Ketua DPR Ingatkan New Normal Tak Dilakukan Gegabah Ketua DPR RI Puan Maharani (Antara/Istimewa)

Merahputih.com - Ketua DPR Puan Maharani menekankan bahwa kebijakan new normal yang diambil pemerintah, perlu diatur sangat rinci.

Terutama di setiap sektor dan skenario, agar bisa bersamaan menjaga kesehatan rakyat sekaligus memutar kembali roda ekonomi Indonesia.

Baca Juga:

Tim Pengawas DPR Pelototi Pemerintah agar Tak Lambat Tanggulangi COVID-19

"Ini penting karena new normal yang diperlukan Indonesia bukan yang memilih antara ekonomi dan kesehatan, tapi bagaimana keduanya bisa berjalan bersamaan," kata Puan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/6).

Salah satu yang harus diperhatikan adalah kegiatan sosial dan ekonomi di pasar-pasar tradisional.

"Sudah ada laporan bahwa beberapa pedagang di pasar tradisional ada yang terinfeksi virus corona (Covid-19), di mana bila tidak ada penanganan yang tepat maka pasar tradisional bisa menjadi sumber penularan," katanya.

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.)
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.)

Padahal, seringkali denyut nadi ekonomi daerah itu bisa terasa di pasar-pasarnya, yang juga menjadi salah satu tempat utama terjadinya interaksi sosial masyarakat sebuah daerah.

Maka itu perhatian pemerintah terhadap penetapan dan penerapan protokol new normal di pasar tradisional sangat dibutuhkan karena pasar tradisional adalah penggerak sektor ril ekonomi rakyat.

Baca Juga:

Umat Katolik Solo Rayakan Paskah di Rumah, Misa Lewat Live Streaming

"Saya tekankan juga bahwa sosialisasi protokol new normal agar dilakukan sejelas mungkin supaya dapat dipahami semua kalangan," kata Puan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Napi Kasus Perampokan Kabur dari Rutan Boyolali
Indonesia
Napi Kasus Perampokan Kabur dari Rutan Boyolali

Seorang narapidana (napi) kasus pencurian dengan pemberatan (curat/perampokan) melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kabupaten Boyolali.

 Tahun 2020, Polri Bakal Bentuk Satgas Antisipasi Bencana Alam
Indonesia
Tahun 2020, Polri Bakal Bentuk Satgas Antisipasi Bencana Alam

"Di tahun 2020 agar kita menggelorakan penanaman pohon sehingga kita dapat menghijaukan lingkungan, mengurangi polusi serta meninggalkan kenangan bagi generasi kita selanjutnya," jelas Idham.

Korban Meninggal akibat Virus Corona di Tiongkok Bertambah Jadi 479
Indonesia
Korban Meninggal akibat Virus Corona di Tiongkok Bertambah Jadi 479

Jumlah korban meninggal di Provinsi Hubei, Tiongkok tengah, akibat virus corona meningkat menjadi 479 hingga Selasa.

KSPI Siapkan Uji Formil dan Materiil UU Cipta Kerja
Indonesia
KSPI Siapkan Uji Formil dan Materiil UU Cipta Kerja

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terlibat dalam pembahasan aturan turunan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Begini Alasan Relawan Beri 'Nasi Anjing' ke Warga Warakas
Indonesia
Begini Alasan Relawan Beri 'Nasi Anjing' ke Warga Warakas

Warga penerima bantuan dan pihak pemberi bantuan yaitu komunitas bernama Yayasan Qahal Family sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan.

DPR Anggap Keberadaan Wakil KSP Wujud Sistem Presidensialisme
Indonesia
DPR Anggap Keberadaan Wakil KSP Wujud Sistem Presidensialisme

Keberadaan pos baru tersebut merupakan hasil kajian yang mendalam

Megawati Terima Gibran dan FX Hadi Rudyatmo di Teuku Umar
Indonesia
Megawati Terima Gibran dan FX Hadi Rudyatmo di Teuku Umar

Gibran hadir di kediaman Megawati dengan didampingi Ketua DPC PDIP Kota Solo yang juga Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

UU 18/2019 Lahir, Pemerintah Diminta Segera Terbitkan PP Pesantren
Indonesia
UU 18/2019 Lahir, Pemerintah Diminta Segera Terbitkan PP Pesantren

Perda ini akan menjadi landasan hukum yang bisa dirujuk pemerintah

Dibekali Sajam, Anak Buah John Kei: Jika Ada yang Mengadang, Hantam!
Indonesia
Dibekali Sajam, Anak Buah John Kei: Jika Ada yang Mengadang, Hantam!

Anak buah John Kei dibagikan senjata tajam mulai dari golok hingga tombak besi yang sudah diruncingkan oleh tersangka Arnol.

Berbeda dengan Gibran, Purnomo Mengaku Dapat Undangan Rakernas PDIP
Indonesia
Berbeda dengan Gibran, Purnomo Mengaku Dapat Undangan Rakernas PDIP

Achmad Purnomo mengaku mendapatkan undangan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan HUT PDIP Ke-47.