Ketua DPD Minta Pemerintah Hentikan Isu-Isu Inkonstitusional Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. ANTARA/HO-Humas DPD RI

MerahPutih.com - DPR RI meminta pemerintah fokus menyelesaikan masalah-masalah ekonomi dan menghentikan semua pernyataan terkait isu-isu inkonstitusional yang membuat gaduh.

"Kesimpulan yang kita dapat dengan merujuk pada tren dan perkembangan serta dinamika dalam masyarakat melalui analisis big data, DPD RI secara objektif mengingatkan pemerintah agar fokus pada menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi," kata Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti saat Public Expose Big Data DPD, di Jakarta, Kamis (14/4).

"Pemerintah juga harus meninggalkan atau menghentikan semua pernyataan terkait isu-isu yang in konstitusional, seperti penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden," tegas La Nyalla.

Baca Juga:

Capai Rp 110 T, DPD RI Nilai Estimasi Biaya Pemilu 2024 Tak Rasional

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu mengatakan, Public Expose Big Data DPD ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 mengenai Keterbukaan Informasi Publik.

"Setiap badan publik, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang memberikan informasi ke publik di ruang terbuka, wajib membuka datanya apabila diminta," katanya.

La Nyalla juga mengutip Pasal 11 UU Nomor 14 Tahun 2008. Terutama poin 1 yang menyebut, badan publik wajib menyediakan informasi publik setiap saat.

"Di poin 1 F disebutkan, hal itu meliputi informasi dan kebijakan yang disampaikan pejabat publik dalam pertemuan yang terbuka untuk umum," katanya.

Ditegaskannya, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang disediakan dan diumumkan secara berkala.

Senator asal Jawa Timur itu menjelaskan, Public Expose Big Data DPD RI mengungkap, perbincangan publik pengguna media sosial terhadap isu sosial, ekonomi dan politik.

"Ekspos publik ini penting. Karena, sebelumnya, secara terbuka saya telah membantah klaim yang disampaikan Menko Maritim dan Investasi yang mengatakan bahwa dari temuan big data, ada sekitar 110 juta masyarakat pengguna media sosial yang menghendaki penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden," katanya.

Baca Juga:

Ketua DPD Minta Pemerintah Tetapkan Prioritas dan Klasifikasi Jamaah Calon Haji 2022

Dijelaskan La Nyalla, ia juga telah menyampaikan secara terbuka bahwa kegiatan atau pernyataan elite politik, baik itu menteri atau ketua partai, terkait penundaan pemilu atau masa jabatan presiden 3 periode justru tidak direspons positif oleh publik.

"Dan sebagai bagian dari keterbukaan informasi, saya sampaikan bahwa DPD RI, sejak dua tahun ini memang telah menggunakan big data untuk melakukan bacaan terhadap dinamika masyarakat pengguna media sosial di 34 provinsi di Indonesia," katanya.

Lewat big data ini, DPD juga mengetahui bagaimana respons publik terhadap Pandemi COVID-19 saat ini, dan inflasi serta kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan BBM.

"Kami juga membaca bagaimana respons publik terhadap kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng," katanya.

Dalam public expose yang disampaikan Founder Evello Dudy Rudianto, yang juga rekanan DPD, diungkap sejumlah poin.

Pertama, DPD meyakini bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap COVID-19 pada trimester awal tahun 2022 cenderung turun. Ada kecenderungan masyarakat ingin agar hidupnya kembali normal, terutama terkait dengan sektor ekonomi.

Kedua, DPD juga meyakini adanya keinginan yang kuat dari masyarakat agar pemerintah berada pada garda terdepan pemulihan ekonomi. Dari analitik big data, DPD melihat ini sebagai salah satu alasan mengapa gerakan vaksin COVID-19 sukses dan bisa diterima masyarakat.

Ketiga, sejak Februari 2022, masyarakat mulai mengeluhkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tidak membantu harapan pemulihan ekonomi. Dari soal polemik pencairan Jaminan Hari Tua, naiknya harga kedelai dan kelangkaan minyak goreng.

Keempat, ada kecenderungan pendapat yang kuat di masyarakat, jika pemerintah kalah menghadapi aksi mafia dan kartel minyak goreng dan rasa frustasi yang tinggi dari masyarakat, terhadap kemampuan pemerintah menyelesaikan masalah ekonomi.

