Ketua DPD Geram Kasus Anak Jadi Tumbal Pesugihan, Minta Pelaku Dihukum Berat Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti. (Foto: MP/Istimewa)

MerahPutih.com - Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti dibuat geram dengan peristiwa anak yang dijadikan korban tumbal pesugihan di Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Akibat peristiwa tersebut, korban yang masih berusia enam tahun harus menjalani operasi mata pada bagian kanan.

"Kasus yang terjadi ini tidak masuk akal. Demi pesugihan, orang tua tega melakukan kekerasan secara bengis dan tidak berperikemanusiaan, yakni mencungkil mata anaknya sendiri yang baru berusia enam tahun," kata La Nyalla di sela kunjungan kerjanya ke Lampung, Senin (6/9).

Baca Juga:

Dapat Bisikan Gaib, Orang Tua di Gowa Tega Congkel Mata Anak Kandungnya

La Nyalla meminta agar para pelaku yang terlibat dalam kejahatan tersebut diberikan hukuman yang berat. Tentu saja hal ini agar menjadi pembelajaran untuk menekan perlakuan keji kepada anak sendiri.

Senator asal Jawa Timur itu juga mengingatkan agar perlindungan anak dari kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekat harus diperketat.

Ia meminta kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk memberikan pendampingan dan perawatan serta pemulihan trauma psikologi korban.

 Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)
Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

La Nyalla pun menilai peristiwa ini harus menjadi pembelajaran semua pihak untuk merumuskan perlindungan terhadap anak dari lingkungan terdekat mereka.

"Negara harus mempunyai solusi jangka panjang untuk anak-anak dengan kasus tersebut. Dikhawatirkan jika orang tuanya memang memiliki masalah kejiwaan hingga melakukan tindak penganiayaan, suatu saat bisa terulang kembali," ujarnya.

Baca Juga:

Ketua DPD RI Dukung Langkah Presiden Tuntaskan Vaksinasi di Lampung

La Nyalla juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk turun tangan mengedukasi masyarakat yang masih percaya dengan hal-hal mistis yang tidak dibenarkan dalam agama dan seringkali memakan korban jiwa.

"Kasus ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi MUI dan Kementerian Agama untuk memberikan penerangan masalah klenik atau pesugihan kepada masyarakat," katanya.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian telah menetapkan dua orang tersangka. Kedua tersangka kasus kekerasan tersebut merupakan kakek dan paman korban sendiri yakni, US (44) dan BAR (70), sementara orang tua korban HAS (43), TAU (47) masih menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar. (Pon)

Baca Juga:

Ketua DPD Apresiasi Penanganan Anak Yatim Korban COVID-19 di Lamsel

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Baliho Puan Muncul di Lokasi Bencana Semeru, PDIP Sebut Spontanitas Relawan
Indonesia
Baliho Puan Muncul di Lokasi Bencana Semeru, PDIP Sebut Spontanitas Relawan

Baliho Puan tersebut terpasang di daerah terdampak erupsi Semeru, yakni Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro.

Polri Ungkap Asal Video Bungker Uang Rp 900 Miliar di Rumah Ferdy Sambo
Indonesia
Polri Ungkap Asal Video Bungker Uang Rp 900 Miliar di Rumah Ferdy Sambo

Video viral terkait temuan uang Rp 900 miliar di bungker rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo merupakan informasi bohong.

PDIP Tegaskan Dukung Isu dan Program Jokowi Saat Presidensi G20
Indonesia
PDIP Tegaskan Dukung Isu dan Program Jokowi Saat Presidensi G20

PDIP pun mengajak masyarakat untuk merawat lingkungan, membangun sikap peduli kelestarian alam, dan menjaga kebersihan.

Kenaikan Harga BBM Dinilai Ganggu Upaya Pemulihan Ekonomi
Indonesia
Kenaikan Harga BBM Dinilai Ganggu Upaya Pemulihan Ekonomi

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berpotensi merembet ke sejumlah sektor.

Kader PKS Minta Anies Tingkatkan Kualitas Pelayanan atas Perubahan Nama RSUD
Indonesia
Kader PKS Minta Anies Tingkatkan Kualitas Pelayanan atas Perubahan Nama RSUD

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pergantian nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta.

 Warga Coba Satukan Uang Rp 35 Juta Dimakan Rayap Dengan Kertas HVS
Indonesia
Warga Coba Satukan Uang Rp 35 Juta Dimakan Rayap Dengan Kertas HVS

Uang kertas Rp 35 juta, terdiri dari pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000, yang ia tabung menjadi telah serpihan. Bahkan nomer seri sudah hampir tidak terlihat.

Kronologi Rumah Undang di Garut Dirobohkan Rentenir karena Tak Sanggup Bayar Utang
Indonesia
Kronologi Rumah Undang di Garut Dirobohkan Rentenir karena Tak Sanggup Bayar Utang

Perobohan rumah buruh serabutan bernama Undang di Garut, Jawa Barat, oleh rentenir menjadi perhatian luas di media sosial.

Harga Pangan Melambung Tinggi, Ganjar Siapkan Operasi Pasar
Indonesia
Harga Pangan Melambung Tinggi, Ganjar Siapkan Operasi Pasar

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyiapkan upaya penanganan jangka pendek berupa operasi pasar guna mengatasi inflasi di Jateng.

Wali Kota Medan Larang Keras ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Indonesia
Wali Kota Medan Larang Keras ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran

Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang keras untuk menggunakan mobil dinas untuk kepentingan mudik lebaran 2022. Begitupun dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution menegaskan tidak mengizinkan mobil dinas milik pemerintah daerah dipakai untuk melaksanakan mudik Lebaran 2022.

Penerapan Buka Tutup Jalan Layang Tol MBZ Dilakukan Situasional
Indonesia
Penerapan Buka Tutup Jalan Layang Tol MBZ Dilakukan Situasional

Penerapan buka tutup akses Jalan Layang Tol Mohamed Bin Zayed (MBZ) dari Jatiasih, Kalimalang dan Jatibening dilakukan secara situasional untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek.