Ketua DPR Minta Distribusi APD Dikawal Agar Tepat Sasaran Ketua DPR Puan Maharani (tengah) di Jakarta (Foto; antaranews)

MerahPutih.Com - Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi pernyataan Presiden Jokowi yang menekankan bahwa penyaluran bantuan sosial perlu tepat sasaran. Puan meminta pelaksanaan kebijakan di lapangan dilakukan berbasis data yang akurat dan terbaru serta prosesnya tidak berbelit-belit.

"Semangat tepat sasaran yang sama perlu diterapkan juga dalam penyaluran Alat Pelindung Diri (APD) ke berbagai rumah sakit di daerah-daerah yang terdampak COVID-19," kata Puan dalam keterangannya, Selasa (7/4).

Baca Juga:

Sambut Ratusan Pekerja Migran asal Malaysia, Pemprov Jatim Siapkan Ruang Isolasi

Pemerintah, kata politisi PDIP ini, perlu memiliki database yang diperbaharui secara real-time terkait rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang tenaga kesehatannya memerlukan APD.

Puan Maharani minta penyaluran bansos harus tepat sasar
Ketua DPR Puan Maharani (tengah) di Jakarta (Foto; antaranews)

"Dimana saja, berapa banyak, dan bagaimana penyebarannya yang tepat," ujarnya.

Selain itu, lanjut Puan, Kementerian Dalam Negeri dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 juga perlu menguatkan koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Daerah, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dalam memastikan APD yang sudah sampai di daerah agar langsung didistribusikan dan sampai di tujuan dalam wkatu yang cepat.

"Kita tidak boleh berasumsi bahwa ketika APD sudah dikirimkan dari pusat ke daerah maka otomatis sudah akan diterima oleh Rumah Sakit tujuan," tutur Puan.

Baca Juga:

Hadapi Ledakan Pasien Corona, Erick Thohir Siapkan 35 Rumah Sakit BUMN

Lebih lanjut putri dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ini menekankan agar ada mekanisme untuk memastikan bahwa APD sudah diterima langsung oleh berbagai rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan COVID-19.

"Saya yakin bahwa ini dapat dilakukan dengan penggunaan data akurat, penyederhanaan proses pengiriman, dan mekanisme pengawasan dari hulu ke hilir," pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

Menkeu Sri Mulyani Ungkap Skema Penyaluran Stimulus Rp150 Triliun untuk Dunia Usaha

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tim SAR Terus Temukan Body Part dari Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air
Indonesia
Tim SAR Terus Temukan Body Part dari Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air

Proses evakuasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 hingga kini masih dilakukan tim SAR gabungan.

Kubu Rizieq Tetap Enggak Mau Ikut Sidang
Indonesia
Kubu Rizieq Tetap Enggak Mau Ikut Sidang

Rizieq ingin hadiri sidang secara fisik

Kasus COVID-19 di Kudus Melonjak, Kapolri Minta Wilayah Jateng Tingkatkan 3T
Indonesia
Kasus COVID-19 di Kudus Melonjak, Kapolri Minta Wilayah Jateng Tingkatkan 3T

Sehingga daerah siap menghadapi semua kemungkinan

Kapolri Ajak Rabithah Alawiyah Sampaikan Pesan Harkamtibmas dengan Bahasa Umat
Indonesia
Kapolri Ajak Rabithah Alawiyah Sampaikan Pesan Harkamtibmas dengan Bahasa Umat

Sigit mengharapkan dukungan Rabithah Alawiyah, agar bisa menyampaikan pesan-pesan Harkamtibmas kepada umat dengan bahasa-bahasa umat atau dengan arti lain melalui dakwah dan ceramah.

[HOAKS atau FAKTA] Jangan Makan Singkong dan Minum Alkohol Setelah Divaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Jangan Makan Singkong dan Minum Alkohol Setelah Divaksin COVID-19

Beredar sebuah pesan di Whatsapp yang berisi larangan memakan singkong dan minum alkohol setelah divaksin COVID-19.

PK Djoko Tjandra Dinilai Cacat Formil
Indonesia
PK Djoko Tjandra Dinilai Cacat Formil

“Sehingga Djoko Tjandra secara hukum haruslah dinyatakan tidak pernah masuk ke Indonesia untuk mengajukan PK,” ungkapnya.

Pedagang Pasar Tradisional di Jabar Terpapar Hoaks COVID-19
Indonesia
Pedagang Pasar Tradisional di Jabar Terpapar Hoaks COVID-19

"Pasar kan sering dianggap sebagai salah satu titik penyebaran, jadi jangan lelah untuk terus sosialisasikan protokol kesehatan," kata Yudi Setia.

Pertama Kali, Pemkab Mimika Dapat Rp 300 Miliar dari Keuntungan PT Freeport Indonesia
Indonesia
Pertama Kali, Pemkab Mimika Dapat Rp 300 Miliar dari Keuntungan PT Freeport Indonesia

6 persen keuntungan bersih yang disetor ke Pemda Papua itu dibagi lagi yaitu 2,5 persen untuk Kabupaten Mimika sebagai daerah penghasil, 2 persen untuk kabupaten/kota di Provinsi Papua dan 1,5 persen untuk Pemprov Papua.

Keterisian ICU Capai 94 Persen, Wagub DKI: Warga Harus Taat Prokes
Indonesia
Keterisian ICU Capai 94 Persen, Wagub DKI: Warga Harus Taat Prokes

"Ini kalau liat data tempat tidurnya sudah mencapai 91 persen, ruang ICU sudah mencapai 94 persen. ini angkanya sudah tinggi sekali rata-ratanya," kata Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria

ITS Kembangkan Alat Penjernih Air Langsung Minum
Indonesia
ITS Kembangkan Alat Penjernih Air Langsung Minum

metode yang telah diuji dan menghasilkan produk berupa air minum sesuai standar baku mutu air minum sesuai PP Nomor 82 Tahun 2001.