Ketua DPD Minta Pemerintah Tekan Angka Kematian Pasien COVID-19 Pemakaman dengan prosedur COVID-19 di Kota Yogyakarta (HO-BPBD Kota Yogyakarta)

MerahPutih.com - Ketua DPD, La Nyalla Mattalitti, meminta pemerintah untuk menekan angka kematian pasien COVID-19 yang masih tinggi. La Nyalla juga berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Menurut La Nyalla, masih tingginya jumlah kematian pasien COVID-19 harus menjadi perhatian serius. Apalagi, jumlahnya cenderung mengalami peningkatan selama pelaksanaan PPKM.

Baca Juga

Okupasi Tempat Tidur Pasien COVID-19 di Jakarta Capai 64 Persen

Sebelum PPKM Darurat diberlakukan, kasus kematian tertinggi sebesar 539 dalam sehari, kemudian meningkat pada PPKM darurat menjadi 1.338 dan meningkat lagi pada PPKM level 1-4 dengan jumlah 1.487, untuk data hingga 25 Juli 2021.

La Nyalla pun menyoroti data kasus kematian pasien COVID-19 pada Selasa (27/7), yang menembus angka 2 ribu kematian dalam satu hari, walaupun di hari yang sama, kasus sembuh Corona di Indonesia mencetak rekor dunia dengan hampir 50 ribu kasus sembuh yaitu 47.128 orang.

“Penambahan 2.069 kasus kematian akibat Corona dalam sehari pada 27 Juli, di saat perpanjangan PPKM level 1-4 masih dilakukan, merupakan angka yang fantastis. Untuk pertama kalinya kasus kematian Corona menembus angka 2 ribu dalam sehari, dan membuat Indonesia menempati peringkat pertama penyumbang kasus kematian Corona tertinggi di dunia,” kata La Nyalla dalam keterangannya, Kamis (29/7).

Kementerian Kesehatan mengungkap lonjakan kasus kematian COVID-19 pada 27 Juli diakibatkan pelaporan data yang tertunda di beberapa kabupaten dan kota. Penundaan laporan itu dinilai membuat angka kematian COVID-19 dalam sehari menjadi tinggi.

“Tapi, tetap saja itu menjadi fakta masih banyak kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia. Kita tidak bisa menutup mata case fatality rate Corona di Indonesia masih sangat tinggi sehingga diperlukan berbagai upaya perbaikan,” tegasnya.

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. Foto: Humas DPD
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. Foto: Humas DPD

Senator asal Jawa Timur ini pun meminta pemerintah daerah memperbaiki program-program penanganan COVID-19 di wilayah masing-masing. Menurut LaNyalla, upaya penurunan kasus kematian COVID-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Kepala daerah punya peranan penting untuk menjalankan program penanangan Corona sebaik-baiknya. Selain meningkatkan testing dan tracing, sosialisasi masif dan penerapan disiplin protokol kesehatan masyarakat harus dilakukan. Ingatkan warga, laporan kasus kematian Covid setiap harinya bukan hanya sekedar angka-angka saja,” sebutnya.

Mantan Ketua Umum PSSI itu menilai, pemerintah dan masyarakat harus lebih kompak dalam perjuangan melawan virus Corona, mengingat saat ini zona merah COVID-19 di Indonesia justru semakin bertambah.

Berdasarkan laporan terbaru Satgas COVID-19, saat ini terdapat 195 zona merah yang menunjukkan 37,94 persen daerah di Indonesia masuk dalam berisiko tinggi.

Kemudian terdapat 277 atau sekitar 53,89 persen zona oranye atau risiko sedang di Indonesia per 25 Juli 2021. Lalu zona kuning dengan risiko rendah sebanyak 41 daerah atau 7,98 persen, dan zona hijau yang tidak ditemukan kasus hanya 1 daerah saja ata 0,19 persen.

“Apalagi saat ini varian baru virus COVID-19, yaitu 'Delta Plus’ (AY.1) yang masuk dalam kategori variant of concern (VoC) WHO sudah ditemukan di Indonesia. Pemerintah harus memberikan langkah-langkah antisipasi yang tepat agar varian baru ini tidak menimbulkan lonjakan kasus baru,” imbau La Nyalla.

