Ketua DPD Harap TMII Lebih Baik Saat Dikelola Negara Museum Penerangan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sepi dari aktivitas wisatawan, Jakarta, Selasa (13-10-2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Merahputih.com - Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap Taman Mini Indonesia Indah bisa lebih profesional dan modern ketika dikelola negara.

"Tentu kita berharap pengalihan ini akan membuat TMII lebih baik," jelas AA LaNyalla Mahmud dalam keterangannya, Kamis (8/4).

Baca Juga

Kelola TMII 44 Tahun, Yayasan Keluarga Soeharto Tidak Berkontribusi ke Keuangan Negara

Hal itu disampaikan menyusul berpindahnya pengelolaan TMII yang selama 44 tahun dilakukan Yayasan Harapan Kita ke pemerintah melalui Kemensetneg. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang TMII.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu menjelaskan, dalam Keppres Nomor 51 Tahun 1977, TMII disebut merupakan milik negara, hanya pengelolaannya diberikan kepada Yayasan Harapan Kita.

"Diharapkan ke depan pemerintah mampu membuat angin perubahan pengelolaan TMII lebih profesional dan modern, menjadi sarana rekreasi edukatif dan menghibur," katanya.

Keong Emas di TMII. Foto: ANTARA

Mantan Ketua Umum PSSI itu menambahkan, TMII peninggalan zaman orde baru sarat dengan informasi-informasi tentang ke-Indonesiaan.

"Jika dikelola dengan manajemen yang profesional TMII dapat menjadi magnet yang mendatangkan pengunjung dan menghidupkan berbagai aspek," katanya.

Baca Juga

Pemerintah Kuasai TMII, Plt Sekjen PSI: Buah Nambah Kas Negara

Sebagai salah satu peninggalan era orde baru, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dikenal sarat informasi. Oleh karena itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap pengelolaan salah satu destinasi terbaik di Jakarta itu bisa lebih profesional dan modern. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polresta Cirebon Minta PKL Patuhi PPKM Darurat
Indonesia
Polresta Cirebon Minta PKL Patuhi PPKM Darurat

Petugas meminta para PKL untuk mematuhi aturan PPKM darurat yang dilaksanakan hingga 20 Juli 2021.

Perempuan Tanpa Busana Ditemukan Tewas di Hotel Kawasan Menteng, Ini Kata Polisi
Indonesia
Perempuan Tanpa Busana Ditemukan Tewas di Hotel Kawasan Menteng, Ini Kata Polisi

Seorang perempuan berinisial IWA (31) ditemukan tewas di Hotel Dreamtel, Menteng, Jakarta Pusat. Ia didapati dalam keadaan tanpa busana di kamar 110.

Bubarkan Tongkrongan 'Vespa Gembel', Polisi: Kayak Karnaval 17-an
Indonesia
Bubarkan Tongkrongan 'Vespa Gembel', Polisi: Kayak Karnaval 17-an

Petugas meluncur ke lokasi, membubarkan kerumunan

Pemerintah Diminta Selamatkan UMKM yang Kritis Akibat PPKM Level 4
Indonesia
Pemerintah Diminta Selamatkan UMKM yang Kritis Akibat PPKM Level 4

Ia mendesak, peemerintah melalui KemenKopUKM juga harus melakukan pendampingan, penyederhanaan persyaratan bantuan dan juga pelatihan ataupun sosialisasi mengenai program bantuan.

Seluruh Penumpang dan ABK Kapal KM Karya Indah Selamat
Indonesia
Seluruh Penumpang dan ABK Kapal KM Karya Indah Selamat

"Saat ini proses evakuasi terhadap 14 Anak Buah Kapal (ABK) dan 181 penumpang kapal telah selesai dilakukan dan seluruhnya dalam kondisi selamat," ucap Kepala KSOP Kelas II Ternate, Affan Tabona

Pemerintah Nyatakan Tidak Ada Lockdown, Kecuali Lingkungan RT/RW
Indonesia
Pemerintah Nyatakan Tidak Ada Lockdown, Kecuali Lingkungan RT/RW

Pemerintah karantina wilayah atau mikro lockdown hanya dapat dilakukan di tingkat RT atau RW yang berstatus zona merah.

Stasiun Ini Paling Sibuk di Jabodetabek Saat Libur Lebaran
Indonesia
Stasiun Ini Paling Sibuk di Jabodetabek Saat Libur Lebaran

KAI Commuter terus melakukan antisipasi layanan KRL Jabodetabek pada masa libur Lebaran 2021

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara
Indonesia
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara

Rizieq Shihab dituntut dua tahun penjara dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Besok, Pemprov DKI Salurkan Bansos Non Tunai Berupa Beras
Indonesia
Besok, Pemprov DKI Salurkan Bansos Non Tunai Berupa Beras

Bantuan beras Pemprov DKI kali ini diberikan kepada 1.007.379 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Stafsus Jokowi Minta Masyarakat Bijak Sampaikan Informasi Terkait Sriwijaya Air
Indonesia
Stafsus Jokowi Minta Masyarakat Bijak Sampaikan Informasi Terkait Sriwijaya Air

Saat ini tim gabungan terus mencari bukti-bukti lain