Ketua DPD Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Petani Tembakau Ketua DPD RI beserta rombongan saat mengunjungi pabrik cerutu di Jawa Timur. ANTARA/HO-DPD RI

MerahPutih.com - Pemerintah harus memerhatikan nasib petani tembakau seiring dengan polemik revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat, Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa revisi PP 109/2012 merupakan amanat dari Keppres Nomor 9 Tahun 2018 mengenai program penyusunan peraturan pemerintah tahun 2018.

Revisi PP ini juga masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024 yang harus dilakukan pemerintah mengenai pengendalian konsumsi produk tembakau.

Baca Juga:

Pemasukan Cukai Tinggi, Industri Olahan Tembakau Diusulkan Dapat Insentif

Poin-poin yang akan direvisi dalam PP 109/2012 adalah larangan iklan rokok, pembesaran peringatan kesehatan bergambar, serta penguatan layanan berhenti merokok.

"Saya menyadari revisi PP Nomor 109 Tahun 2012 banyak dituntut oleh teman-teman antirokok. Namun, kita juga harus perhatikan keluhan dari kalangan petani dan pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai pasokan industri hasil tembakau (IHT)," tutur La Nyalla.

Demo petani tembakau di Jakarta, Senin (16/11). Foto: MP.Kanu
Demo petani tembakau di Jakarta, Senin (16/11). Foto: MP/Kanu

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengatakan bahwa pertanian tembakau merupakan tradisi yang telah dilakukan turun-temurun.

"Oleh karena itu, revisi PP 109/2021 harus memberikan solusi tepat agar tidak merugikan para petani dan buruh. Yang harus diingat, sektor ini cukup banyak menyerap tenaga kerja. Kondisi tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja," ucapnya.

La Nyalla mengatakan bahwa kampanye antirokok bisa dibarengi pemerintah dengan membuat regulasi yang proporsional dan mengarahkan produksi tembakau ke produk lain seperti farmasi.

"Pengembangan dunia farmasi dan obat-obatan saat ini melirik zat-zat yang terkandung pada tembakau, seperti zat pereaksi protein perangsang peredaran darah dan antikanker. Hal ini harus dimanfaatkan," kata La Nyalla.

Baca Juga:

Tagih Janji Jokowi, Ratusan Petani Tembakau Demo di Dekat Istana

Apalagi, tembakau diketahui memiliki cytokine yang bisa membantu kekebalan tubuh serta memperbanyak sel tunas untuk pemulihan pascasakit, juga sebagai bahan obat penyakit kencing manis, dan penghambat virus HIV pada tubuh.

"Namun, untuk mendukung pengembangan tembakau, pemerintah harus membuka keran penelitian lebih lanjut pada farmasi kita. Hal ini tentu akan menjadi solusi yang cerdas," katanya. (*)

Baca Juga:

Sorot PP Nomor 57/2021, Ketua DPD Minta Mendikbud Hindari Trial and Error

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Keampuhan Donor Plasma Konvalesen Bagi Pasien COVID-19
Indonesia
Keampuhan Donor Plasma Konvalesen Bagi Pasien COVID-19

Maka semakin banyak yang melakukan donor plasma itu sangat baik

Cegah Klaster Keluarga, Pemda DIY Imbau Pemudik Pakai Masker di Dalam Rumah
Indonesia
Cegah Klaster Keluarga, Pemda DIY Imbau Pemudik Pakai Masker di Dalam Rumah

Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogtakarta (DIY) mengimbau masyarakat mewaspadai munculnya klaster penularan COVID-19 di lingkungan keluarga selama masa libur Lebaran 2021.

Densus 88 Pasti Punya Bukti Kuat Dugaan Munarman Terlibat Terorisme
Indonesia
Densus 88 Pasti Punya Bukti Kuat Dugaan Munarman Terlibat Terorisme

Polri telah menetapkan mantan Sekretaris Umum (Sekum) ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI) Munarman sebagai tersangka kasus dugaan terorisme.

17 ASN Kementan Positif COVID-19, Kalung Antivirus Cuma Jadi Lahan Bisnis
Indonesia
17 ASN Kementan Positif COVID-19, Kalung Antivirus Cuma Jadi Lahan Bisnis

Sebanyak 17 pegawai Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), terpapar positif COVID-19.

Pembatasan 50 Persen Pengunjung Pusat Belanja di Masa PSBB Transisi Jakarta
Indonesia
Pembatasan 50 Persen Pengunjung Pusat Belanja di Masa PSBB Transisi Jakarta

Setiap pusat belanja itu mempunyai alat hitung. Alat hitung itu disebut people counting

Ingat Umur, Pelaku Penghinaan Ahok Tak Sanggup Jika Harus Dipenjara
Indonesia
Ingat Umur, Pelaku Penghinaan Ahok Tak Sanggup Jika Harus Dipenjara

Mereka menghina Ahok lewat akun instagram mereka

Menanti Duel Densus 88 Vs KKB
Indonesia
Menanti Duel Densus 88 Vs KKB

Asisten Kapolri bidang Operasi Irjen Imam Sugianto mengatakan, Polri tengah membahas pelibatan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri untuk mengejar KKB di Papua.

BNN Bongkar 33 Jaringan Narkoba Selama 2019
Indonesia
BNN Bongkar 33 Jaringan Narkoba Selama 2019

Kebanyakan melalui online, jasa pengiriman, tetapi masih ada jalur laut

Kata Habiburokhman Soal Menteri Kelautan dan Perikanan Jatah Gerindra
Indonesia
Kata Habiburokhman Soal Menteri Kelautan dan Perikanan Jatah Gerindra

Gerindra membantah anggapan yang menyatakan bahwa jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan merupakan jatah untuk partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

WNA yang Datang ke Indonesia Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi COVID-19
Indonesia
WNA yang Datang ke Indonesia Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi COVID-19

Terkait proses karantina tidak boleh ada yang lolos