Data per 28 Juli 2021, total kasus COVID-19 di Indonesia telah mencapai 3.287.727 dengan tambahan sebanyak 47.79 dalam sehari.

Sementara itu, tambahan kasus sembuh sebanyak 43.856 sehingga pasien sembuh Corona berjumlah 2.640.676 dan pasien Corona yang meninggal di RI sampai sekarang mencapai 88.659 orang di mana terdapat tambahan 1.824 kasus kematian dalam sehari. (Pon)

Baca Juga

Ketua DPD Optimistis Vaksin Nusantara Mampu Atasi Pandemi COVID-19

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bersiap Kuliah Tatap Muka, 19.166 Tenaga Pendidik Perguruan Tinggi Sudah Terima Vaksin
Indonesia
Bersiap Kuliah Tatap Muka, 19.166 Tenaga Pendidik Perguruan Tinggi Sudah Terima Vaksin

Vaksinasi dosen dan tenaga kependidikan menjadi kunci utama sebelum menggelar pendidikan tatap muka

Sambangi KPK, Kapolri Ucapkan Hari Pers Nasional
Indonesia
Sambangi KPK, Kapolri Ucapkan Hari Pers Nasional

Listyo mengajak seluruh insan pers untuk terus memberikan informasi yang benar

Viral, Video Pasien COVID-19 Membludak di Halaman RSUD Dr Moewardi Solo
Indonesia
Viral, Video Pasien COVID-19 Membludak di Halaman RSUD Dr Moewardi Solo

Video puluhan pasien di rawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah, viral di media sosial (medsos).

Terima Komisi Miliaran, Mantan Direktur Askrindo Dibui Kejagung
Indonesia
Terima Komisi Miliaran, Mantan Direktur Askrindo Dibui Kejagung

Dalam perkara tersebut penyidik telah melakukan penyitaan sejumlah uang dari share komisi sejumlah Rp 611.428.130 (juta), USD 762.900 dan SGD 32 ribu.

Bantahan Tan Paulin Disebut-sebut Anggota DPR Sebagai Ratu Batu Bara
Indonesia
Bantahan Tan Paulin Disebut-sebut Anggota DPR Sebagai Ratu Batu Bara

Apa yang disampaikan oleh Muhammad Nasir adalah ucapan yang tidak memiliki nilai kebenaran dan juga suatu tuduhan yang serius yang merupakan suatu pembunuhan karakter

Maskur Husain Akui Terima Rp 1,8 Miliar dari Azis Syamsuddin
Indonesia
Maskur Husain Akui Terima Rp 1,8 Miliar dari Azis Syamsuddin

Maskur mengakui dirinya menerima uang Rp 1,8 miliar dari Azis Syamsuddin. Uang tersebut diduga untuk membantu mengamankan Azis dalam perkara yang sedang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Isu Kekerasan Seksual Diharap Dibahas dalam Muktamar NU
Indonesia
Isu Kekerasan Seksual Diharap Dibahas dalam Muktamar NU

Kekerasan seksual ini banyak faktor pemicunya

Depok Bagikan Bantuan Bagi Warga dari Donasi ASN
Indonesia
Depok Bagikan Bantuan Bagi Warga dari Donasi ASN

"Kami langsung salurkan ke warga untuk menghindari kerumunan, sekaligus melihat kondisi mereka," Wakil Wali Kota Depok Iman.

Pledoi Heru Hidayat, Tuntutan Hukuman Mati JPU Menyimpang dari Dakwaan
Indonesia
Pledoi Heru Hidayat, Tuntutan Hukuman Mati JPU Menyimpang dari Dakwaan

Kubu terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asabri (Presero) Heru Hidayat menyoroti tuntutan pidana hukuman mati dan tuduhan jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung.

Kisah Remaja Asal Solo, Berjuang Melawan Kanker Otak Ganas Selama 2 Tahun
Indonesia
Kisah Remaja Asal Solo, Berjuang Melawan Kanker Otak Ganas Selama 2 Tahun

"Penanganan fisioterapi yang mestinya dilakukan empat kali dalam sepekan, kami lakukan sekali dalam sepekan karena sulitnya kondisi ekonomi keluarga," kata Wahid.