiapan tiap-tiap sekolah, baru setelahnya diputuskan apakah sekolah sudah siap melaksanakan PTM 100 persen,” ungkapnya.

Baca Juga:

Disdik DKI Diminta Akomodir Siswa yang Tak Dapat Izin Ikut PTM

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan sejumlah hal yang perlu dilakukan sebelum PTM 100 persen diterapkan, salah satunya adalah vaksinasi anak lengkap atau 2 dosis. Oleh karena itu, Puan mendorong percepatan vaksinasi anak usia sekolah.

“Lebih baik fokus terhadap percepatan vaksinasi anak, dan tidak terburu-buru melakukan PTM 100 persen. Keselamatan anak-anak harus jadi yang utama,” tegasnya.

Puan menekankan pentingnya kehati-hatian pemangku kebijakan terkait persoalan PTM. Pemerintah juga diminta memperhatikan laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyebut masih banyak pelanggaran protokol kesehatan di sekolah, termasuk guru yang tidak memakai masker saat berinteraksi dengan anak.

“Maka pengawasan yang ketat juga perlu dilakukan untuk memastikan setiap aspek kesiapan, termasuk penerapan protokol kesehatan, sudah dipatuhi oleh pihak sekolah di seluruh daerah,” imbaunya.

Mantan Menko PMK ini pun mengingatkan pihak sekolah untuk mendapatkan izin orangtua siswa dalam pelaksanaan PTM penuh. Menurut Puan, sekolah tetap harus memfasilitasi murid untuk belajar daring apabila orangtuanya tidak mengizinkan untuk mengikuti sekolah tatap muka.

“Saya menilai pihak sekolah tetap memerlukan persetujuan dari orangtua untuk melakukan sekolah tatap muka. Karena pertimbangan orangtua berbeda-beda, dan seharusnya sekolah mengakomodir apabila masih ada orangtua yang takut mengirimkan anaknya melakukan PTM,” ucapnya.

Puan memahami anak mengalami cognitive learning loss setelah hampir 2 tahun melakukan pembelajaran jarak jauh. Namun, persoalan tersebut dinilai bisa diatasi dengan metode pembelajaran yang inovatif.

“Sekolah harus kreatif agar interaksi antar-siswa tetap terjalin baik dengan memupuk social skill sekalipun secara online,” sebut Puan.

Ia mengapresiasi pemda yang memutuskan untuk menunda penerapan PTM dengan kapasitas penuh 100 persen meskipun berada dalam status PPKM Level 1 dan Level 2. Puan menilai kehati-hatian pemda akan menyelamatkan anak dari ancaman penularan virus corona.

“Saya sepakat dengan daerah yang memutuskan melakukan simulasi terlebih dahulu sambil melakukan percepatan vaksinasi anak. Dengan begitu, pemda bisa mengetahui kendala-kendala yang ada sehingga bisa mendapatkan solusi sebelum memutuskan penerapan PTM 100 persen,” ujarnya.

Untuk sekolah yang saat ini sudah menerapkan PTM 100 persen, Puan meminta agar melakukan mitigasi untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan sekolah.

“Seperti langkah apa yang harus dilakukan apabila sekolah menjadi klaster penyebaran virus corona. Kerja sama dengan berbagai instansi terkait harus dilakukan secara optimal,” tutup Puan. (Pon)

Baca Juga:

10.429 Sekolah di Ibu Kota Gelar PTM

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
David Noah Mangkir Pemeriksaan Kasus Dugaan Penipuan, Ini Alasannya
Indonesia
David Noah Mangkir Pemeriksaan Kasus Dugaan Penipuan, Ini Alasannya

Musisi David "Noah" mangkir dari pemanggilan Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penggelapan uang Rp 1 miliar.

GP Ansor Minta Polisi Beri Kesempatan Ferdinand Dapat Bimbingan Agama
Indonesia
GP Ansor Minta Polisi Beri Kesempatan Ferdinand Dapat Bimbingan Agama

Luqman juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijaksana menggunakan media sosial

AHY Minta Insan Pers Tetap Jadi Mitra Partai Politik
Indonesia
AHY Minta Insan Pers Tetap Jadi Mitra Partai Politik

Bagi Partai Demokrat, pers tidak saja berperan sebagai penggerak demokrasi

Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet Berkurang 12 Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet Berkurang 12 Orang

Terhitung sejak 23 Maret 2020 sampai dengan 9 September 2021 jumlah pasien yang dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet sebanyak 127.355 orang

Anies Minta Bank DKI Ciptakan Ekosistem Modern untuk Nasabah Sampai UMKM
Indonesia
Anies Minta Bank DKI Ciptakan Ekosistem Modern untuk Nasabah Sampai UMKM

Bank DKI Bank DKI ikut menciptakan ekosistem perbankan yang bukan hanya modern, aman dan nyaman untuk semua kalangan saja, tapi termasuk bagi UMKM dan pelaku-pelaku usaha di Jakarta.

Kelompok Ojol Geram Namanya Dicatut untuk Provokasi Demo Menentang PPKM
Indonesia
Kelompok Ojol Geram Namanya Dicatut untuk Provokasi Demo Menentang PPKM

Poster itu berisi ajakan untuk melakukan aksi massa dan provokasi

Kemenkes Konfirmasi 11 Kasus Baru COVID-19 Varian Omicron
Indonesia
Kemenkes Konfirmasi 11 Kasus Baru COVID-19 Varian Omicron

Temuan seluruh kasus di pintu masuk negara tersebut menunjukkan hasil penguatan surveilans

Polda Metro Jaya Segera Usut Kasus Denny Siregar
Indonesia
Polda Metro Jaya Segera Usut Kasus Denny Siregar

Kasus dugaan ujaran kebencian terhadap santri di Tasikmalaya, Jawa Barat, oleh pegiat media sosial Denny Siregar mulai diusut Polda Metro Jaya.

Polda Jateng Dirikan 76 Pos Pengamanan di Tempat Wisata
Indonesia
Polda Jateng Dirikan 76 Pos Pengamanan di Tempat Wisata

Momen libur Natal dan Tahun Baru sering dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata. Guna mengantisipasi kerumunan, Polda Jawa Tengah bakal mendirikan 76 pos pengamanan di seluruh wisata Jateng.

Mensos Siapkan Antisipasi agar Dana Bansos COVID-19 Tak Diselewengkan
Indonesia
Mensos Siapkan Antisipasi agar Dana Bansos COVID-19 Tak Diselewengkan

Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan ada sejumlah langkah untuk mencegah korupsi bantuan sosial selama PPKM.