Dan terakhir, merebaknya isu penundaan Pemilu 2024 membuat rasa kecewa publik meningkat. Melalui big data dapat ditangkap kecenderungan turunnya kesukaan terhadap Presiden Joko Widodo dan meningkatnya rasa pesimistis bahwa pemerintah bisa menyelesaikan masalah-masalah ekonomi. (Pon)

Baca Juga:

Ketua DPD RI Minta Menteri Fokus Kerja Sesuai Bidang, Jangan Buat Gaduh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub Sebut Pasien Pertama Omicron di Wisma Atlet Bukan Warga Jakarta
Indonesia
Wagub Sebut Pasien Pertama Omicron di Wisma Atlet Bukan Warga Jakarta

Pasien positif COVID-19 merupakan seorang petugas kebersihan di Wisma Atlet, Kemayoran Jakarta.

Jumlah BUMN Akan Kembali Dirampingkan Jadi 30 Perusahaan
Indonesia
Jumlah BUMN Akan Kembali Dirampingkan Jadi 30 Perusahaan

BUMN harus bertransformasi terutama dalam model bisnis karena negara mengharapkan perusahaan plat merah dapat memberikan pemasukan sebesar-besarnya.

Surat Pergantian M. Taufik dari Wakil Ketua DPRD Sudah Diterima Fraksi Gerindra
Indonesia
Surat Pergantian M. Taufik dari Wakil Ketua DPRD Sudah Diterima Fraksi Gerindra

Surat pemecatan Mohamad Taufik dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sudah berada di tangan Fraksi Gerindra DPRD. Surat tersebut dikirim langsung dari DPD Gerindra DKI Jakarta.

Kader PSI Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan yang Tewaskan Putra Gubernur Kaltara
Indonesia
Kader PSI Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan yang Tewaskan Putra Gubernur Kaltara

Polisi menetapkan Fatimah sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan tunggal di Senen, Jakarta Pusat, yang ikut menewaskan AKP Novandi Arya Kharisma itu.

[HOAKS atau FAKTA]: Formula E Bikin APBD Ludes
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Formula E Bikin APBD Ludes

Hingga 12 Januari, tercatat yang habis adalah tiket dengan kategori VIP Hospitality Suites Premiere Class seharga Rp 15 juta sebanyak 900 tiket.

Polisi Tutup Sementara Jalan Pantai Selatan Yogyakarta Saat Malam Takbiran
Indonesia
Polisi Tutup Sementara Jalan Pantai Selatan Yogyakarta Saat Malam Takbiran

Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menutup sementara wilayah Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) saat malam takbiran Idul Fitri 1443 Hijriah. Penutupan dilakukan guna mencegah kerumunan dan perayaan malam takbiran dengan menggunakan petasan.

Polisi Ungkap Temuan Baru Kasus Kematian 1 Keluarga di Kalideres
Indonesia
Polisi Ungkap Temuan Baru Kasus Kematian 1 Keluarga di Kalideres

"Kemarin berdasarkan keterangan kedokteran forensik kami menemukan feses," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Kamis (24/11).

TransJakarta Terima 664 Aduan Pelanggan Terkait Saldo Kartu Terpotong 2 Kali
Indonesia
TransJakarta Terima 664 Aduan Pelanggan Terkait Saldo Kartu Terpotong 2 Kali

"TransJakarta telah menerima berbagai aduan. Saat ini, terdapat 664 aduan yang masuk," ucap Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta, Anang Rizkani Noor

Penamaan JIS Bahasa Asing, Wagub: Di Sini Bukan Hanya Orang Jakarta
Indonesia
Penamaan JIS Bahasa Asing, Wagub: Di Sini Bukan Hanya Orang Jakarta

Penamaan Jakarta Internasional Staium (JIS) menggunakan bahasa asing menuai polemik di masyarakat.

Warga Jakarta Dilarang Nyalakan Kembang Api dan Petasan di Malam Pergantian Tahun
Indonesia
Warga Jakarta Dilarang Nyalakan Kembang Api dan Petasan di Malam Pergantian Tahun

Polda Metro Jaya melarang adanya perayaan pesta kembang api dan petasan pada malam pergantian tahun baru nanti.